Santap Bakso setelah Bersilaturahmi, Menu Favorit saat Lebaran

Undergraduate Journalism Student at Padjadjaran University
Konten dari Pengguna
21 Juni 2022 18:23
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Adelia Putri Rejeki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bakso yang dilengkapi dengan beragam topping, seperti kaldu, pangsit, tahu coklat, bawang goreng, seledri, mie kuning, dan bihun. (Foto: @deviirwantari)
zoom-in-whitePerbesar
Bakso yang dilengkapi dengan beragam topping, seperti kaldu, pangsit, tahu coklat, bawang goreng, seledri, mie kuning, dan bihun. (Foto: @deviirwantari)
ADVERTISEMENT
Bakso menjadi menu makanan yang banyak dicari orang saat lebaran. Pasalnya, makanan ini menjadi menu favorit karena kuahnya yang segar, sehingga bisa meredakan penat atau pusing setelah bertemu banyak orang. Perpaduan sambal, saus, dan kecap dengan kuah kaldu menjadi daya tarik tersendiri pada makanan ini, terlepas dari kelezatan rasa baksonya sendiri.
ADVERTISEMENT
Bakso merupakan makanan yang berasal dari perpaduan antara Tionghoa dan Indonesia. Hal ini diketahui dari istilah bakso yang berasal dari kata ‘Bak-So’ yang berarti daging giling dalam bahasa Hokkien. Selain itu, Bak juga berarti daging babi dan So berarti kuah, maka jika digabungkan berarti kuah dengan daging babi. Namun, karena penduduk Indonesia kebanyakan beragama Islam, maka bakso dibuat dengan daging sapi, ayam, dan ikan. Hal ini dilansir dari sejarahlengkap.com yang ditulis oleh Adara Primadia.
Berdasarkan pengakuan salah seorang Ibu rumah tangga yang tidak pernah alfa menyiapkan bakso saat lebaran, Mahdiyati (40), bakso menjadi menu wajib yang harus ada di atas meja ketika lebaran, karena selain rasanya yang nikmat, makanan ini juga mudah disediakan. Biasanya, kuah kaldu bakso yang gurih, ditambah perpaduan antara sambal, kecap, saus, dan kenikmatan rasa baksonya membuat orang-orang kembali bersemangat.
ADVERTISEMENT
“Menu bakso saat lebaran tidak pernah terlewatkan, sebab selalu dicari oleh saudara dan keponakan yang datang ke rumah,” ujar Mahdiyati.
Bakso merupakan salah satu makanan yang mudah didapatkan. Pasalnya, saat lebaran banyak sekali pedagang yang tutup, namun keberadaan pedagang bakso keliling tetap mudah ditemukan dan juga tersedia di restoran-restoran besar. Sekarang bakso juga tersedia dalam bentuk frozen food yang dijual di pasar swalayan, supermarket, dan toko-toko frozen food, sehingga semakin mudah untuk menyetok dan menyajikan bakso.
Dalam penyajiannya, bakso biasanya disajikan saat masih panas dan dipadukan dengan berbagai macam toping, seperti bawang goreng, seledri, bihun, tauge, sawi, siomay, tahu putih, dan coklat. Bakso juga memiliki jenis dari olahan daging sapi, ayam, ikan yang beragam seperti, bakso beranak, urat, telur, mercon, mozarella, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Mahdiyati mengatakan, dirinya memiliki toko frozen food sendiri yang produknya bekerjasama dengan UMKM, sehingga di rumahnya bisa menyetok bakso sekitar kurang lebih lima bungkus dengan berat yang beragam, seperti setengah ataupun sekilo. Dirinya mengaku dengan adanya bakso dalam bentuk frozen sangat menguntungkan, sebab sangat memudahkan ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyiapkan hidangan bakso di hari-hari besar, seperti lebaran, karena tinggal merebus bahan-bahan yang sudah tersedia dalam kemasan dan tinggal menambahkan topping yang diinginkan, seperti menambahkan tahu, bihun, dan lain-lain.
“kebetulan saya jualan bakso dalam bentuk frozen food, satu set berisi bakso biasa ataupun mercon dan biang kaldu yang berisi tetelan, jadi kuah kaldu yang tersedia tinggal ditambahkan air secukupnya, lalu didihkan. Kemudian, setelah bakso dan kaldu mendidih, sudah bisa langsung disantap,” ungkap Mahdiyati.
ADVERTISEMENT
Menurut pengakuan salah seorang penikmat bakso, Wulanda (20), bakso menjadi menu alternatif ketika lebaran, sebab olahan makanan yang disajikan saat lebaran umumnya berbahan dasar santan, seperti sayur ketupat, opor, rendang, dan masih lagi. Makanan dengan olahan santan biasanya bertahan lama, sehingga bisa dimakan berhari-hari. Jadi, orang merasa bosan dengan makanan khas lebaran setelah makan berhari-hari dan memilih menu alternatif lain, seperti bakso.
Menyantap bakso setelah bertemu dengan orang banyak sangat bisa menghilangkan sakit kepala, karena kuahnya yang segar cocok untuk disantap pada saat-saat tersebut. Wulanda mengatakan, dirinya biasanya mengkonsumsi bakso dengan membelinya pada pedagang keliling ataupun yang menetap. Jumlah pedagang bakso di sekitar rumahnya berjumlah lima pedagang, ditambah dua yang keliling.
ADVERTISEMENT
“Terhitung dari satu hingga tujuh syawal, saya sudah makan bakso sebanyak lima kali. Pedagang yang berjualan bakso di sekitar rumah ada lima dan yang keliling ada dua pedagang,” ujar Wulanda.
Wulanda mengatakan, tahun ini tidak pulang ke kampung karena sudah melakukannya sebelum lebaran. Jadi, tahun ini merayakan lebaran di Jakarta. Dirinya mengaku, jika lebaran di kampung, bakso dibuat sendiri bersama dengan saudaranya, kaldu yang dipakai biasanya menggunakan kaldu sasetan atau bumbu siap saji.
“Biasanya kalau di kampung, saya buat bakso sendiri bersama dengan saudara saya. Nah, karena lebaran tahun ini di Jakarta, jadi baksonya beli saja, banyak jugakan sekitaran rumah yang jual,” ujar Wulanda.
Wulanda mengatakan, sangat suka pedas hingga level kepedasannya terbilang cukup tinggi. Dirinya mengaku setiap makan bakso menuangkan sebanyak empat sampai lima sendok sambal ke dalam mangkuk untuk meracik kuah baksonya, ditambah kecap dan saus sambal sebagai pelengkapnya. Topping yang digunakan juga beragam seperti bihun, tauge, mie kuning, tahu putih dan coklat, bawang goreng, seledri, dan ditambahkan jeruk nipis. Jenis bakso yang sangat disukainya adalah bakso urat, namun tidak menutup kemungkinan untuk memakan jenis bakso lainnya.
ADVERTISEMENT
“Bakso yang paling saya suka adalah bakso urat, biasanya saya menuangkan sambal sebanyak empat sampai lima sendok ke dalam mangkuk untuk menciptakan cita rasa yang nikmat,” ujar wulanda.
Umumnya, bakso memang mudah ditemukan dimana saja dan kapan saja, sehingga menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang digemari oleh banyak orang. Rasanya yang lezat, gurih, dan segar dapat menggugah selera orang, sehingga dapat membangkitkan kembali energi yang mulai pudar setelah melakukan silaturahmi atau bertemu dengan banyak orang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020