Konten Media Partner

Warga Aceh Semakin Tak Patuh Prokes, Positif COVID-19 Kian Bertambah

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga diperiksa swab di Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Warga diperiksa swab di Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan (Prokes) tampak melonggar di kalangan masyarakat Aceh. Tingkat kepatuhan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan melorot dari urutan ketiga ke urutan keenam di Sumatera. Hal ini membuat kasus harian positif COVID-19 kian bertambah.

“Penurunan tingkat kepatuhan Prokes berdasarkan monitoring Tim Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Nasional, dua minggu terakhir,” ujar Saifullah Abdulgani alias SAG, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Jumat (6/8/2021).

Ia menjelaskan, penurunan tingkat kepatuhan terhadap Prokes dilihat dari perbandingan hasil monitoring dua mingguan, minggu III Juli 2021 (tanggal 19 – 25 Juli 2021 dan minggu IV (tanggal 26 Juli – 1 Agustus 2021) di Aceh.

Hasil monitoring pada minggu III, tingkat kepatuhan memakai masker sekitar 88,92 persen dari 632.305 orang yang dipantau pada 107.178 lokasi tempat-tempat umum di Aceh. Sedangkan hasil monitoring minggu IV, tingkat kepatuhan turun menjadi sekitar 85,05 persen.

Tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga turun. Pada minggu III Juli 2021, tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 91,36 persen, dan hasil monitoring minggu IV menjadi sekitar 87,98 persen.

Tingkat kepatuhan memakai masker Aceh kini berada di urutan keenam dan kepatuhan menjaga jarak berada pada urutan kelima di Sumatera. Padahal pada pekan sebelumnya bertenger di urutan ketiga Sumatera.

Selanjutnya ia mengatakan, melonggarnya protokol kesehatan tersebut langsung berdampak pada peningkatan kasus COVID-19 di Aceh. Hasil analisis data oleh Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Nasional dalam periode yang sama, kasus aktif corona di Aceh meningkat dari 19,86% menjadi 22,74%.

Menurut SAG, apabila kasus baru terus meningkat dan kasus aktif tidak turun tajam, jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di rumah sakit akan melampaui daya dukung sistem pelayanan kesehatan yang tersedia, sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kematian pasien corona di Aceh.

“Karena itu, semua elemen masyarakat harus mengetatkan kembali Prokes supaya kasus baru COVID-19 berkurang, dan terus makin berkurang, dan akhirnya nihil di Aceh,” katanya.

Ilustrasi vaksinasi di Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Update Corona di Aceh

Saifullah Abdulgani juga melaporkan, kasus harian positif COVID-19 di Aceh bertambah sebanyak 285 orang, pasien yang sembuh 134 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah 18 orang lagi di Aceh.

Secara total, kasus COVID-19 Aceh tercatat 24.201 orang, per 5 Agustus 2021. Jumlah penderita yang sedang dirawat sebanyak 5.656 orang, pasien yang telah sembuh 17.508 orang, dan total meninggal dunia 1.037 orang.

Sementara data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 872 orang, meliputi 745 orang selesai isolasi, 51 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai COVID-19.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.602 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.427 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan sedang isolasi di rumah sakit sebanyak 27 orang. []