Wali Kota Banda Aceh Tarek Pukat di Gampong Jawa, Janjikan Musala untuk Nelayan
·waktu baca 2 menit

Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq berkesempatan mengunjungi kawasan permukiman nelayan di Gampong Jawa, Banda Aceh, Sabtu siang (16/7/2022). Dia mencoba tarek pukat (tarik pukat), cara tradisional nelayan Aceh dalam menangkap ikan.
Putra asli Aceh itu baru saja menjabat sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh. Sebelumnya, dia bertugas sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri.
Kata Bakri Siddiq, tarek pukat penting untuk dilestarikan, karena kebiasaan nelayan menangkap ikan dengan cara menarik jaring berukuran besar ke arah darat itu bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup para nelayan. “Tapi lebih dari itu, tarek pukat adalah sebuah kegiatan yang menggambarkan simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Aceh,” katanya.
Saat pukat sudah berhasil berada di bibir pantai, ada sejumlah ikan yang ukurannya lumayan besar yang kemudian dibeli Pj Wali Kota. Ikan segar itu dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga.
Tarek pukat hampir setiap hari dilakukan nelayan di Pantai Gampong Jawa. Dalam sehari, nelayan di sana bahkan bisa melakukan aktivitas itu hingga tiga sampai empat kali. Budaya ini masih terus dipelihara secara turun temurun.
Selesai tarek pukat, Bakri Siddiq menyempatkan diri berdialog dengan para nelayan dan warga setempat. Ia menanyakan apa saja yang menjadi kendala dan dibutuhkan warga di sana, terutama untuk para nelayan.
Warga dan nelayan di sana kemudian berharap Pj Wali Kota dapat membantu membangun sebuah musala atau tempat ibadah yang representatif di lokasi tersebut untuk memudahkan mereka menunaikan ibadah shalat tepat waktu.
Bakri Siddiq langsung merespons. Meski tidak bisa dibangun di garis sepadan pantai, tapi bangunan musala itu akan segera terwujud. Rencananya akan dibangun di lokasi Tugu Nol Kilometer Banda Aceh lengkap dengan tempat wudu, kamar mandi dan toilet. Lokasinya hanya puluhan langkah saja dari tempat para nelayan melakukan aktivitas tarek pukat. []
