Konten dari Pengguna

Menikmati Malam Estetik di Kota Lama Semarang, Serasa ke Eropa Tanpa Paspor

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adella Devita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Penulis

Semarang, 12 Oktober 2025

Malam itu aku cuma niat mencari suasana tenang untuk melepas penat setelah seminggu penuh kerjaan yang padat. Tanpa rencana yang jelas, aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke Kota Lama Semarang. Kawasan bersejarah yang belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Tempat ini terkenal dengan pesonanya yang mirip Kota Tua di Eropa, terlihat dari bangunan kuno dengan arsitektur kolonial, jalan berbatu, serta pencahayaan jalan yang hangat dan estetik. Lampu-lampu yang menggantung di sepanjang trotoar menciptakan suasana romantis yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Berjalan di Kota Lama bukan hanya sekadar wisata malam, tapi merupakan pengalaman menyusuri waktu dimana tiap langkahnya membawaku lebih dekat dengan sejarah, seni dan keindahan yang abadi.

Foto oleh Penulis

Begitu memasuki Kawasan Jalan Branjangan, aku langsung disambut dengan suasana yang berbeda. Di sisi kiri, ada papan jalan hijau yang khas, sementara di sisi kanan tampak becak tua terparkir dibawah cahaya lampu jalan yang klasik. Udara malam Semarang yang lembab terasa begitu bersahabat, ditemani lalu lalang wisatawan dan obrolan grup teman dari kafe di tepi jalan.

Foto oleh Penulis

Tak jauh dari sana terdapat bangunan megah Gedung Marba, ikon legendaris Kota Lama yang tetap kokoh meskipun sudah berumur lebih dari seabad. Dinding merah bata yang sedikit terkelupas memberikan kesan autentik, seolah tiap retakannya menyimpan cerita masa lalu. Selain itu, banyak pengunjung yang berhenti untuk berfoto, sementara yang lain duduk santai menikmati musik jalanan dari seniman lokal.

Foto oleh Penulis

Beberapa langkah lagi, aroma dari Otten Coffee menyapa hidungku. Dari luar, kafe itu tampak modern namun tetap harmonis dengan bangunan lawas di sekitarnya. Lampu gantung berornamen emas, bunga di pot gantung, dan kursi kayu di tepi trotoar membuat siapapun betah berlama-lama. Sambil menyeruput kopi, aku memperhatikan lalu lintas kecil yang melintas di jalan berbatu. Momen itu rasanya seperti sedang duduk di kafe kecil Roma atau Praha—padahal ini masih di Semarang.

Kini Kota Lama Semarang dikenal sebagai salah satu kawasan wisata sejarah paling populer di Indonesia. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pariwisata berhasil melakukan revitalisasi tanpa menghilangkan karakter aslinya. Area ini kini lebih tertata, ramah bagi pejalan kaki, dan dipenuhi lampu-lampu jalan bergaya vintage yang tentu menjadi spot foto 'favorit' pengunjung.

Kawasan ini juga dipenuhi berbagai tenan kreatif seperti coffee shop, galeri seni dan toko suvernir lokal yang memperkuat citra Kota Lama sebagai 'ruang publik berbudaya'.

Bagi yang ingin liburan singkat tanpa perlu keluar negeri, Kota lama Semarang bisa jadi pilihan tepat. Karena disini, setiap sudutnya terasa seperti postcard dari masa lalu yang romantis, bersejarah dan menenangkan.

Foto oleh Penulis

Kota Lama – Semarang

Tanjung Mas, Kec. Semarang Utara , Kota Semarang, Jawa Tengah

Nama : Adella Devita