Mahasiswa PMM UMM Bantu Tingkatkan Nilai Jual Produk UMKM Kerupuk Bawang

mahasiswa umm
Tulisan dari ADELYA LUSYTA HARDJIYANTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyuwangi – Teknologi pengemasan terus berkembang dari waktu ke waktu mulai dari proses pengemasan yang bersifat tradisional hingga pengemasan yang sifatnya modern. Dahulu orang-orang hanya mengenal alat pengemas secara tradisional berupa dedaunan, namun dengan berkembangnya teknologi masyarakat mulai melakukan pengemasan produk dengan menggunakan plastik, kertas, kaleng dan lainnya.

Pengemasan dan labeling yang menarik tentu sangat diperlukan dalam mendukung nilai jual produk. Namun sayangnya belum semua UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dapat menerapkannya. Hal tersebut membuat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan survei kepada masyarakat Desa Sumbersewu yang sudah memiliki usaha namun tidak menerapkan packaging dan labeling yang baik.
Jumat pagi (02/10/2020) Mahasiswa UMM kembali mendatangi salah satu pemilik usaha kerupuk yang berada di Desa Sumbersewu bernama Mbah Ginah dengan umur 67 tahun yang dibantu oleh anak perempuannya yang bernama Ibu Tuti. Usaha krupuk yang dijalankan oleh Mbah Ginah sudah berjalan selama satu tahun. Pengemasan yang dilakukan pun seadanya dan pemasaran produknya hanya dititipkan kepada para pedagang sayur keliling.
Dengan keadaan tersebut membuat mahasiswa UMM kelompok 78 melakukan pembuatan label ‘Kerupuk Bawang Mbah Ginah’ yang di digunakan dalam proses pengemasan kerupuk. Mahasiswa UMM juga memberikan penjelasan kepada Ibu Tuti bagaimana tahapan proses pengemasan yang baik. Produk yang akan dijual, dikemas dengan berbagai macam takaran dari 1 kg, ½ kg dan ¼ kg.
Tidak hanya membantu Mbah Ginah dalam mengemas produk kerupuknya, mahasiswa UMM juga membantu dalam proses pemasaran. Dari menawarankan produk di toko – toko yang berada di wilayah Desa Sumbersewu hingga melakukan pemasaran melalui media online yang nantinya akan di kelola oleh Ibu Tuti. “Saya senang karena dibantu dalam penjualan kerupuknya, apalagi dibantu dibuatkan label. Saya berharap dengan adanya label bisa membuat usaha saya semakin banyak dikenal masyarakat” ujar Ibu Tuti selaku anak pemilik usaha kerupuk.
Tujuan kegiatan pembuatan packaging dan labeling ini agar produk yang dijual terlindungi dari kerusakan, memiliki nilai estetika yang menjadi alasan mengapa orang milih atau membeli produk kerupuk Mbah Ginah, dan menambah nilai jual karena kemasan yang menarik. Dalam pembuatan packaging dan labeling ini di harapkan agar penjualan produk lebih meningkat lagi sehingga bisa membantu perekonomian warga di Desa Sumbersewu.
