Manchester City Resmi Rekrut Enzo Fernandez dengan Rekor Transfer Fantastis

Manchester City secara resmi merampungkan kepindahan sensasional Enzo Fernandez dari Chelsea pada detik-detik terakhir bursa transfer musim panas. Gelandang asal Argentina itu menandatangani kontrak berdurasi lima musim setelah kedua klub mencapai kesepakatan senilai £125 juta atau sekitar Rp 2,99 triliun.
Nilai transfer tersebut menyamai rekor pembelian termahal dalam sejarah Premier League sebelumnya yang dipegang Alexander Isak dari Newcastle ke Liverpool. Kepindahan Fernandez juga menjadi salah satu transaksi terbesar pada hari terakhir bursa transfer musim panas.
Langkah Manchester City diumumkan hanya dua jam setelah Chelsea memperkenalkan Iliman Ndiaye sebagai pemain baru mereka dari Everton. Transfer ini sekaligus mengakhiri saga panjang mengenai masa depan Fernandez, yang disebut telah memiliki keinginan untuk meninggalkan Stamford Bridge sejak Maret lalu.
Negosiasi Kilat di Pengujung Bursa Transfer
Negosiasi antara Manchester City dan Chelsea dilaporkan baru berlangsung intensif sejak Senin, sebelum berkembang pesat menjelang penutupan bursa transfer.
Fernandez kemudian menjalani rangkaian tes medis sebelum menuntaskan kepindahannya dan menandatangani kontrak jangka panjang bersama City. Transfer tersebut membuat sang gelandang kembali bekerja bersama sosok yang sudah dikenalnya dari periode sebelumnya.
Chelsea sebelumnya bersikeras mempertahankan Fernandez dan memasang harga tinggi untuk pemain berusia 25 tahun tersebut. Klub London Barat itu disebut hanya bersedia mempertimbangkan tawaran minimal £120 juta.
Manchester City sempat tidak mengajukan tawaran selama periode tersebut. Namun, situasi berubah drastis pada jam-jam terakhir bursa transfer hingga akhirnya Chelsea menerima proposal senilai £125 juta.
Fernandez sebelumnya bergabung dengan Chelsea dari Benfica pada Januari 2023 dengan nilai transfer sekitar £106 juta. Ketika itu, ia memecahkan rekor transfer Inggris.
Fernandez Antusias Bergabung dengan Manchester City
Setelah menyelesaikan kepindahannya, Fernandez mengaku sangat bahagia bisa bergabung dengan Manchester City. Ia juga memuji reputasi serta struktur klub yang menurutnya telah menjadi salah satu yang terbaik di sepak bola dunia.
“Manchester City adalah klub paling sukses di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Setiap pemain tentu ingin menjadi bagian dari klub seperti ini,” ujar Fernandez melalui situs resmi Manchester City.
“Saya tidak bisa lebih bahagia lagi berada di sini. Saya siap menghadapi tantangan untuk membantu tim terus memenangkan gelar. Ini adalah klub yang dibangun untuk kesuksesan,” lanjutnya.
Fernandez juga menyatakan kesiapannya untuk segera bekerja bersama staf kepelatihan dan rekan-rekan barunya. Ia berharap bisa memberikan kontribusi maksimal demi mempertahankan kesuksesan City di berbagai kompetisi.
Perpisahan Emosional dengan Chelsea
Di balik kepindahannya ke Manchester City, Fernandez tidak menampik bahwa meninggalkan Chelsea merupakan keputusan yang berat.
Melalui media sosial, ia menyampaikan pesan perpisahan kepada para pendukung Chelsea yang telah memberikan dukungan kepadanya selama lebih dari tiga tahun.
“Saya ingin Anda semua tahu bahwa hari-hari belakangan ini sama sekali tidak mudah bagi saya, dan menulis kata-kata ini juga terasa sangat sulit. Sejujurnya, kondisi saya sedang tidak baik-baik saja,” tulis Fernandez.
Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen Chelsea, terutama para suporter, atas dukungan yang diberikan kepada dirinya dan keluarganya.
“Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang telah kalian berikan kepada saya dan keluarga saya selama bertahun-tahun. Saya tidak akan pernah melupakannya,” tulisnya.
Fernandez datang ke Chelsea pada Januari 2023 setelah tampil mengesankan bersama Benfica dan tim nasional Argentina. Ia kemudian menjadi salah satu pemain penting dalam skuad The Blues.
Ketegangan di Balik Kepergian Fernandez
Keputusan Fernandez untuk meninggalkan Chelsea tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir.
Sang gelandang sebelumnya sempat mengungkapkan kebingungannya terhadap sejumlah keputusan manajemen Chelsea, termasuk perubahan di jajaran kepelatihan dan kebijakan klub di tengah musim.
“Saya tidak memahaminya. Terkadang ada hal-hal yang kami sebagai pemain tidak mengerti, bagaimana dan dengan cara apa mereka mencoba mengelola berbagai hal,” kata Fernandez kala itu.
Ia juga menilai perubahan pelatih di tengah musim dapat memengaruhi identitas permainan serta sistem yang sedang dibangun bersama skuad.
Situasi tersebut semakin menarik perhatian ketika Fernandez tidak masuk skuad dalam salah satu pertandingan penting. Pelatih Chelsea kemudian memilih berhati-hati ketika ditanya mengenai masa depan sang gelandang.
