Ada Banyak Hal yang Berubah Tahun Ini, Termasuk Diri Kita Sendiri

Saya mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nazra Aulia Farhaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pergantian tahun sering membuat kita sibuk memikirkan hal-hal yang ingin dicapai. Ada yang berharap mendapatkan pekerjaan lebih baik, memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil, menyelesaikan pendidikan, atau mewujudkan rencana yang sempat tertunda. Namun, di antara semua target tersebut, ada satu perubahan yang terkadang tidak kita sadari, yaitu perubahan dalam diri sendiri.
Tahun ini mungkin tidak berjalan seperti yang pernah kita bayangkan. Ada rencana yang berhasil diwujudkan, tetapi ada pula harapan yang harus dilepaskan. Beberapa orang yang dahulu begitu dekat mungkin sekarang jarang berkomunikasi. Rutinitas yang sebelumnya terasa menyenangkan bisa berubah menjadi sesuatu yang melelahkan. Bahkan, hal-hal kecil yang dahulu mudah membuat kita bahagia mungkin tidak lagi memberikan perasaan yang sama.
Menurut saya, salah satu perubahan terbesar dalam kehidupan seseorang bukan selalu tentang bertambahnya usia atau pencapaian yang berhasil dikumpulkan, melainkan tentang cara memandang kehidupan setelah melewati berbagai pengalaman. Sesuatu yang dahulu dianggap penting mungkin sekarang tidak lagi menjadi prioritas. Sebaliknya, hal sederhana seperti kesehatan, ketenangan pikiran, waktu bersama keluarga, dan hubungan yang tulus justru semakin terasa berharga.
Pengalaman juga dapat mengubah cara kita memperlakukan orang lain. Seseorang yang dahulu mudah percaya mungkin menjadi lebih berhati-hati setelah mengalami kekecewaan. Mereka yang sebelumnya selalu berusaha menyenangkan semua orang mulai belajar mengatakan tidak. Ada pula orang yang dahulu senang berada di tengah keramaian, tetapi sekarang lebih menikmati waktu sendiri karena merasa tidak harus selalu terlibat dalam setiap hal.
Perubahan semacam ini terkadang membuat kita merasa asing dengan diri sendiri. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa sekarang lebih mudah lelah, tidak lagi tertarik pada hal yang sama, atau memilih diam ketika menghadapi sesuatu yang dahulu selalu ingin diperdebatkan. Padahal, belum tentu ada sesuatu yang salah. Bisa jadi, kita hanya sedang belajar memahami kebutuhan diri dengan cara yang berbeda.
Di sisi lain, kehidupan juga mempertemukan kita dengan berbagai kenyataan yang tidak selalu menyenangkan. Ada kehilangan yang tidak pernah dipersiapkan, kegagalan yang datang ketika harapan sedang tinggi, serta keadaan yang memaksa kita mengambil keputusan sulit. Semua pengalaman tersebut meninggalkan pelajaran masing-masing, meskipun tidak selalu dapat dipahami ketika sedang menjalaninya.
Menariknya, perubahan dalam diri tidak selalu terlihat oleh orang lain. Mereka mungkin masih mengenal kita sebagai pribadi yang sama, padahal ada banyak hal yang sudah berubah di dalam pikiran. Cara kita memandang pekerjaan, hubungan pertemanan, keluarga, bahkan masa depan mungkin sudah tidak seperti sebelumnya. Tidak semua proses tersebut perlu dijelaskan kepada orang lain karena sebagian memang menjadi perjalanan pribadi.
Kita juga sering terlalu sibuk membandingkan kehidupan sekarang dengan masa lalu. Ada keinginan untuk kembali menjadi pribadi yang dahulu lebih berani, lebih santai, atau lebih mudah menikmati sesuatu. Namun, kita terkadang lupa bahwa diri yang sekarang terbentuk melalui berbagai pengalaman yang sudah dilewati. Tidak semua perubahan harus disesali hanya karena kita merasa berbeda dari sebelumnya.
Mungkin ada kebiasaan lama yang memang perlu ditinggalkan. Mungkin juga ada cara berpikir yang perlu diperbaiki. Namun, bukan berarti seluruh bagian dari diri kita yang dahulu harus dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Setiap fase memiliki perannya masing-masing dalam membentuk siapa kita hari ini.
Karena itu, sesekali kita perlu memberikan waktu untuk melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui. Bukan hanya menghitung pencapaian, tetapi juga mengingat hal-hal yang berhasil kita hadapi, keputusan yang pernah kita ambil, serta keberanian untuk tetap melanjutkan kehidupan meskipun beberapa keadaan tidak berjalan sesuai keinginan.
Ada banyak hal yang mungkin berubah sepanjang tahun ini. Lingkungan, pekerjaan, hubungan, prioritas, hingga cara kita memahami kebahagiaan. Namun, perubahan tersebut tidak selalu berarti kita kehilangan diri sendiri. Terkadang, kita hanya sedang tumbuh menjadi pribadi yang lebih memahami batas kemampuan, menghargai waktu, dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan.
Nazra Aulia Farhaniyah Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
