Konten dari Pengguna

PESONA Desa Tegalrejo: Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Adelia Rizky

Adelia Rizky

Mahasiswa Statistika Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adelia Rizky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BANYUWANGI – Transformasi digital di sektor ekonomi kini tidak hanya menjadi domain perkotaan, namun juga milik semua orang termasuk warga pedesaan. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Airlangga melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 menginisiasi gerakan digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Program bertajuk PESONA (Pengembangan Ekonomi Melalui Sinergi Objek Wisata dan UMKM) ini menghadirkan dua solusi konkret: pencatatan lokasi usaha berbasis digital melalui Google Maps dan penerapan QRIS ShopeePay untuk memudahkan transaksi non-tunai.

"Kami melihat banyak pelaku usaha di desa ini memiliki produk dan potensi besar, tetapi belum terdigitalisasi. Lewat Google Maps, usaha mereka bisa ditemukan oleh wisatawan atau pembeli dari luar daerah. Lewat QRIS, transaksi jadi lebih praktis dan aman," ujar Nadhea, koordinator program PESONA di Desa Tegalrejo.

Kunjungan Mahasiswa BBK 8 UNAIR mendampingi pelaku UMKM dalam penambahan lokasi di Google Maps

Proses dilakukan dengan sistem door to door di mana mahasiswa mendatangi langsung para pemilik usaha di desa Tegalrejo. Hasilnya cukup memuaskan yaitu sejumlah toko dan warung kini telah terdaftar di Google Maps dan memiliki opsi pembayaran digital berupa QRIS. Para pelaku usaha mengaku senang dengan pendampingan ini karena selama ini mereka kesulitan mengakses teknologi tersebut secara mandiri.

Pelaku UMKM melakukan sesi tanya-jawab dengan Profesor Bambang

Selain itu, mahasiswa BBK mengundang Profesor Bambang selaku dosen pada bidang pariwisata dan perhotelan untuk menjadi pembicara yang memberikan materi terhadap para pelaku usaha yang ada di Desa Tegalrejo. Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dengan sejumlah peserta yang membahas bibit usahanya masing-masing serta berkonsultasi singkat dengan Profesor Bambang.

"Potensi wisata dan UMKM di desa ini sangat besar. Kami ingin membantu mereka agar lebih siap menghadapi era digital dan mampu menarik lebih banyak pengunjung," ujar Prof. Bambang.

Profesor Bambang memberikan materi dalam mengelola bibit usaha pada pelaku usaha UMKM Desa Tegalrejo

Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Tegalrejo untuk lebih terbuka terhadap digitalisasi. Dengan dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin desa ini akan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Banyuwangi dalam mengembangkan ekonomi berbasis teknologi.