Konten dari Pengguna

Haji Furoda dan Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi

Adam Brayans Mujtahid Addaudy

Adam Brayans Mujtahid Addaudy

Lahir di Medan, Sumatera Utara. Kaum proletar bukan borjuis, aktivis HMI dan juga Duta Pendidikan Sumatera Utara 2020.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adam Brayans Mujtahid Addaudy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Msulim berkumpul menunaikan ibadah haji. Foto: Kementerian Agama RI
zoom-in-whitePerbesar
Umat Msulim berkumpul menunaikan ibadah haji. Foto: Kementerian Agama RI

Melaksanakan Rukun Islam kelima adalah salah satu Rukun yang wajib kita laksanakan sebagai umat muslim bagi yang mampu, menunaikan ibadah haji bukan hanya sekadar mampu dalam hal finansial, akan tetapi fisik, jiwa dan hati. Pada hakikatnya haji adalah panggilan Allah SWT.

Haji adalah ibadah umat Islam yang berupa ziarah ke Baitullah (Ka'bah) di Mekkah, yang dilaksanakan pada waktu tertentu (bulan Dzulhijjah), dengan syarat, rukun, dan tata cara yang telah ditentukan oleh syariat Islam.

Pada tahun ini ada dua kisah yang terbenak dalam hati kita dan bisa kita ambil hikmah serta pelajarannya, Visa Haji Furoda dan Kejadian Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi.

Musim haji tahun 2025, banyak calon jemaah Haji Furoda dari Indonesia mengalami kegagalan berangkat ke Tanah Suci karena visa mereka tidak terbit. Haji Furoda, atau Haji Mujamalah, adalah program haji non-kuota yang menggunakan visa undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi tidak mengeluarkan Visa bagi Jamaah Haji Furoda Indonesia penyebabnya masih simpang siur, ada yang mengatakan pembatasan, pengurangan dan pemberhentian. Sehingga banyak biro travel pelayanan haji Furoda mengalami rugian milyaran.

Berbeda dengan kejadian Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi jamaah haji asal Libya yang di tahan oleh pihak Bandara Libya masalah dokumen.

"Saya tidak akan meninggalkan bandara ini sampai saya berangkat haji," Ucap Amer saat di Bandara.

Pesawat pun lepas landas tanpa membawa Amer Al Gaddafi. Namun, tidak lama setelah lepas landas, pesawat mengalami kerusakan teknis dan terpaksa kembali ke bandara. Setelah penundaan dan perbaikan kecil, pesawat lepas landas lagi tetap tanpa Amer Al Gaddafi. Namun, pesawat tersebut kembali mengalami masalah dan terpaksa kembali ke bandara untuk kedua kalinya.

Menurut para penumpang dan awak pesawat, sang kapten mengumumkan sesuatu yang cukup mengejutkan setelah pendaratan darurat kedua."Saya bersumpah tidak akan terbang lagi kecuali Amer bersama kita di pesawat ini," Ujar kapten pesawat.

Pada akhirnya, Amer berangkat dan ikut terbang dengan jamaah haji lainnya.

Dari dua kejadian di atas banyak bisa kita ambil hikmah dan pembelajarannya, bahwa haji adalah semata-mata panggilan Allah SWT. Siapapun dan apapun halangan untuk Haji merupakan urusan Allah SWT.

Haji itu murni panggilan Allah SWT, sebanyak apapun uang kita, apapun halangan kita, jika Allah sudah memanggil "Kun Fayakun."

Bagi Jamaah Haji Indonesia, selamat beribadah, tunaikan haji dengan niat. Semoga balik ke Indonesia menjadi Haji yang Mabrur, Amiin.