Konten dari Pengguna

Menyimpan Harapan dalam Sebutir Biji

Ade Y Yuswandi

Ade Y Yuswandi

Pegawai Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah, BRIN.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Y Yuswandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konservasi Keanekaragaman Hayati Tanaman Budidaya dan Kerabat Liarnya Melalui Bank Biji

Oleh : Ade Yusup Yuswandi, Vivi Aryati dan Cut Armansyah

Di balik sepiring makanan yang kita nikmati setiap hari, tersimpan kisah panjang evolusi, budidaya, dan adaptasi tanaman. Tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, atau bayam, dan tanaman pangan seperti padi, jagung dan kacang-kacangan, merupakan hasil dari ribuan tahun hubungan antara manusia dan alam. Namun, keragaman hayati yang menopang sistem pangan kita saat ini sedang menghadapi ancaman serius, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan dan hilangnya biodiversitas.

Harapan kadang datang dari hal yang tak disangka, yaitu sebutir biji kecil yang diam-diam menyimpan kekayaan genetik luar biasa. Dalam ruang dingin sebuah bank biji, jutaan biji yang disimpan rapi dalam toples kaca atau kemasan aluminium yang berasal dari seluruh pelosok negeri tertidur, menunggu waktu untuk kembali ditumbuhkan, menjadi penyelamat, penopang kehidupan, bahkan penentu masa depan kita.

Kenapa Harus Melestarikan Biji?

Biji bukan hanya cikal bakal tumbuhan, ia adalah pembawa warisan genetik yang sangat berharga. Setiap biji mengandung informasi biologis yang memungkinkan tanaman tumbuh, beradaptasi, dan bertahan terhadap berbagai tekanan lingkungan. Biji merupakan sarana yang mudah digunakan untuk menyimpan keanekaragaman genetik dalam jangka panjang, karena sampelnya berukuran kecil, mudah ditangani, memerlukan sedikit perawatan dan dapat bertahan dalam jangka waktu lama.

Kerabat Liar: Sumber Daya Genetik yang Terlupakan

Selain varietas budidaya, terdapat pula kerabat liar tanaman (crop wild relatives) yang hidup di habitat alami seperti hutan, padang rumput, atau daerah pesisir. Meski sering luput dari perhatian, kerabat liar memiliki keunggulan genetik yang sangat berharga yang seringkali tidak dimiliki oleh tanaman budidaya. Misalnya, mereka bisa memiliki ketahanan alami terhadap penyakit, toleransi terhadap kekeringan, atau kemampuan hidup di tanah marginal.

Dalam pemuliaan tanaman modern, gen dari kerabat liar dapat digunakan untuk memperkuat varietas budidaya agar lebih tahan terhadap tantangan lingkungan. Konservasi kerabat liar, baik di habitat aslinya (in situ) maupun di luar habitat aslinya (ex situ) seperti Bank biji, menjadi langkah strategis dalam menjaga fleksibilitas dan ketahanan sistem pangan.

A; Biji pisang liar. B; Biji kacang liar kerabat dari tanaman kacang hijau dan kacang panjang

Bank Biji: Asuransi Kehidupan

Bank biji adalah fasilitas penyimpanan biji dalam kondisi terkendali, biasanya bersuhu dingin (sekitar -20°C) dan kelembapan rendah. Tujuannya adalah untuk mempertahankan viabilitas dan keragaman genetik tumbuhan selama mungkin, sehingga biji bisa ditumbuhkan kembali ketika dibutuhkan baik untuk penelitian, pembiakan varietas baru atau pemulihan ekosistem yang rusak.

Fungsi bank biji tak ubahnya seperti asuransi genetik. Ketika suatu varietas menghilang di alam atau ketika bencana alam menghancurkan sumber benih petani, bank biji dapat menjadi tempat “membuka lemari penyelamat” untuk menghidupkan kembali tanaman yang hilang.

Coldroom ; Fasilitas penyimpanan koleksi biji pada suhu -20°C

Konservasi Ex Situ: Dari Lapangan ke Bank Biji

Konservasi biji bukan sekadar menyimpan biji dalam freezer. Ini adalah proses panjang: mulai dari eksplorasi dan pengumpulan di lapangan, setiap biji kemudian diuji viabilitasnya, dikeringkan, dikemas dan disimpan dalam ruang bersuhu rendah. Selain itu, data tentang asal-usul biji, kondisi lingkungan, dan pengetahuan lokal masyarakat juga ikut dicatat, karena nilai dari sebuah biji tak hanya biologis, tapi juga budaya dan sejarahnya.

Selain itu, biji yang disimpan tidak hanya untuk masa darurat. Banyak program pemuliaan tanaman, riset genetik, bahkan kegiatan edukasi dan restorasi ekosistem juga bergantung pada koleksi ini. Jadi, Bank biji sesungguhnya adalah pusat inovasi, bukan sekadar penyimpanan.

Bank Biji BRIN: Pusat Konservasi Biji Nasional

Di Indonesia, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi salah satu institusi kunci dalam konservasi sumber daya genetik tumbuhan. Melalui fasilitas Bank biji, kegiatan pelestarian biji tumbuhan dilakukan secara sistematis dan ilmiah. Biji yang disimpan terdiri dari spesies tumbuhan liar, tanaman budidaya, varietas lokal dan tradisional serta spesies liar yang berkerabat dekat dengan tanaman budidaya.

Bank biji berfungsi sebagai depositori ilmiah yang menyimpan dan memelihara koleksi biji. Sumber koleksi bank biji berasal dari hasil eksplorasi, pengoleksian dari plasma nutfah dan sumbangan.

Bank Biji BRIN tidak hanya menyimpan koleksi biji dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi penting:

• Eksplorasi dan koleksi lapangan, terutama untuk spesies yang terancam punah atau belum terdokumentasi.

• Pemantauan viabilitas biji, dengan sistem pengujian berkala untuk menjaga kualitas simpan.

• Penyimpanan jangka panjang, menggunakan ruang dingin dengan standar internasional.

• Penyediaan biji untuk penelitian, konservasi, dan pengembangan varietas baru.

Pengujian perkecambahan biji untuk mengetahui kondisi koleksi biji

Tantangan Konservasi

Meski teknologi penyimpanan makin canggih, tantangan konservasi biji tetap besar, diantaranya 1) Biaya operasional yang cukup tinggi untuk pengumpulan, penyimpanan dan pemeliharaan biji; 2) Kemampuan menjaga viabilitas biji agar tetap mampu berkecambah selama penyimpanan; 3) Risiko kerusakan genetik pada biji akibat penyimpanan yang tidak tepat; 4) Keterbatasan teknologi untuk penyimpanan dan pemeliharaan biji tertentu terutama spesies langka; 5) Kerjasama dengan peneliti dan pemangku kepentingan lainnya; 6) promosi penggunaan biji yang disimpan untuk mendukung pelestarian keragaman hayati; 7) Kebijakan riset yang terkait Bank biji; dan 8) Faktor perubahan iklim global.

Usaha bank biji dalam mengantisipasi dan mengatasi tantangan-tantangan ini sangat diperlukan agar kegiatan melestarikan keragaman hayati tumbuhan dapat berjalan dengan efektif. Pelestarian keragaman hayati tumbuhan pada dasarnya adalah melestarikan kehidupan makhluk hidup, termasuk kelangsungan eksistensi manusia di muka bumi ini.

Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Melalui bank biji, kita menanam harapan dalam bentuk paling sederhana yaitu biji. Sekilas kecil dan sepele, namun di dalamnya tersimpan kemungkinan untuk memberi makan dunia, menyembuhkan tanah, dan menjaga keragaman hayati. Karena bisa jadi, satu biji kecil yang kita simpan hari ini, adalah kunci untuk menyelamatkan masa depan.

Menjaga keragaman genetik tanaman bukan hanya tugas ilmuwan atau lembaga riset, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kita semua adalah bagian dari ekosistem yang saling bergantung, dan bank biji menjadi salah satu jembatan antara masa lalu, masa kini dan masa depan yang berkelanjutan. Semua kalangan dapat berkontribusi dengan menyimpan biji baik hasil riset maupun non riset di Bank Biji BRIN sebagai langkah awal menyiapkan harapan untuk masa depan.