Konten dari Pengguna

Sydney Opera House: Antara Ikon Dunia dan Pencarian Mushalla

Ade Tuti Turistiati

Ade Tuti Turistiati

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Anggota ICA, APJIKI, ASPIKOM. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sydney Opera House adalah salah satu ikon wisata dan menjadi magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Australia. Letaknya di Bennelong Point, tepat di tepi pelabuhan Sydney Harbour. Kawasan ini bukan hanya pusat seni pertunjukan, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari budaya, kuliner, hingga panorama alam.

Opera house dilihat dari Manly Ferry. Sumber: dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Opera house dilihat dari Manly Ferry. Sumber: dokumentasi pribadi.
Harbour bridge. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Harbour bridge. Sumber: Dokumentasi pribadi

Bagi para wisatawan Muslim, kunjungan ke Opera House bukan hanya soal mengagumi arsitektur megah atau berfoto dengan latar Sydney Harbour Bridge, tetapi juga tentang menjaga ibadah di tengah perjalanan. Karena Opera House tidak menyediakan mushalla, banyak wisatawan Muslim yang memilih shalat di area terbuka. Sementara, mereka berwudu dengan memanfaatkan air dari toilet-toilet yang berada di kawasan wisata. Royal Botanic Gardens, yang letaknya persis di samping Opera House, sering menjadi pilihan. Di bawah pepohonan rindang atau di rerumputan hijau dengan pemandangan laut, mereka menggelar sajadah. Momen itu terasa sederhana sekaligus indah. Beribadah yang berpadu dengan keagungan alam. Namun, jika kita mau meluangkan waktu sekitar 10-15 menit berjalan kaki di kawasan the Rock, kita dapat menemukan sebuah mushalla. Mushalla sederhana tersebut terletak di 107 Harrington St, The Rocks.

Mushalla di jalan Harrington. Sumber: Dokumentasi pribadi

Sejatinya mushalla itu berada di belakang Harrington Convenience Store. Mini market milik keluarga yang berasal dari Bangladesh tersebut berdiri sejak 30 tahun lalu. Berbeda dengan mushalla yang berada di kawasan lainnya, mushalla ini atau tepatnya mini market ini buka 24 jam. Mushalla yang berada di area perkantoran biasanya hanya buka pada jam-jam kerja. Pada waktu-waktu shalat, tidak sedikit muslimin yang bekerja di daerah the Rock menunaikan shalat di mushalla tersebut. Mereka shalat berjamaah atau sendiri-sendiri.

Mini market dimana mushalla berada. Sumber: Dokumentasi pribadi

Kehadiran wisatawan Muslim di Opera House menambah warna keberagaman Sydney. Di satu sisi, mereka menikmati karya seni, sejarah, dan arsitektur; di sisi lain, mereka tetap menjaga ibadah. Pemandangan seseorang menunaikan shalat di tepi taman, sementara di kejauhan Opera House berdiri megah, adalah simbol harmoni antara spiritualitas dan modernitas. Sementara, shalat di mushalla di tengah belantara hiruk pikuk wisatawan dunia, membawa suasana kedekatan dengan sang Pencipta semakin terasa.