PMM 56 UMM Gelar Sosialisasi Kepada Orang Tua Cara Menjadi Guru di Rumah

Mahasiswa UMM
Tulisan dari Adelia Septiani Restanti Tania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gelar sosialisasi orang tua, mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 56 Universitas Muhammadiyah Malang memberikan strategi efektif dalam menghadapi anak selama belajar di rumah. Sosialisasi tersebut bertempat di SD 3 Mulyarjo, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Mengusung tema “Kesiapan Orang Tua Menjadi Guru di Rumah”, sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa wali murid dari SD 3 Mulyoarjo (18/08).
Selain membagi tips kiat-kiat menjadi guru di rumah, kegiatan ini juga menampilkan video edukasi dari Dinas Pendidikan mengenai strategi menghadapi anak selama belajar di rumah, serta komunikasi efektif terhadap anak. Dalam penyampaian materi, Rachel Putri, Koordinator KKN 56 menyampaikan salah satu materi mengenai tipikal belajar anak. Ia mengatakan akan lebih baik jika orang tua memahami dan mengenal tipikal belajar anak di rumah. Seperti tipe belajar kinestetik, yaitu belajar sambil bergerak, auditori yaitu belajar sambil mendengarkan, visual yaitu belajar sambil melihat, sementara audio visual yaitu belajar sambil melihat. “Memahami tipikal belajar anak akan membantu orang tua dalam mengenal apa yang disukai anak,” ujar mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab tersebut.
Selama pembelajaran daring, terdapat kendala ketika menjadi guru di rumah. Hal ini diakui Tri Indah Lestari, salah satu wali murid yang hadir bahwa materi yang diberikan, serta waktu yang terbatas merupakan kendala-kendala selama daring. Materi yang diberikan kepada anak tentu mengharuskan penjelasan yang maksimal dari orang tua, tidak hanya dari internet saja. “Terkadang yang menjadi kendala adalah penjelasan materi yang kita harus berikan sedetail dan semaksimal mungkin kepada anak. Kalau teknologinya menurut saya aman-aman saja, karena milenial,” ucapnya.
