Kumparan Logo

Andoni Iraola Awali Era di Liverpool dengan Kemenangan

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Liverpool Andoni Iraola. Foto: LLUIS GENE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Liverpool Andoni Iraola. Foto: LLUIS GENE / AFP

Andoni Iraola mengawali kiprahnya sebagai pelatih kepala Liverpool dengan catatan positif usai menaklukkan Sunderland 4-2 dalam laga pramusim di Nashville, AS, akhir pekan lalu. Meski meraih kemenangan, pertandingan ini menyisakan kekhawatiran terkait kondisi fisik lini belakang The Reds, terutama setelah Joe Gomez harus ditarik keluar lebih awal karena cedera.

Krisis Bek dan Kebutuhan Rekrutan Baru Liverpool

Kondisi pertahanan Liverpool kembali menjadi sorotan tajam. Ketergantungan pada Joe Gomez, Jeremy Jacquet, dan Giovanni Leoni untuk menemani Virgil van Dijk terbukti berisiko tinggi karena riwayat kebugaran mereka yang tidak menentu. Gomez mengalami cedera otot setelah 10 menit bermain.

Iraola sendiri tidak menutupi rasa kecewanya terhadap situasi tersebut. Kondisi ini memaksa Liverpool untuk mempertimbangkan langkah cepat di bursa transfer sebelum ditutup pada 1 September guna memperkuat sektor pertahanan yang rapuh.

Era baru di bawah asuhan Iraola membawa angin segar yang berbeda dibandingkan gaya permainan sebelumnya. Jika musim lalu pendukung Liverpool kerap disuguhkan permainan dengan penguasaan bola yang, Iraola justru menjanjikan sepak bola yang jauh lebih intens dan menekan.

Andoni Iraola di pusat latihan Liverpool. Foto: dok. Liverpool FC

Dalam konferensi pers pertamanya, sang pelatih menyatakan visinya dengan lugas. “Saya ingin tim saya tampil energik. Saya ingin bermain dinamis, mendominasi area lawan sesering mungkin, baik saat memegang bola maupun tidak, dan terus berusaha menekan lawan hingga mereka tercekik,” katanya seperti dilansir Sky Sport.

Pola serangan yang cair dari para pemain muda seperti James McConnell dan Harvey Elliott menunjukkan bahwa skuad Liverpool mulai menyerap instruksi Iraola. Gol pembuka Kieran Morrison dan gol penutup Lewis Koumas buah dari skema transisi cepat dan permainan menekan yang diterapkan oleh Iraola sejak awal laga.

Kecepatan dan agresivitas yang ditunjukkan di lapangan menjadi pertanda bahwa transisi dari era sebelumnya menuju gaya yang lebih cair sedang berjalan sesuai rencana.

Iraola sebelumnya mengatakan bahwa skuat yang ia miliki saat ini masih belum mencapai komposisi ideal. Fokus utamanya mencari pemain sayap baru guna menggantikan peran krusial di lini depan. Selain itu, ia tetap memantau ketersediaan pemain di posisi lain yang dianggap krusial demi menjaga keseimbangan tim.

Meski sudah mendatangkan Jeremy Jacquet dan Víctor Munoz, kepergian nama-nama besar seperti Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate mendorong Liverpool untuk kembali aktif mencari tambahan amunisi baru.