Memperpanjang Manfaat Pakaian

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.
Konten dari Pengguna
12 Januari 2022 21:56
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memperpanjang Manfaat Pakaian (129427)
zoom-in-whitePerbesar
Toko second hand di Jepang (foto koleksi pribadi)
Pada saat terjadi bencana alam banyak orang menyumbangkan pakaian bekas pada korban bencana secara langsung maupun melalui lembaga tertentu. Namun, berbagai media melaporkan bahwa pakaian-pakaian yang didonasikan banyak yang sudah tidak layak pakai. Kondisi tersebut membuat tumpukan pakaian menggunung di tempat bencana dan akhirnya bermuara di tempat sampah.
ADVERTISEMENT
Orang kadang-kadang memberikan pakaian bekas kepada orang lain karena pakaian tersebut tidak bisa atau tidak nyaman dikenakan lagi. Misalnya, karena warna pakaiannya sudah pudar, ada bagian yang sobek, kancingnya lepas, pakaiannya terlalu sempit atau terlalu besar, dan lain-lain. Pakaian yang masih layak pakai tidak pernah dikenakan lagi karena berbagai alasan. Misalnya, seseorang merasa suatu saat nanti pakaian tersebut akan dikenakannya kembali. Ada juga yang merasa bahwa pakaian tersebut mahal dan penuh kenangan sehingga menyimpannya adalah suatu pilihan.

Cara memperpanjang manfaat pakaian

Seiring dengan berjalannya waktu, tidak jarang pakaian-pakaian yang sudah tidak atau sangat jarang dikenakan hanya mengisi dan memenuhi lemari pakaian. Jika kita kemudian membeli pakaian karena sekedar keinginan, sebaiknya ada pakaian yang kita keluarkan dari lemari untuk diberikan pada yang membutuhkan. Pakaian yang diberikan pada orang lain tersebut masih layak pakai bukan karena telah rusak sehingga usia pakai baju tersebut lebih panjang manfaatnya.
ADVERTISEMENT
Di beberapa komunitas atau pada momen-momen tertentu, kadang-kadang diadakan bazar yang salah satunya menjual pakaian bekas yang layak pakai. Hasil penjualan baju bekas tersebut kemudian disumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang, sembako, maupun barang.
Di Jepang dan Australia, banyak orang secara individu maupun yang tergabung dalam suatu komunitas menawarkan pakaian layak pakai secara gratis pada teman, saudara, sesama anggota komunitas atau masyarakat umum. Pakaian-pakaian itu tidak dikenakan lagi misalnya karena modelnya sudah nampak kuno atau pemakainya merasa bosan. Pemberian pakaian dapat dilakukan secara pribadi maupun melalui media sosial. Ada juga toko-toko second hand atau di Jepang dikenal dengan risaikuru (recycle) yang menjual baju-baju bekas pakai dengan harga yang sangat murah. Intinya banyak cara untuk memperpanjang manfaat pakaian, tidak sekedar tersimpan di lemari tanpa pernah dikenakan (lagi). Pastikan bahwa kita membeli dan menyimpan pakaian karena kebutuhan bukan hanya sekadar keinginan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020