Konten dari Pengguna

Sulitnya Menjadi 'Penjaga Gawang' Informasi

Adhi Muhammad Daryono

Adhi Muhammad Daryonoverified-green

clock

Tulisan dari Adhi Muhammad Daryono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sulitnya Menjadi 'Penjaga Gawang' Informasi
zoom-in-whitePerbesar

ilustrasi penjaga gawang.

Bekerja di sebuah media adalah sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaan, khususnya dengan kepercayaan publik. Bekerja di media tentunya harus memberikan informasi yang benar-benar valid agar dipercaya publik. Setelah dipercaya, publik pun akan terus menerus akan mengakses media tempat kita bekerja.

Soal kepercayaan terhadap media, saya teringat kembali dengan mata kuliah ilmu komunikasi. Di teori ilmu komunikasi massa, ada istilah yang namanya ‘gatekeeper’ atau penjaga gawang.

Artinya, seorang wartawan, atau editor di media harus benar-benar menjaga dan memilah segala macam infomrasi yang berseliweran. Tak semua informasi harus ditelan.

Di tulisan ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman bekerja di kumparan hingga saat ini. Meski saat ini saya tidak lagi ‘turun lapangan’, kesulitan menjadi gatekeeper masih saja dialami.

Apalagi bekerja di ‘belakang layar’ sebagai asisten editor harus memastikan laporan yang didapatkan dari reporter merupakan sebuah kebenaran yang layak dipublikasikan.

Pengalaman saya selama bekerja di kumparan menjadi asisten editor, ‘mentake’ berita dari reporter di email, di situ saya harus menanyakan kembali ke reporter yang bersangkutan.

Tak jarang, tulisan reporter sulit dimengerti. Hal ini membuat saya berpikir keras, membuat tulisan yang mudah dimengerti khalayak ramai. Selain itu, kesalahan yang paling mendasar, typo sering dijumpai.

Ada rasa sedikit kesal terhadap reporter yang menulis berita tak press clear. Saya pun sedikit memarahi reporter yang bersangkutan karena tulisan dan informasi yang diberikannya kurang jelas. (Di situ saya harus bisa menahan emosi).

Tapi, saya agak sedikit sering ikut terjebak dalam typo. Sehingga, saya mendapat teguran dari editor atasan saya saya memverifikasi berita. (Ini karena keteledoran dan rasa ngantuk yang berat saat menulis berita)

Padahal, typo tersebut juga datang dan berasal dari reporter, (tapi memang tugas saya harus membetulkan typo tersebut).

Yang fatal adalah, ketika typo tersebut ditemukan di judul artikel yang sudah publish. Pada saat itu saya panik, dan cepat-cepat membetulkan judul artikel (sebelum ditegur atasan tentunya).

Tapi, jujur, kadang typo di judul tersebut terkadang datang dari editor yang memverifikasi tulisan artikel saya. Ketika editor mengubah judul yang saya berikan, kemudian dia terjebak dalam typo (tapi tetap saja yang mendapatkan teguran adalah saya, hahaha).

Namun dari situ saya mendapat pelajaran, The Real Gatekeeper adalah orang yang berada di balik layar, orang yang menyaring dan mengedit berita di kantor.

Tak hanya soal kebenaran infomrasi dan kepercayaan dari publik, tapi juga kredibilitas media dan penulisnya. Maka dari itu, tanggung jawab seorang editor lebih besar dari reporter di lapangan. Editor dan asistennya adalah gatekeeper (penjaga gawang). Wartawan adalah penjaga gawang dari semua informasi yang beredar.

Selamat ulang tahun yang ke-2 untuk kumparan. #Percayakumparan #sekarangkumparan