Pelatihan Media Sosial Mahasiswa KKN UP Dukung Pelestarian Gunung Munara

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Adelia Utami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bogor - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema Eco-Green di desa wisata Gunung Munara yang terletak di Kampung Sawah RT 07/RW 02, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor yang telah berlangsung pada tanggal 18 sampai dengan 27 Juli 2025. Mengusung judul “Pelatihan Media Sosial sebagai Sarana Promosi Pelestarian Lingkungan Gunung Munara,” kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara positif, selasa (5/8).

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Kelompok 17 dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila terdiri dari 10 mahasiswa yang beranggotakan Ni Nyoman Diva P, Muhamad Deffa I, Meisya Ayu S, Sultan Arbi, Davina Firza D, Fitasya Cinta N, Adelia Utami, Davin Saputra, Atikah Hafizhah dan Ida Ayu Intan P. S, dengan didampingi oleh dosen pembimbing KKN Suluh Gembyeng Ciptadi, M.Si. Selama 10 hari, mereka telah menjalankan serangkaian kegiatan edukatif, mulai dari observasi, edukasi lingkungan mengenai penggunaan trash bag, penyediaan papan tanda kesadaran lingkungan, pelatihan dasar fotografi dan videografi serta promosi di media sosial, hingga diskusi bersama warga Desa Wisata Gunung Munara.
Pelaksanaan program KKN diawali dengan kunjungan awal ke kawasan Gunung Munara untuk observasi potensi alam, destinasi wisata, dan identifikasi persoalan lingkungan yang terjadi di sekitar wilayah Desa Wisata Gunung Munara. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat setempat, yaitu Ketua RT 07/RW 02, Bapak Yanto, yang menyambut hangat kedatangan kelompok KKN 17.
Bapak Yanto, salah satu Ketua RT di Desa Wisata Gunung Munara, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa yang membawa semangat dan ide-ide segar ke tengah masyarakat.
“Anak-anak mahasiswa ini datang dengan semangat dan ide segar. Meski kegiatan mereka tidak melibatkan warga secara langsung dalam pembuatan konten, tapi mereka sudah berbagi banyak wawasan penting soal manfaat media sosial dan pelestarian alam,” ujar RT Yanto.
Program berikutnya, Kelompok KKN 17 menyelenggarakan edukasi mengenai pelatihan teknik dasar fotografi dan videografi serta promosi di media sosial kepada para pemuda sekitar. Melalui diskusi informal dan media visual seperti materi presentasi sederhana yang menarik, mahasiswa menjelaskan bagaimana pemanfaatan kamera handphone dan juga media sosial yang dapat menjadi sarana promosi wisata lokal, khususnya dalam konteks keberlanjutan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, salah satu pemuda setempat, Rendi, menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menyatakan ketertarikannya terhadap teknik dasar fotografi dan videografi yang disampaikan dalam sesi pelatihan.
“Saya sangat tertarik dengan materi yang disampaikan, penyampaiannya juga cukup jelas. Saya akan mencoba menerapkan apa yang telah dijelaskan selama edukasi pelatihan,” ujar Rendi.
Selain program edukasi pelatihan, Kelompok KKN 17 melanjutkan program kerja berikutnya, yaitu kegiatan pembuatan konten visual edukatif. Mahasiswa memproduksi konten edukasi lingkungan berupa video pendek dengan narasi informatif yang memuat pesan-pesan kesadaran lingkungan berdurasi kurang dari 1 menit, menggambarkan potensi Gunung Munara sebagai destinasi wisata edukatif dan ramah lingkungan. Konten promosi ini memuat berbagai tema kampanye kesadaran lingkungan, meliputi:
1. Pendakian Tanpa Jejak (Leave No Trace Munara)
Konten ini mengajak pendaki untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dengan membawa kembali sampah yang mereka hasilkan selama perjalanan. Dengan visual menarik dan narasi menyentuh, video ini menanamkan kesadaran bahwa setiap langkah pendakian harus disertai dengan rasa hormat terhadap alam. Kampanye ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan jalur pendakian sebagai bentuk cinta terhadap Gunung Munara dan lingkungannya.
2. Munara Hijau
Melalui kampanye ini, mahasiswa menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga vegetasi dan pepohonan di sepanjang jalur pendakian. Konten ini mengedukasi masyarakat dan wisatawan agar tidak merusak atau mengambil bagian dari tumbuhan yang tumbuh alami di kawasan hutan. Pesan utamanya adalah bahwa keindahan alam yang asri adalah warisan yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan ekosistem.
3. Siap Naik, Siap Bawa
Kampanye ini menyoroti kebiasaan konsumsi para pendaki yang sering kali meninggalkan sampah plastik. Konten video ini mengajak wisatawan untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri, seperti tumbler dan tempat makan, sebagai bentuk kontribusi kecil yang berdampak besar dalam menjaga kebersihan Gunung Munara. Dengan pendekatan yang membumi dan relatable, pesan kampanye ini ingin menanamkan budaya mendaki yang bijak dan minim sampah.
4. Munara Bebas Puntung
Video ini mengedukasi tentang bahaya puntung rokok dan dampaknya terhadap ekosistem hutan. Kampanye ini menyampaikan ajakan agar para pendaki tidak merokok maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan Gunung Munara. Melalui konten ini, mahasiswa menumbuhkan pemahaman bahwa tindakan kecil seperti membuang puntung sembarangan bisa berdampak besar terhadap lingkungan, termasuk risiko kebakaran hutan dan pencemaran.
5. Munara Eco Trail
Kampanye ini mengajak wisatawan untuk tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami nilai historis dan budaya yang ada di Gunung Munara. Video ini memperkenalkan jalur pendakian sambil menampilkan situs-situs penting seperti Gua Bung Karno, jejak kaki Si Kabaya, dan petilasan Sultan Hasanuddin. Konten ini menggabungkan nilai konservasi dengan sejarah lokal, serta mengajak audiens menjaga dan menghormati warisan tersebut sebagai bagian dari pengalaman wisata yang bermakna.
Dalam kegiatan pembuatan konten promosi di Desa Wisata Gunung Munara, Kelompok KKN 17 juga menjalankan program pemasangan papan tanda atau plang di beberapa titik strategis jalur pendakian Gunung Munara yang bertuliskan pesan-pesan kesadaran lingkungan guna memelihara kelestarian lingkungan Gunung Munara.
Ketua kelompok KKN, Davina Firza, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman awal bahwa media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi bisa menjadi alat strategis untuk membangun citra positif desa dan menarik perhatian wisatawan yang peduli lingkungan.
“Kami berharap meski warga belum terbiasa membuat konten, setidaknya mereka memahami bagaimana potensi kampung ini bisa dipromosikan secara positif dan berkelanjutan. Mahasiswa juga mendapatkan banyak pelajaran hidup dari keterlibatan langsung di lingkungan masyarakat,” ujar Davina.
Selama program berlangsung, mahasiswa mendapatkan dukungan penuh dari warga Kampung Sawah. Keakraban terbangun melalui interaksi harian, mulai dari kegiatan sosialisasi dan edukasi pelatihan hingga saling bantu dalam kegiatan dokumentasi.
Melalui kegiatan program Kerja Kuliah Nyata ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila berharap semangat pelestarian alam dan pemanfaatan teknologi informasi yang telah diperkenalkan selama KKN dapat terus berkembang dan menginspirasi masyarakat di sekitar Gunung Munara.
