Kumparan Logo

Liam Gallagher Bantah Rumor Oasis Tampil di Glastonbury 2027

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Liam Gallagher. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Liam Gallagher. Foto: Getty Images

Kabar reuni Oasis terus memicu berbagai spekulasi di kalangan pencinta musik dunia. Salah satu rumor paling kencang bergulir adalah potensi kembalinya band tersebut sebagai penampil utama di panggung Glastonbury pada tahun 2027 mendatang. Namun, Liam Gallagher dengan gaya khasnya yang blak-blakan langsung meredam spekulasi tersebut lewat serangkaian pernyataan keras di media sosial.

Melalui akun X pribadinya, Liam menegaskan bahwa Oasis tidak memiliki rencana untuk tampil di festival legendaris tersebut. Respons ketus ini muncul setelah para bandar taruhan menempatkan Oasis sebagai kandidat terkuat untuk mengisi slot headliner di Worthy Farm, yang memicu reaksi berantai dari sang vokalis mengenai ketidaksukaannya terhadap atmosfer festival modern tersebut.

Liam secara spesifik menyoroti keberadaan bendera-bendera raksasa dan tren alas kaki tertentu yang kerap mendominasi Glastonbury. Baginya, visual penonton yang mengibarkan bendera sepanjang konser sangat mengganggu kenyamanan menikmati musik. Ia menyatakan keheranannya atas tren tersebut dan memilih untuk tidak terlibat dalam lingkungan pertunjukan seperti itu.

Dalam salah satu unggahannya, ia menulis, “Semua bendera tidak usah dibawa, bahkan yang bertuliskan Liam kamu yang terbaik sejak roti tawar diiris. Saya tidak mendiskriminasi, jangan pergi ke konser hanya untuk membuat bendera dikibas-kibaskan di depan wajah saya, orang-orang ingin menonton pertunjukan.”

Fokus pada Rencana Tur Mandiri Oasis

Di balik penolakan terhadap Glastonbury, rumor mengenai rencana tur mandiri Oasis justru semakin menguat. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa band asal Manchester ini sedang mempersiapkan tur besar di wilayah Inggris dan Eropa untuk tahun 2027. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah potensi residensi selama 12 malam di Stadion Etihad, markas dari klub sepak bola favorit mereka, Manchester City.

Penggemar Grup Musik Oasis saat lakukan konser reuni. Foto: Suzanne Plunkett/ REUTERS

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari pihak manajemen, laporan dari media lokal Manchester Evening News mengindikasikan adanya pemesanan jadwal stadion yang disesuaikan dengan berakhirnya musim kompetisi sepak bola. Langkah ini diperkuat oleh peluncuran cuplikan dokumenter terbaru mereka, Don’t Look Back In Anger, yang disutradarai oleh Steven Knight dan dijadwalkan tayang di bioskop serta platform streaming Disney+ dalam waktu dekat.

Trauma Masa Lalu di Panggung Worthy Farm

Keengganan Oasis untuk kembali ke Glastonbury sebenarnya bukan tanpa alasan sejarah. Band ini tercatat pernah menjadi penampil utama di festival tersebut pada tahun 1995 dan 2004. Namun, penampilan kedua mereka di tahun 2004 menuai banyak kritik tajam baik dari penggemar maupun kritikus musik karena dianggap kurang maksimal akibat persiapan album yang belum rampung saat itu.

Bahkan, baik Liam maupun Noel Gallagher secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak pernah benar-benar menikmati pengalaman bermain di sana sebagai sebuah grup. Noel sempat berkomentar bahwa Glastonbury adalah tempat yang luar biasa untuk dikunjungi, namun bukan tempat yang ideal untuk band seperti mereka tampil. Sementara itu, Liam menggambarkan penampilan terakhir mereka di sana sebagai momen yang buruk karena kendala teknis pada sistem pemantau suara di telinganya.