Konten dari Pengguna

Hari Ayah di Australia: Musim Semi, Makan Bersama, dan Cinta Sederhana

Ade Tuti Turistiati

Ade Tuti Turistiati

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Anggota ICA, APJIKI, ASPIKOM. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, dll., Father’s Day atau Hari Ayah dirayakan pada bulan Juni. Namun, di negeri kanguru ini, Hari Ayah dirayakan setiap Minggu pertama bulan September, bertepatan dengan datangnya musim semi. Tahun ini Hari Ayah jatuh pada hari Minggu, 7 September.

Hiasan Hari Ayah di restoran Thailand. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Hiasan Hari Ayah di restoran Thailand. Sumber: Dokumentasi pribadi

Banyak keluarga memilih berkumpul di rumah, taman atau pantai, mengadakan barbeque, atau makan di restoran. Pada saat perayaan Hari Ayah, hampir semua restoran penuh pengunjung. Sehingga, reservasi harus dibuat sebelum kita datang ke restoran. Kecuali, kalau kita mau bersabar masuk “daftar tunggu” alias menanti beberapa saat sampai ada pengunjung di dalam restoran selesai makan. Di Australia seperti Sydney, banyak aneka restoran yang menyediakan masakan khas negara tertentu, misalnya masakan Thailand, Jepang, India, Italia, China, Korea, bahkan Indonesia. Tidak heran karen Australia merupakan negara multikultur.

Restoran di Manly Vale yang menyiapan makanan spesial di Hari Ayah. Sumber: Dok. pribadi

Di momen Hari Ayah ini, peran ayah bukan hanya sebagai “kepala keluarga”, tapi juga partner tertawa, teman bermain anak, dan sahabat bercerita. Para ayah, baik yang masih muda maupun sudah tua nampak bersuka cita. Di restoran-restoran peringatan Hari Ayah ini sangat terasa. Nampak hiasan dan ucapan selamat dipajang di meja, pintu atau digantung di dinding-dinding rumah makan. Selain itu, banyak restoran yang menawarkan menu istimewa, memberikan diskon spesial atau memberikan hadiah berupa kue atau sekadar prawn chips alias krupuk udang. Sementara itu, selain mentraktir makan ayahnya, para anak biasanya menyiapkan hadiah sederhana seperti kartu ucapan, gambar, atau kerajinan tangan. Di Australia, tradisi Father’s Day di sekolah menjadi wadah anak untuk membeli hadiah kecil dari uang saku mereka. Walau nilainya sederhana, kehangatan yang tersampaikan sangat mendalam.

Suasana restoran di Hari Ayah. Sumber: Dokumentasi pribadi

Di balik keramaian kota, esensi Hari Ayah di Sydney tetap sederhana yaitu memberi waktu sejenak untuk mengucapkan terima kasih pada sosok ayah. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, perayaan ini menjadi jeda yang penting. Ayah tidak hanya dilihat sebagai pencari nafkah, melainkan teman, pelindung, dan teladan hidup. Walaupun tidak lahir dari sejarah resmi seperti di Amerika Serikat, perayaan ini berkembang menjadi momen khusus yang sarat nilai kekeluargaan.

Sejatinya berterima kasih kepada ayah tidak harus menunggu Hari Ayah tiba. Cintai dan sayangi ayah selagi masih ada, doakan jika telah tiada.