Konten dari Pengguna

Jodoh Pasti Bertemu di Program 'Mak Comblang kumparan Super5tar'

Achmad Humaidy

Achmad Humaidy

Lulusan Ilmu Komunikasi yang pernah menjadi buruh bank BUMN dan hijrah menjadi freelance content writer dan KOL Specialist untuk survive di industri digital. #BloggerEksis

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Achmad Humaidy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Korban Perjodohan Virtual
zoom-in-whitePerbesar
Korban Perjodohan Virtual

Kalau aku harus jadi Presiden yang mencintai rakyatnya, maaf aku nggak bisa.

Karena aku cuma cinta sama salah satu rakyatnya, yaitu KAMU!!

Sejak pandemi, penulis menyandang status high quality jomblo akibat jaga jarak yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Beberapa kali sudah coba aplikasi online perjodohan, tapi belum juga bertemu sosok pasangan idaman. Mau ikut biro jodoh rasanya sudah ketinggalan zaman. Apalagi, kalau mempromosikan diri di koran seperti yang dilakukan orang-orang zaman old untuk menemukan jodohnya dimasa lampau.

Akhirnya, ada program live “Mak Comblang” dari Kumparan hadir di awal tahun ini untuk mempertemukan jomlowan dan jomlowati yang sudah kesepian dan kehausan kasih sayang. Program Mak Comblang atau Match Maker ini sepertinya sudah pernah dilakukan tahun lalu. Tapi, penulis baru kesampaian ikut pada momen tahun 2022. Relationship goals aku simpel saja karena ingin bertemu dengan pasangan yang bisa mengakui kelebihanku dan melengkapi segala kekuranganku. Uhuk!!

Kumparan sebagai Mak Comblang berhasil mempertemukan penulis dengan sosok perempuan cantik bernama Rista Isnaini. Peran Kumparan dalam mempertemukan calon jodohku ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Super5tars. Kegiatan ini juga diadakan untuk memeriahkan acara ulang tahun ke-5 dari platform media online yang makin berkembang pesat di era digital.

Perjodohan diawali dengan mengisi google form sebelum acara hari H. Ada beberapa karakter dan kepribadian dari diri sendiri yang harus diisi. Dilengkapi juga dengan foto diri terbaru yang menarik. Selain itu, peserta yang mendaftar diminta menulis kriteria pasangan idaman. Semua data diperlukan untuk proses screening and background check biar matching gitu sepertinya.

H-2 sebelum acara, penulis pun dinyatakan lolos seleksi dan dihubungi oleh KumKum (sebutan untuk admin Kumparan) via nomor ponsel yang terdaftar. Perjodohan virtual itu berlangsung melalui siaran YouTube Live channel Kumparan pada tanggal 29 Januari 2022 sesi kedua atau sekitar pukul 17.00 WIB (sore hari). Sungguh! pertemuan virtual tanpa disengaja ini menguji chemistry aku dan calon jodohku.

Setelah perkenalan singkat, ada 10 pertanyaan yang harus dijawab dengan 2 opsi jawaban. Sesi ini untuk memastikan apakah memang ada kecocokan antara aku dan calon jodohku terkait hal-hal yang dekat dengan keseharian. Seingatku, aku dan Rista sama-sama suka mie rebus, makan bubur diaduk, minum ice coffee, dan lebih memilih quality time dibanding hadiah.

Dua pasangan dipertemukan untuk merebutkan hadiah modal kencan pertama (first date)

Jawaban demi jawaban yang ditulis dalam lembaran kertas putih sudah dicocokkan dan kami dinyatakan sebagai pasangan paling serasi. Kami sempat diberi waktu juga untuk mengungkapkan isi hati. Berhubung penulis sudah mengenakan jaket ala Dilan, maka penulis melontarkan 3 gombalan pada saat itu:

  • "Kamu tau gak bedanya Kumparan sama Kamu?" Kalo Kumparan tuh dibaca, kalo kamu disayang..

  • "Mau tau lagi gak, bedanya jurnalis Kumparan sama aku?" Kalo jurnalis Kumparan cari berita buat diliput. Kalau aku, cari kamu buat dihalalin..

  • Kenapa main ular tangga sekarang sudah nggak zaman?”

Karena sekarang zamannya bangun rumah tangga sama KAMU..

Gombalan receh menutup momen perjodohan virtual singkat tersebut. Nyatanya, memang tak ada yang bisa mengetahui jodoh kita sendiri selain Tuhan. Tapi mencari, bertemu, dan menjalin hubungan dengan calon jodoh secara virtual itu terbukti SERU. Terima kasih untuk semua doa dan dukungannya.

Buat yang belum bertemu jodohnya, coba dibaca mantra-mantra ala Dilan yang pernah dilontarkan ke gebetannya:

Tak pacaran denganmu tak apa. Asal kamunya tetap di bumi, sudah cukup.

Iya, sudah cukup bikin aku senang.

Tolong sampein ke Bunda, terima kasih sudah lahirin orang yang aku

cinta.

Aku sih sibuk. Sibuk rindu kamu juga. Sibuk mencintai kamu juga..

Terima kasih sudah baca sampai akhir ya, semua!