Rocket Stove Inovasi KKN UIN Bandung untuk Atasi Sampah di Curug Goong

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung prodi Komunikasi Penyiaran Islam
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari achmad Falah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
CIANJUR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SISDAMAS Kelompok 179 memperkenalkan teknologi rocket stove kepada masyarakat Kampung Curug Goong, Desa Sukasarana, Kabupaten Cianjur sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 sebagai respons terhadap persoalan pengelolaan sampah yang ditemukan mahasiswa selama melakukan observasi di lingkungan masyarakat. Keterbatasan pengelolaan sampah dapat menyebabkan sampah menumpuk dan mendorong masyarakat melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
Rocket stove merupakan teknologi pembakaran sederhana yang dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran yang lebih terarah. Dalam kegiatan KKN SISDAMAS, teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alternatif untuk membantu menangani sampah rumah tangga yang sesuai untuk dibakar.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi kondisi lingkungan dan identifikasi permasalahan sampah. Setelah itu, mahasiswa mengenalkan teknologi rocket stove, menjelaskan fungsi dan cara penggunaannya, kemudian melakukan praktik penggunaan alat bersama masyarakat.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa memberikan contoh secara langsung mengenai cara memasukkan bahan yang akan dibakar dan proses pembakaran menggunakan rocket stove. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mengamati, bertanya, dan memahami tahapan penggunaan teknologi tersebut.
Selain praktik penggunaan alat, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa tidak seluruh jenis sampah dapat dibakar. Sampah yang masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang perlu dipisahkan, sementara rocket stove digunakan untuk jenis sampah tertentu yang sesuai dengan proses pembakaran.
Kegiatan tersebut memberikan pengenalan kepada masyarakat mengenai penggunaan rocket stove sebagai alternatif terhadap pembakaran sampah secara terbuka. Penggunaan alat yang lebih terarah diharapkan dapat membantu masyarakat menangani sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Dalam program ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memberikan informasi dan contoh penggunaan teknologi, sedangkan masyarakat menjadi penerima manfaat sekaligus pihak yang diharapkan dapat melanjutkan pemanfaatan rocket stove setelah kegiatan KKN selesai.
Meski demikian, dampak jangka panjang penggunaan rocket stove terhadap pengurangan volume sampah rumah tangga belum dapat diukur secara menyeluruh karena kegiatan KKN memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Pendampingan dan evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keberlanjutan penggunaan teknologi tersebut di masyarakat.
