Konten dari Pengguna

PK UNY Dampingi Siswa SMK Muhammadiyah Pakem Belajar Revit, Dukung SDG 4

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adhi Pratama Zulfan Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sleman, 25 Agustus 2026 – Sebagai wujud dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, telah dilaksanakan program pendampingan belajar pada mata pelajaran Revit Arsitektural di SMK Muhammadiyah Pakem. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik mengajar yang berorientasi pada penguatan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengoperasikan software Revit untuk merancang berbagai komponen arsitektural bangunan.

Selama proses pembelajaran, teramati bahwa sejumlah siswa masih kesulitan mengikuti tahapan pembuatan komponen arsitektural di Revit. Kondisi ini tampak dari tingginya intensitas pertanyaan siswa terkait cara dan urutan pengerjaan tugas praktik. Di samping itu, ada pula siswa yang belum bisa menyesuaikan ritme belajarnya dengan teman sekelas, sehingga tertinggal dalam menuntaskan tugas.

Menyikapi kondisi tersebut, diterapkan pendekatan pendampingan serta pengajaran secara personal kepada siswa yang mengalami hambatan atau ketertinggalan. Pendampingan ini dilakukan melalui penjelasan tatap muka mengenai tahapan pembuatan komponen arsitektural, pemberian contoh pengerjaan secara langsung, serta bimbingan agar siswa mampu mempraktikkan pembuatan komponen tersebut secara mandiri menggunakan Revit.

Mahasiswa PK UNY melakukan pendampingan pribadi

Salah satu siswa yang menerima pendampingan membagikan pengalamannya. "Terbantu, Mas. Soalnya kalau ada yang belum paham, bisa langsung ditanya dan dijelaskan dari meja ke meja, jadi lebih mudah mengerti," ujarnya.

Pendekatan individu ini bertujuan mempermudah siswa dalam memahami proses pembuatan komponen arsitektural, mengasah keterampilan mengoperasikan Revit, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Melalui pendampingan ini, siswa yang semula mengalami kendala dapat memperoleh arahan yang lebih fokus tanpa harus merasa tertinggal dari teman-temannya.

Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam mengoperasikan Revit Arsitektural, terutama dalam merancang dan mengembangkan komponen-komponen bangunan. Lebih jauh, kegiatan pendampingan ini juga merupakan wujud konkret penerapan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yakni melalui terciptanya proses belajar yang inklusif, pemerataan kesempatan belajar, serta dukungan bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensinya masing-masing.

Pada akhirnya, program ini diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan siswa yang sudah mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, tetapi juga memberi ruang bagi siswa yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan dukungan yang memadai, sehingga mereka dapat mengejar ketertinggalan dan menyelesaikan tugas belajarnya secara lebih mandiri.