Barcelona Makin Serius Datangkan Rodri

Rencana Barcelona untuk mengamankan tanda tangan gelandang bintang Spanyol, Rodri, berpotensi mengubah peta kekuatan dalam rivalitas abadi El Clasico. Bagi Barcelona, kesepakatan untuk memboyong pemenang Ballon d'Or 2024 ini akan menjadi titik balik yang mengembalikan gengsi klub di panggung dunia.
Selama beberapa musim terakhir, mereka terpaksa bergerilya mencari pemain gratisan atau membujuk bintang senior untuk memotong gaji, sementara sang rival abadi di Santiago Bernabeu dengan mudahnya mengumpulkan bakat terbaik dunia seperti Jude Bellingham dan Kylian Mbappe.
Kehadiran Rodri, yang dihargai sekitar 80 juta euro oleh Manchester City, diyakini tidak akan mengganggu ambisi besar klub lainnya untuk mengejar penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez. Ini membuktikan bahwa klub asuhan Hansi Flick tidak lagi sekadar bertahan hidup di bursa transfer, melainkan mulai memimpin agenda perburuan pemain top dunia.
Disiapkan Menjadi Suksesor Sergio Busquets
Berkat kemampuannya mengatur ritme permainan dari lini tengah, Rodri yang kini berusia 30 tahun itu dinilai sebagai sosok paling ideal untuk mengisi kekosongan peran yang ditinggalkan oleh legenda klub, Sergio Busquets.
Direktur Olahraga Barcelona, Deco, sempat mengungkapkan betapa sulitnya mencari suksesor di posisi vital tersebut dalam sebuah wawancara. “Menggantikan Sergio Busquets hampir mustahil,” ujar Deco kala.
“Dia adalah pemain yang sangat istimewa dan benar-benar unik. Tidak ada pemain seperti dia di pasar transfer, dan bahkan jika ada, dia tidak akan datang karena klubnya tidak akan menjualnya. Pemain terdekat dengan profilnya adalah Rodri di Manchester City, tetapi saya membayangkan City tidak akan menjualnya kepada kami atau kepada siapa pun.”
Pesan Dominasi dari Joan Laporta
Bagi Presiden Barcelona, Joan Laporta, keberhasilan mendatangkan Rodri akan menjadi kemenangan tersendiri. Laporta, yang dikenal piawai dalam merangkai mimpi bagi para suporter, akhirnya memiliki modal nyata untuk membuktikan bahwa Barcelona masih memiliki daya tarik magis yang setara, bahkan lebih tinggi, dibandingkan Real Madrid.
Kasus perebutan pemain bintang antara kedua klub terakhir kali terjadi saat mereka memperebutkan Neymar pada tahun 2013 silam, di mana penyerang Brasil tersebut akhirnya memilih berlabuh ke Camp Nou ketimbang Santiago Bernabeu. Sejak saat itu, Barcelona belum pernah lagi benar-benar memenangi persaingan langsung melawan Real Madrid untuk memperebutkan pemain berstatus superstar global yang sedang berada di puncak kariernya.
