Analisis Hukuman Adat (kutukan) Kesultanan Palembang Kepada Willie Salim

Mahasiswa UINSA
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Adhe Hermawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tanggal 24 Maret 2025 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan Kesultanan Palembang mengeluarkan maklumat kutukan dan haramkan konten kreator Willie Salim datang ke Palembang seumur hidupnya (hukuman adat). Maklumat tersebut dibuat karena Willie Salim dianggap menjelekkan atau merusak nama baik warga dan kota Palembang atas konten yang dipublish dimedia sosial oleh Willie Salim pada tanggal 20 Maret 2025 yakni kegiatan masak besar rendang yang tiba-tiba hilang sehingga mengiring kesan rakus terhadap warga Palembang oleh warga internet (warganet).
Isi Maklumat Kesultanan Palembang
Berikut adalah isi maklumat yang penulis temukan dichanel youtube @mangdayat :
"Menyikapi insiden masak rendang ini yang dilakukan oleh Willie Salim. Kesultanan Palembang Darussalam memaklumatkan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak Willie Salim untuk mengklarifikasi secara jujur dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang bukan hanya melalui video yang disebar dimedsos tetapi di dalam rapat adat Kesultanan Palembang Darussalam.
2. Mendesak Willie Salim unuk melakukan tradisi tepung tawar atas tindakan cempalau mulut sebagaimana adat melayu Palembang yang juga tertulis dalam kitab undang-undang Simbur Cahayo.
3. Mendesak Willie Salim untuk mencabut atau men take down video yang terkait dengan kegiatan memasak rendang di BKB yang memuat konten hinaan, bullyan, dan fitnah tersebut di semua akun media sosial yang ada baik youtube, instagram, tiktok, facebook, dan media sosial lainnya.
4. mendukung gerakan masyarakat Palembang yang menuntut Willie Salim melalui jalur hukum.
5. Apabila Willie Salim tidak mengindahkan tuntutan ini atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatanganya ke Palembang sepanjang umur hidupnya.
Demikian maklumat sikap ini disampaikan agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Palembang, 24 Maret 2025 Sultan Mahmud Badaruddin IV, Muhammad Fawas Diraja, S. H., M. Kn."
Maklumat yang dibacakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo Fauwaz Diradja.
Analisis Maklumat Hukuman Adat Terhadap Wille Salim
Dari maklumat yang dibacakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo Fauwaz Diradja terdapat 5 maklumat sikap.
Pertama Mendesak Willie Salim untuk mengklarifikasi secara jujur dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang bukan hanya melalui video yang disebar dimedsos tetapi di dalam rapat adat Kesultanan Palembang Darussalam.
Maklumat sikap yang pertama penulis mendukung adanya permohonan maaf secara langsung yang dilakukan Willie Salim untuk menghormati warga Palembang atas terpublishnya konten video yang dapat mengarah menjelekan atau merusak nama baik warga dan kota Palembang walaupun itu setinggan maupun bukan, dan Willi Salim dapat mengjelaskan sedetail-detailnya terhadap masyarakat terutama Warga internet (warganet) apakah konten tersebut merupakan setinggan atau tidak secara langsung di dalam rapat adat kesultanan Palembang Darussalam.
Kedua Mendesak Willie Salim unuk melakukan tradisi tepung tawar atas tindakan cempalau mulut sebagaimana adat melayu Palembang yang juga tertulis dalam kitab undang-undang Simbur Cahayo.
Maklumat sikap kedua untuk melakukan penebusan kesalahan atas beredarnya konten video yang dapat merusak nama baik warga dan kota Palembang dengan cara melakukan tradisi tepung tawar untuk menghargai hukum adat yang ada di Palembang selagi tradisi itu tidak menyimpang dari agama maupun kepercayaan Willie Salim.
Ketiga Mendesak Willie Salim untuk mencabut atau mengtakedown video yang terkait dengan kegiatan memasak rendang di BKB yang memuat konten hinaan, bullyan, dan fitnah tersebut di semua akun media sosial yang ada baik youtube, instagram, tiktok, facebook, dan media sosial lainnya.
Penulis sangat mendukung dengan maklumat ketiga ini agar mengtakedown video terkait kegiatan masak rendang besar karena dalam komentar video yang beredar banyak sekali komentar yang menjelekkan nama baik warga dan kota Palembang. Apabila vidoe di BKB bukan setinggan namun yang menghadiri kegiatan masak besar rendang hanya warga sekitar, tetapi dari konten tersebut berdampak bagi nama baik kota dan seluruh warga Palembang.
Keempat mendukung gerakan masyarakat Palembang yang menuntut Willie Salim melalui jalur hukum.
Apabila Willie Salim merasa konten video tersebut bukan setinggan dan merasa perbuatan tersebut diluar kendali maka seharusnya Willie Salim tidak takut akan permasalahan tersebut dibawa melalui jalur hukum.
Kelima Apabila Willie Salim tidak mengindahkan tuntutan ini atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatanganya ke Palembang sepanjang umur hidupnya.
Penulis sedikit tidak setuju pada maklumat kelima karena membatasi kebebasan seseorang, mengapa tidak dibawa ke jalur hukum terlebih dahulu atas pencemaran nama baik apabila tidak dapat melaksanakan maklumat ke 1,2,3,dan 4, dan ketika gagal dalam jalur hukum maka dapat mengeluarkan maklumat kelima.
Keadilan
Didalam isi maklumat belum memenuhi unsur keadilan karena isi maklumat seakan menuduh Willie Salim membuat konten secara setinggan sedangkan belum dipastikan kebenarannya. Apabila isi maklumat untuk menghukum Willie Salim terkait beredarnya video dan tidak mengtakedown sehingga menimbulkan hinaan, bullyan, dan fitnah seperti isi maklumat ketiga, maka maklumat tersebut sudah memenuhi unsur keadilan.
Kemanfaatan
Didalam isi maklumat sudah memenuhi unsur kemanfaatan bagi Willie Salim dan masyarakat Palembang agar berdamai. Dengan adanya maklumat tersebut diharapkan dapat membersihkan nama masyarakat dan kota Palembang serta sebagai pembelajaran terkait berhati-hati dalam memposting konten.
Kepastian
Didalam isi maklumat kedua yakni "Mendesak Willie Salim unuk melakukan tradisi tepung tawar atas tindakan cempalau mulut sebagaimana adat melayu Palembang yang juga tertulis dalam kitab undang-undang Simbur Cahayo." Dalam memberikan hukuman adat merujuk pada kitab undang-undang Simbur Cahayo yang dimana itu sudah memenuhi unsur kepastian hukum.
Penutup
Dalam kelima isi maklumat tersebut diharapkan konten kreator Willie Salim dapat melaksanakan isi dalam maklumat tersebut agar dapat berdamai atau menyelesaikan perkara antara Willie Salim dan warga Palembang meskipun konten tersebut mungkin setinggan ataupun tidak. Karena menurut penulis, Willie Salim salah karena mempublish atau menguplod video tersebut dan sampai sekarang per tanggal 4 April 2025 video tersebut belum di takedown yang akhirnya menggiring kesan bahwa warga Palembang rakus, walaupun di dalam acara tersebut hanya beberapa warga sekitar yang mengikuti namun berdampak pada seluruh warga Palembang.
Daftar Referesi
https://www.bing.com/ck/a?!&&p=eb25748368c60f94e903ae953ee488028cc9a6b425e12e2758fdc218e7fbac2dJmltdHM9MTc0MzcyNDgwMA&ptn=3&ver=2&hsh=4&fclid=13898454-2c5a-6e19-29d0-970d2d0c6fc1&psq=tradisi+tepung+tawar&u=a1aHR0cDovL2Rvd25sb2FkLmdhcnVkYS5rZW1kaWtidWQuZ28uaWQvYXJ0aWNsZS5waHA_YXJ0aWNsZT0zNDQ1NzIzJnZhbD0zMDAyOCZ0aXRsZT1UcmFkaXNpJTIwVGVwdW5nJTIwVGF3YXIlMjBJbnRlZ3Jhc2klMjBBZ2FtYSUyMGRhbiUyMEtlYnVkYXlhYW4lMjBwYWRhJTIwTWFzeWFyYWthdCUyME1lbGF5dSUyMGRpJTIwU3VtYXRlcmElMjBVdGFyYQ&ntb=1
https://www.youtube.com/watch?v=lowQUKsBJQg
