Konten dari Pengguna

Lebih Dekat dengan Sosok W.S. Rendra

Ade Irmandari

Ade Irmandari

I am a student of Syarif Hidayatullah State Islamic University with a concentration in Indonesian Language and Literature Education.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Irmandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapakah W.S. Rendra?

Adakah diantara kalian yang tidak mengenal Rendra? Willibrordus Surendra Bawana atau akrab disapa W.S. Rendra. Rendra lahir pada November 1935 di Jawa Tengah. Rendra berasal dari keluarga Katolik yang dibesarkan di lingkungan budaya Jawa. Rendra menulis naskah drama yang berjudul Orang-Orang di Tikungan Jalan dan berhasil mendapat penghargaan. Penghargaan itulah yang membakar semangat Rendra untuk terus menulis naskah.

Rendra terkenal sebagai sastrawan yang sangat mencintai kebebasan dan memberontak terhadap kekangan. Tulisannya terus saja bermunculan, puisi, prosa, esai, dan drama, untuk menanggapi keterkekangan yang berhasil dipotretnya.

Apa Peran Rendra dalam Dunia drama dan Teater di Indonesia

Sejak umur belasan tahun Rendra sudah tertarik untuk mengarang. Meskipun berkali-kali ditolak, akhirnya cerita pendek karya Rendra diterbitkan juga oleh majalah Kisah. Cerita pendek yang diterbitkan oleh majalah itu berjudul Ia Punya Leher yang Indah dan diterbitkan pada bulan april 1956. Rendra lalu mendirikan grup bernama Bengkel Teater. Bengkel Teater menjadi tempat pemuda-pemuda berbakat dan gelisah. Rendra mengangap kegelisahan seperti itu wajar dalam proses pendewasaan diri. Pemuda-pemuda tersebut menemukan jalan keluarnya, yaitu setelah menghayati persoalan hidupnya. Hal itulah yang menyebabkan Rendra merasa cocok memberi nama Bengkel Teater kepada grup drama yang dipimpinnya.

Rendra berpendapat bahwa seniman harus peka terhadap getaran kehidupan. Kepekan-kepekaan Rendra dalam menanggapi kehidupan itu terbukti pada sajaknya yang berjudul Senggok Jagung. Sajak itu mencerminkan tanggapan Rendra pada masalah pendidikan yang kacau dan penggangguran yang semakin bertambah di kalangan remaja.

Apa saja Karya-karya W.S Rendra?

Karya-karya Drama W.S Rendra, dibagi dua bagian, yaitu karyanya sendiri dan karya terjemahan. Drama yang merupakan karya Rendra sendiri yaitu Kaki Palsu, Orang-Orang di Tikungan Jalan, Bungsu Semerah Darah, Cinta Dalam Luka, Bip Bop, Kaum Urakan, Dunia Azwar, Sekda, Perompak, Penembahan Reso.

Selanjutnya, drama asing yang berhasil diterjemahkan ialah Hanya Satu Kali, Perang dan Pahlawan, Orang-Orang Kasar, Oidup Sang Raja, Qosidah Berzanji, Macbeth, Menunggu Godot, Pangerang Hambrug, Matodom dan Burung Kondor, Oidipus Berpulang Lysistrata, Egmot, Perjuangan Suku Naga, Lingkaran Putih, Hamlet, dan Mencari Keadilan

Lika-liku perjalanan hidup Rendra dalam dunia kesenian layak menjadi pembelajaran khususnya bagi remaja yang sedang dalam proses membangun jati diri. Sejak umur belasan tahun, semangat Rendra dalam menulis terus melambung. Penolakan yang datang berkali kali tidak membuat Rendra gentar.

Rendra melihat bahwa kesenian drama dan teater bukan hanya sebagai wadah hiburan masyarakat tetapi juga wadah dalam mengembangkan diri sendiri, orang-orang sekitar, bahkan negara. Rendra sangat setuju bila keadilan itu diperjuangkan, walaupun perjuanagan itu berakibat seru. Sebagai seniman dan anggota masyarakat, Rendra merasa bertanggung jawab menyuarakan hasrat dan pendapatnya tentang keadilan sosial, ekonomi, sosial, dan politik, Rendra tidak hanya mengungkapkan dalam bentuk sajak saja, akan tetapi, ia juga mengungkapkannya dalam bentuk drama.