Praktis atau Boros? Gen Z dan Kebiasaan Pesan Makanan Online
Tulisan dari Adelya Nilam Qonita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Generasi Z atau sering disebut dengan GEN Z adalah generasi yang lahir di era digital, dengan teknologi yang memudahkan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan oleh Gen Z saat ini adalah memesan makanan secara online. Kebiasaan ini sering dianggap lebih praktis, tetapi sisi lainnya juga dapat membuat pengeluaran menjadi lebih banyak.
Oleh karena itu, Gen Z perlu mengatur kebiasaan pesan makanan online dengan membuat anggaran, memanfaatkan promo secara bijak, dan tidak memesan setiap hari agar tetap hemat sambil tetap bisa menikmati kepraktisannya.
Alasan Gen Z Memilih Pesan Makanan Online
Praktis dan Hemat Waktu
Banyak dari kalangan Gen Z yang memiliki aktivitas padat, seperti kuliah, magang, organisasi, atau pekerjaan paruh waktu. Memasak memerlukan waktu untuk menyiapkan bahan, memasak, serta mencuci peralatan setelah memasak dan makan. Dengan memesan makanan online dianggap lebih praktis karena hanya perlu memilih menu lewat aplikasi dan makanan akan diantar ke tempat mereka.
Banyak Pilihan Makanan
Aplikasi pesan makanan online menyediakan banyak pilihan makanan, mulai dari makanan rumahan, makanan cepat saji, hingga makanan viral yang sedang tren. Gen Z bisa memilih makanan sesuai keinginan mereka tanpa harus repot memasak sendiri.
Mudah Karena Teknologi
Hampir semua Gen Z menggunakan smartphone, sehingga mereka terbiasa menggunakan aplikasi untuk memesan makanan. Pembayaran juga dapat dilakukan dengan mudah menggunakan dompet digital, yang membuat proses pemesanan menjadi cepat dan tidak rumit.
Banyak Promo dan Gratis Ongkir
Promo dan gratis ongkos kirim dari aplikasi pesan makanan menjadi daya tarik bagi Gen Z. Banyak yang merasa harga makanan lebih murah dengan adanya promo tersebut, sehingga mereka lebih memilih untuk memesan makanan online dibandingkan memasak.
Apakah Pesan Makanan Online Membuat Boros?
Meskipun terlihat praktis, kebiasaan memesan makanan online secara terus-menerus dapat membuat pengeluaran menjadi lebih besar. Harga makanan yang sudah termasuk biaya layanan dan ongkos kirim biasanya lebih mahal dibandingkan dengan memasak sendiri.
Jika dilakukan setiap hari, kebiasaan ini dapat memengaruhi kondisi keuangan Gen Z, terutama bagi mereka yang masih mengandalkan uang saku atau gaji dari pekerjaan paruh waktu.
Tips Tetap Hemat Saat Pesan Makanan Online
Memesan makanan online tidak salah, tetapi Gen Z perlu mengatur kebiasaan ini agar tidak membuat pengeluaran menjadi boros. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
Atur Jadwal Memesan Makanan: Tidak perlu memesan makanan setiap hari. Cobalah untuk memasak makanan sederhana beberapa kali dalam seminggu.
Manfaatkan Promo dengan Bijak: Gunakan promo hanya ketika benar-benar dibutuhkan, bukan karena tergoda promo semata.
Buat Anggaran Khusus: Pisahkan anggaran untuk pesan makanan online agar pengeluaran tetap terkontrol.
Pilih Menu yang Sehat dan Terjangkau: Hindari memesan makanan hanya karena tren, pilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.
Memesan makanan online memang memberikan kemudahan dan menghemat waktu bagi Gen Z, terutama dengan aktivitas yang padat. Namun, penting untuk tetap mengontrol kebiasaan ini agar tidak berdampak buruk pada kondisi keuangan. Dengan mengatur pola konsumsi, Gen Z tetap bisa menikmati kepraktisan memesan makanan online tanpa membuat pengeluaran menjadi boros.
Memahami cara mengatur kebiasaan ini adalah langkah penting untuk membiasakan pola hidup hemat dan sehat bagi Gen Z yang sedang mempersiapkan masa depan mereka.

