Aktor Politik Mulai Membaca Peta Politik Daerah Pemilihan

Pendiri poros muda Ketua PB PMII Bidang Kaderisasi Nasional
Tulisan dari Acep Jamaludin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemilihan Umum 2024 tinggal di depan mata 2 tahun bukan waktu yang lama bagi para aktivis partai politik apalagi para bakal calon yang akan bertarung untuk mendapatkan kursi atau jabatan melalui demokrasi langsung, mereka para aktor politik sudah bergerak mencari bantuan dan melakukan agenda demi diterima oleh masyarakat yang ditargetkan termasuk mulai meminta para konsultan untuk membaca peta politik daerah pemilihannya
Semua sudah belajar dari pemilihan umum (Pemilu) 2019 dan pemilihan kepala daerah ketika kemarin 2020 tetapi mereka sadar bahwa perubahan sangat terlihat jelas, pergeseran para aktor politik yang memimpin dan disukai masyarakat berbeda dengan sebelumnya begitu juga menjelang pemilihan umum 2024 perubahan kondisi politik, maka mereka perlu melakukan pemetaan politik yang mutakhir sebagai upaya merumuskan program yang tepat
Dari banyaknya perubahan tersebut akan membawa beberapa pandangan masyarakat terhadap siapa yang akan mereka pilih atau pemimpinnya, jika para aktor tidak tepat bisa saja para elite ekonomi dan pejabat akan cenderung terbawa oleh pemanfaatan politik segelintir kelompok sedangkan prinsip politik kebangsaan masih kita pegang bersama sama, maka katakanlah para aktor politik ini menyiapkan peta politiknya maka sudah seharusnya menyiapkan ide politik kebangsaan.
Selain para aktor politik lembaga partai politik ( Parpol ) pun sibuk melakukan penataan ulang untuk syarat dalam meloloskan peserta pemilihan umum selain menyusun strategi untuk pemenangan pemilu partainya, meskipun seperti itu sudah seharusnya juga mereka memikirkan kemenangan di mana ide berbicara demokrasi kebangsaan dengan persiapan sebelum pertarungan dimulai
Banyak tahapan dan metode dalam menyiapkan semuanya termasuk membaca peta daerah pemilihan, namun saya kira tidak semua partai dan aktor politik memikirkan hal ini, entah karena mereka sudah menang beberapa kali dan atau merasa percaya diri dengan metode yang dilakukan sebelumnya, terlepas dari hal tersebut tapi kesiapan dalam mengetahui daerah pemilihan sangat penting dalam menunjang kemenangan, karena dalam strategi perang sebelum terjadinya peperangan maka sang pemimpin pasukan harus mengetahui geografis dan demografi tempat pertarungan.
Dalam waktu yang sebentar ini kesiapan para aktor dan partai politik harus disiapkan dengan tujuan untuk menentukan kemenangan sebelum pertarungan dimulai, jika tidak maka akan dikuasai oleh para aktor dan partai politik yang sudah siap.
Sebelum mempergunakan strategi politik saya rasa bahwa Politik dan kebangsaan harus dijadikan kesatuan dan sebagai dasar ide yang diterima dan dilakukan oleh para peserta pemilihan umum jangan sampai dipisahkan dalam proses demokrasi.
Karena Politik tanpa kebangsaan akan rentan dikuasai oleh para elite ekonomi dan penguasa yang dijadikan alat untuk memenuhi kepentingannya, sedangkan kebangsaan membutuhkan politik supaya prinsip politik kerakyatan dapat tumbuh bersama secara natural dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Merawat semua ini penting bagi para aktor politik dan partai politik, secara politik penting membaca peta politik daerah pemilihan sebagai tempat pertarungan, dan secara kebangsaan para aktor politik dan partai politik sama sama melakukan pendidikan dengan tujuan mengenai tumbuhnya demokrasi kerakyatan di indonesia.
Meskipun, Pada akhirnya masyarakat akan lebih mengetahui dan melakukan seleksi terhadap para aktor politik dan partai politik apapun gerakan dan kesiapan yang dilakukan, namun yang penting adalah rasionalisasi masyarakat sekarang lebih tinggi terhadap kepedulian atas masa depan bangsanya, dan solusi demokrasi kebangsaan atau politik kerakyatan harus ada ide dasar agar kualitas para pemimpin dapat terdeteksi oleh masyarakatnya sendiri.
