Konten dari Pengguna

Akulturasi Islam dan Budaya Nusantara dalam Pameran AMEX 2022

Ade Tuti Turistiati

Ade Tuti Turistiati

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Anggota ICA, APJIKI, ASPIKOM. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang dan bedug sebagai media dakwah. Sumber: Foto koleksi penulis
zoom-in-whitePerbesar
Wayang dan bedug sebagai media dakwah. Sumber: Foto koleksi penulis

Jika Anda penyuka budaya atau sejarah dan sedang berkunjung ke Yogyakarta, maka AMEX patut dijadikan salah satu tujuan. AMEX (Annual Museum Exhibition) adalah acara pameran yang digelar di galeri museum Sonobudoyo. Galeri tersebut merupakan gedung ex-KONI. Menurut Yanu, gallery sitter AMEX, setiap tahunnya museum Sonobudoyo menggelar pameran dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2022, tema pameran adalah tentang kesenian Jawa dan Islam. Tema yang diangkat dimaknai sebagai hasil akulturasi pertemuan Islam dan Nusantara. Masuknya agama Islam ke Indonesia terhubung dengan berbagai tradisi dan kearifan lokal. Pengaruh Islam terhadap kesenian Jawa melahirkan corak budaya Jawa yang bernuansa Islam.

Buku dengan tulisan Arab. Sumber: Foto koleksi penulis
zoom-in-whitePerbesar
Buku dengan tulisan Arab. Sumber: Foto koleksi penulis

Dalam konsep akulturasi pertemuan antara dua kebudayaan tidak membuat kebudayaan asli menjadi hilang. Ada kekuatan dari nilai-nilai budaya dan masyarakat untuk menjaga budaya aslinya. Proses akulturasi di setiap masyarakat bisa berbeda-beda. Perbedaan ini terjadi tergantung pada bagaimana masyarakat menyikapi kebudayaan yang datang tersebut. Selain itu, karakteristik masyarakat pun berbeda dari satu daerah ke daerah lain.

Memasuki ruang pameran, kita dapat menikmati berbagai kesenian yang ada nafas Islamnya mulai dari tata bangunan, seni kaligrafi, lukisan kaca, wayang, bedug, rebana, seni rupa, sastra sampai seni pertunjukan. Dalam seni pertunjukan hanya ditampilkan benda-benda atau alat-alat yang digunakan dalam pertunjukan, seperti wayang dan alat musik. Salah satu benda unik yang dipamerkan adalah buku dengan tulisan Arab yang sekilas mirip Al-Quran namun ternyata berisi tentang cerita makanan.

Semua koleksi berasal dari museum Sonobudoyo sendiri dan beberapa benda yang dipinjamkan oleh museum KH Hasyim Asy'ari, Jombang dan museum Ronggowarsito, Semarang. Pada tahun 2022 ini, galeri dibuka dari 7 Nov – 30 Desember dari jam 09:00 – 21:00..

Yanu mengungkapkan bahwa selain AMEX, di galeri tersebut tidak ada kegiatan kecuali pada pertengahan tahun digelar pameran Abinaya selama 1 bulan. Tema AMEX setiap tahun berbeda, tahun sebelumnya (2021) bertema Upabuga “Ketika Makanan Bercerita.

Para pengunjung di hari biasa didominasi anak-anak sekolah secara rombongan. Mereka datang dari berbagai daerah tidak hanya Yogyakarta dan sekitarnya. Rata-rata jumlah pengunjung 500 orang/hari dan lebih banyak lagi pada akhir pekan. Sejak dibukanya penerbangan setelah kasus Covid-19 menurun, pengunjung museum dan AMEX juga berasal dari berbagai negara.

Pengunjung menikmati karya seni dan berfoto. Sumber: Foto koleksi penulis

Agar tidak merusak benda-benda yang dipamerkan, para pengunjung harus menjaga jarak dan tidak menyentuh benda-benda tersebut.

“A visit to a museum is a search for beauty, truth, and meaning in our lives. Go to museums as often as you can.” Maira Kalman-Seniman dan Penulis Amerika