Konten dari Pengguna

KKN UNDIP X ExoVillage Platform Inovasi Mempromosikan Potensi Desa Jabungan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Achmad Agung Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Tematik X ExoVillage bersama Lurah dan Anggota Pemerintahan Kelurahan Jabungan. (Sumber : Dokumentasi Tim KKN Tematik X ExoVillage Desa Jabungan)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Tematik X ExoVillage bersama Lurah dan Anggota Pemerintahan Kelurahan Jabungan. (Sumber : Dokumentasi Tim KKN Tematik X ExoVillage Desa Jabungan)

Jabungan, Semarang (29/12) – KKN Tematik menjadi salah satu bukti perwujudan dari implementasi program kegiatan mahasiswa. Dalam rangka pemulihan pada perekonomian desa yang terdampak selama pandemi Covid-19, maka dari itu pelaksanaan kegiatan KKN Tematik yang bekerja sama dengan ExoVillage bertujuan untuk mengangkat dan mempromosikan potensi suatu desa melalui platform ExoVillage yang dapat diakses pada laman ExoVillage. Melalui kegiatan KKN Tematik yang berjudul “Pengembangan Potensi Desa dalam Rangka Mencapai SDG’s”, mahasiswa KKN dapat terjun langsung dalam membantu perencanaan dan pengembangan potensi desa. Pada kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat melatih kader ataupun masyarakat desa dalam pemanfaatan digital melalui pelatihan menggunakan platform ExoVillage. Program KKN ini mengharapkan kader ataupun masyarakat desa dapat menggunakan platform ExoVillage yang diharapkan dapat mengembangkan dan mempromosikan potensi desa secara luas. Kegiatan KKN Tematik X ExoVillage diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi melalui kegiatan promosi dari potensi desa melalui platform ExoVillage.

Seperti yang kita ketahui, desa memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional. Dalam PP No. 72 Tahun 2005 Pasal 88 (1), disebutkan bahwa Pembangunan kawasan pedesaan yang dilakukan oleh kabupaten/kota dan atau pihak ketiga wajib mengikutsertakan pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa, dan dalam ayat (2) disebutkan bahwa dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, pemanfaatan dan pendayagunaan kawasan perdesaan wajib mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.

Selama pandemi Covid-19, perekonomian desa sangat berdampak pada aktivitas masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena diberlakukannya Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Tentu saja kebijakan tersebut yang membuat penurunan omset pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Setelah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, tentu hal ini menjadi peluang masyarakat desa dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi desa dengan meningkatkan kembali daya tarik masyarakat, baik nasional maupun internasional. Tentu saja kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat harus selalu mematuhi peraturan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat berwisata di desa.

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana potensi yang dimiliki desa Jabungan. Sebelum membahas potensi desa yang ada di Jabungan, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana desa Jabungan. Desa atau kelurahan Jabungan adalah salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kelurahan ini memiliki luas 226 hektar yang terdiri atas dua puluh sembilan RT, enam RW. Batas wilayah kelurahan Jabungan, yaitu pada sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Meteseh, lalu sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Kalikayen, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang, dan sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Padang Sari. Jika ingin mengunjungi kelurahan ini hanya perlu waktu 5-10 menit dari kecamatan Banyumanik dengan mengendarai kendaraan.

Kantor Kelurahan Jabungan. (Sumber : Dokumentasi Tim KKN Tematik X ExoVillage Desa Jabungan)
Jembatan Pelangi Desa Jabungan. (Sumber : Galeri Penulis)
Persawahan Desa Jabungan. (Sumber : Galeri Penulis)

Pada sektor ekonomi, penulis bersama tim KKN desa Jabungan mengunjungi kelompok UKM maupun UMKM yang dikelola oleh individu, kelompok, hingga ibu-ibu PKK dari kelurahan Jabungan. Salah satu UKM yang terdapat di kelurahan Jabungan adalah kelompok UKM madu. Kelompok UKM madu ini telah mempromosikan produk madunya melalui sosial media. Produk dari UKM madu ini dapat dilihat pada unggahan di Instagram @madu_tawon17.

Produk Madu dari UKM Madu Tawon Jabungan. (Sumber : UKM Madu Tawon)

Selain kelompok UKM madu, desa Jabungan juga memiliki kelompok UMKM yang dikelola oleh ibu-ibu PKK. Produk-produk yang dihasilkan dari kelompok UMKM ini berupa pembuatan intip nasi, pembuatan jamu, keripik singkong/keripik pisang, pembuatan tempe, kerajinan tas, dan masih banyak lagi. Dalam mempromosikan produknya, kelompok UMKM ini mengikuti acara-acara yang terdapat di Semarang, seperti bazar hingga festival aneka jajanan makanan.

Setelah berkomunikasi dengan Lurah dan warga setempat, ternyata ada potensi lainnya dari desa Jabungan yang berasal dari kegiatan masyarakat di RW VI Jabungan dimana kegiatannya adalah griya sampah. Griya sampah sendiri merupakan salah satu penguraian sampah organik maupun anorganik sehingga dapat mengurangi pencemaran sampah. Masyarakat desa Jabungan mengolah sampah plastik diolah menjadi paving block yang dapat menjadi bahan bangunan. Lalu, masyarakat juga memberdayakan maggot (berasal dari larva lalat Black Soldier Fly/BSF) untuk dibudidaya untuk pakan ternak. Maggot ini salah satu yang sangat istimewa jika dibandingkan bahan baku pakan alternatif lainnya karena maggot mengandung nutrien yang lengkap untuk ikan dan kualitas yang baik dan jangka waktu pemeliharaan yang relatif cepat. Jika tertarik untuk melihat bagaimana pengelolaan griya sampah, maka dapat mengunjungi alamat yang berada di Jl. Mangga II, RW VI kelurahan Jabungan, kecamatan Banyumanik, kota Semarang. Perjalanan menuju ke tempat ini hanya menempuh sekitar 10-20 menit perjalanan dari kecamatan Banyumanik dengan menggunakan kendaraan. Pengolahan manggot ini juga dikelola dan diawasi langsung oleh ketua RW setempat.

Dokumentasi bersama Ketua RW dalam Meninjau Lokasi Maggot. (Sumber : Dokumentasi Tim KKN Tematik X ExoVillage Desa Jabungan)

Dengan adanya program KKN Tematik UNDIP X ExoVillage ini diharapkan agar potensi wisata dari kelurahan Jabungan dapat lebih dikenal di kalangan masyarakat luas melalui kader-kader yang telah mengikuti pelatihan yang dibimbing oleh mahasiswa dan desa Jabungan dapat berkembang menjadi objek wisata yang dapat menunjang perekonomian bagi masyarakat sekitar dikala pandemi, baik produk dari UKM dan UMKM, hingga kegiatan griya sampah yang dilakukan oleh masyarakat.