Berlangsung Meriah, Penutupan Festival Cisadane Manjakan Pengunjung

Blogger, Editor
Tulisan dari Achi Hartoyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah hampir sepekan berlangsung, kemeriahan Festival Cisadane 2019 akhirnya ditutup dengan meriah. Buat saya, ajang tahunan Festival Cisadane ini memberikan pengalaman tersendiri saat bisa menyaksikan secara langsung kemeriahannya.
Sedikit berbagi pengalaman, sebenarnya, saya sudah lama tau kalau setiap tahun pemerintah kota Tangerang selalu menggelar festival ini. Namun, baru Sabtu, 3 Agustus 2019 kemarin bisa larut dalam euforia bersama warga Tangerang.
Sebagai informasi, Festival Cisadane ini menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang masuk ke dalam 7 (seven) Wonders Banten. Selain itu, Festival Cisadane juga menjadi salah satu wisata andalan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata internasional.
Menyusuri Sungai Cisadane dengan Perahu
Dalam acara penutupan Festifal Cisadane 2019 kemarin, ada beberapa kemeriahan yang menjadi highlight saya. Salah satunya adalah kita bisa menikmati keindahan Sungai Cisadane yang membelah kota Tangerang dengan perahu. Iya, ini salah satu pengalaman yang tak terlupakan buat saya.
Boleh dibilang, Sungai Cisadane adalah salah satu sungai di Pulau Jawa yang bisa dinikmati keindahan dan menyusurinya dengan menggunakan perahu. Jarang-jarang, lho, sungai seperti ini di Pulau Jawa. Bila dibandingkan dengan sungai-sungai yang mengalir di ibu kota Jakarta, Sungai Cisadane jauh lebih indah untuk dinikmati. Baik kebersihannya maupun deras arusnya.
Sepanjang pinggiran Sungai Cisadane, tanggul pelindungnya tertata apik. Jalur pedestrian juga bersih dan rapi. Di salah satu bagian, disediakan jembatan apung yang bisa diseberangi oleh pengunjung. Meskipun cukup panjang dan arusnya lumayan deras, jembatan apung ini sangat aman. Saya dan pengunjung lainnya bisa menikmati Sungai Cisadane dari dekat sembari berswafoto. Jika dilihat sekilas, pemandangan Sungai Cisadane ini mirip dengan Sungai Chao Phraya di Bangkok.
Menikmati Ragam Kuliner yang Melimpah
Nah, ini adalah bagian favorit saya. Pengunjung Festival Cisadane 2019 tidak hanya disuguhi pemandangan sungai yang sangat romantis saat sore hari, tetapi juga dimanjakan dengan ragam jajanan di sepanjang pinggiran sungai. Selain jajanan kekinian seperti: sosis bakar, kopi-kopi nusantara, salad buah yang menyehatkan, dan beragam minuman segar, kita juga bisa menikmati jajanan tradisional seperti bir pletok dan kerak telor.
Maklum, penduduk kota Tangerang yang terletak di Provinsi Banten ini sangat multi etnis. Tidak hanya suku Sunda (Banten) saja tetapi banyak juga suku-suku lain seperti Betawi, Jawa, dan etnis Tionghoa. Jadi, ragam kulinernya pun melimpah.
Nggak cuma kuliner yang bisa dinikmati, buat pengunjung yang doyan belanja, beragam souvenir etnik seperti gelang, tas, dan T-shirt khas Festival Cisadane banyak tersedia.
Grup Band Kotak Meriahkan Penutupan Festival Cisadane 2019
Satu lagi, pemerintah kota Tangerang sangat serius menggarap event tahunan ini. Salah satunya memanjakan pengunjung dengan beragam hiburan dari ibu kota. Iya, saat penutupan kemarin, grup band Kotak turut menghibur penonton dengan penampilannya yang memukau.
Pengunjung yang hadir pun larut dalam alunan musik Kotak dan vokal Tantri yang memukau. Sebagai sebuah band ternama, malam itu, Kotak dikelilingi Kerabat Kotak sambil menikmati pesta kembang api.
Itu tadi kemeriahan-kemeriahan yang bisa dinikmati oleh pengunjung Festival Cisadane 2019. Semoga gelaran tahun depan semakin meriah dan berharap saya bisa menikmatinya kembali.
