Andi TGP, dari Ciseeng Bogor Dukung Akses Modal bagi Pelaku Usaha Mikro

Blogger, Editor
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Achi Hartoyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan banyak mengalami kendala. Salah satunya adalah sulitnya untuk mendapat akses permodalan. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat di pedesaan menjalankan usaha kecil yang kurang tertata secara manajemen. Kekurangan ini membuat UMKM menjadi tidak bankable alias susah mendapat akses permodalan dari bank.
Sulitnya akses ke bank, membuat masyarakat tidak mempunyai banyak pilihan. Banyak UMKM yang mau tidak mau menggunakan jasa rentenir untuk mendapatkan modal guna mengembangkan usahanya. Dampak buruknya ekonomi yang menjadi sulit berkembang.
Bonus demografi atau jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar dari non-produktif merupakan modal besar bagi pembangunan di semua sektor. Dengan jumlah penduduk usia muda yang mencapai 60 persen, lahirlah ide-ide kreatif untuk mendukung perkembangan masyarakat sampai ke pelosok desa. Salah satu tokoh muda tersebut adalah Andi Taufan Garuda Putra alias Andi TGP.
Mengenal Andi Taufan Garuda Putra
Dalam dunia ekonomi mikro, nama tokoh muda satu ini tidak asing lagi. Gebrakan dan kesediaannya turun langsung ke masyarakat telah membuahkan hasil dan mengantarkan lembaga keuangan mikro yang didirikannya, Amartha Mikro Fintek, menjadi lembaga yang besar sampai saat ini.
Andi Taufan Garuda Putra merupakan lelaki kelahiran tahun 1987 yang saat ini menjabat sebagai CEO Amartha. Keberhasilannya membantu mengentaskan kemiskinan masyarakat, terutama perempuan membuat sosok ini semakin banyak dikagumi. Jiwa sosialnya yang tinggi membawanya resign dari perusahaan tempat ia bekerja. Ia kemudian secara mandiri mendirikan lembaga keuangan mikro.
Keresahan akan Akses Modal Masyarakat Pinggiran
Keresahan Taufan, begitu panggilan akrabnya, berawal dari ketika tahun 2009 melihat ibu-ibu di Kecamatan Ciseeng, Bogor, yang terbelit masalah modal. Karena keterbatasan modal, pelaku usaha kecil di wilayah pinggiran ini tidak bisa mengembangkan usahanya. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh sangat minim.
Menurut Taufan, jika pelaku usaha, khususnya ibu-ibu ini mempunyai akses modal yang mudah dan murah, mereka mampu mengembangkan usaha. Dampak lebih lanjut adalah meningkatnya kesejahteraan keluarga dan kemandirian secara finansial.
Keterbatasan modal dan susahnya mendapatkan akses modal merupakan mata rantai masalah yang harus segera diputus agar ibu-ibu tersebut dapat mendukung tercapainya kesejahteraan keluarga. Dengan modal uang pribadi yang berjumlah 10juta, Taufan mulai membantu ibu-ibu yang berada dalam kelompok-kelompok.
Penyaluran modal dalam kelompok tersebut menjadikan ibu-ibu di Ciseeng bisa mengembangkan usahanya. Dengan mengadopsi sistem Grameen Bank yang dilaksanakan Muhammad Yunus di Bangladesh, program yang dijalankan Taufan terlihat hasilnya.
Ibu-ibu pelaku usaha mikro tersebut bisa mendapat modal tanpa jaminan dengan sistem pembayaran tanggung renteng. Artinya, jika salah satu tidak bisa membayar maka yang lain harus menalangi terlebih dulu.
Kembangkan Amartha dan Menjadi Starup Modal Kerja Ke Seluruh Indonesia
Ide cemerlang Taufan melahirkan lembaga keuangan terpercaya. Amartha yang merupakan peer to peer lending berhasil menjembatani pemilik modal dengan pelaku usaha yang membutuhkan modal. Dari pemikiran dan ide yang dirintis Taufan, kini Amartha berkembang dan bisa diakses di seluruh pelosok Indonesia.
Berawal dari Ciseeng, Amartha berkembang. Sampai saat ini tercatat Taufan beserta tim sudah melayani lebih dari 1,3juta mitra perempuan dalam akses modal yang mudah dan murah. Sedangkan dana yang digulirkan mencapai lebih dari 9triliun rupiah.
Bukan hanya dampak kenaikan taraf ekonomi, secara global Taufan juga membawa perubahan sosial bagi masyarakat. Dari jumlah mitra perempuan tersebut lebih 81 persen yang kini bisa mendapatkan akses air bersih, salah satunya berkat keuntungan dari usaha yang dijalankan dengan modal dari Amartha.
Penghargaan Satu Indonesia Award 2022 untuk Kategori Kewirausahaan
Dari keresahan melihat masyarakat Ciseeng yang mengalami keterbatasan akses modal, mengantarkan Taufan untuk mendapatkan penghargaan Satu Indonesia Award 2022 untuk kategori Kewirausahan. Satu Indonesia Award adalah apresiasi Astra terhadap gebrakan yang dilakukan oleh anak mudah Indonesia.
Langkah kecil Taufan berdampak besar dalam perkembangan sektor ekonomi, khususnya di masyarakat pedesaan. Jika Taufan bisa, maka semua generasi Indonesia pun bisa berkontribusi pada perkembangan dan kemajuan masyarakat Indonesia. Kini saatnya kita tiru semangat dan perjuangan Taufan.
Banyak sekali bidang yang membutuhkan kontribusi generasi muda agar Indonesia semakin tangguh. Mari kita gali potensi dan kembangkan untuk mendukung perkembangan dan kemajuan Indonesia dalam berbagai sektor. Kontribusi kecil yang kita mulai bisa menjadi peluang dan membawa perubahan bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
