Antusias Seorang Mahasiswa Untuk Peduli Lingkungan dan Mengajarkan New Normal

you are what you drive
Tulisan dari ade baharuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Semarang (19-07-20) – Pandemi yang terjadi diberbagai penjuru dunia mengakibatkan berbagai perubahan pola terhadap lini ekonomi dan para pelakunya. Hal yang ikut terkena dampak dari pandemik salah satunya di bidang pendidikan. Dengan dianjurkannya melakukan physical distancing maka kegiatan pendidikan harus dilakukan dengan daring. Begitu juga yang dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang akan melakukan kegiatan KKN yang juga harus dilaksanakan secara daring. Beruntung nya KKN secara daring tidak menyurutkan antusias para mahasiswa. Mahasiswa KKN TIM II dari Universitas Diponegoro melakukan KKN secara daring. Kegiatan KKN dilakukan di sekitar rumah yaitu Jl. Papandayan Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Pada Senin, 13 Juli 2020 dilakukan penyuluhan mengenai penting nya menerapkan pola hidup baru dengan merujuk pada new normal.

Dengan diadakannya edukasi mengenai pentingnya menerapkan dan mengubah pola hidup masyarakat setempat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dan juga terjaganya lingkungan sekitar individu. Tidak hanya itu, dengan menerapkan protokol new normal diharapkan dapat meningkatkan ekonomi mereka. Mengapa bisa demikian? Karena new normal tidak hanya merubah protokol kesehatan pada diri sendiri namun juga merubah pola kerja masyarakat yang awalnya offline menjadi online. Maka dari itu, kegiatan ekonomi mereka juga mulai harus berubah mengikuti pola yang sedang berkembang dan diikuti oleh konsumen. Hal ini sangat diperlukan agar mereka tetap dapat terus survive .
Semarang (02-08-20) – Kebiasaan baru telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini berakibat banyak pada sendi kehidupan masyarakat khususnya dibidang ekonomi. Banyak hal-hal baru yang harus diterapkan dalam proses bekerja mereka demi mengikuti protokol yang sedang dipublikasikan oleh pemerintah. Seorang mahasiswa yang memiliki kepedulian pada lingkungannya yang banyak dari mereka berprofesi sebagai driver ojek online. Demi memtuhi aturan yang baru, Ade Baharuddin (20) membuat sekat partisi pembatas dengan bahan seadanya bagi driver tersebut yang akan mengais rezeki dengan mengantarkan penumpang. Sekat ini bertujuan melindungi driver dan konsumen supaya mereka tidak melakukan kontak secara langsung. Dengan harapan persebaran virus corona dapat ditekan.
Dengan memberikan edukasi dan produk yang bertujuan untuk menunjang kebiasaan baru (new normal) dan memberikan pengetahuan bahwa penting nya memakai sekat ini untuk dapat mengurangi atau menekan persebaran dari virus corona yang sedang melanda. Dengan ini juga diharapkan bahwa keselamatan bagi driver dan juga konsumen akan dapat lebih terjamin. Menurut kabar yang diberitakan bahwa virus ini dapat menular melalui udara maka bila konsumen atau driver sedang menanyakan sesuatu, pembicaraan mereka tidak langsung mengenai satu sama lain namun ad apenghambatnya terlebih dahulu. Hal ini jelas akan lebih aman dibandingkan bila terjadi kontak secara langsung. Banyak kegiatan yang dapat menunjang program ini seperti menyemprotkan desinfektan kepada helm konsumen yang sudah selesai dipakai dan membayar pesanan melalui e-money.
Oleh : Ade baharuddin ( Manajemen / Fakultas Ekonomika dan Bisnis )
