Olivia Rodrigo Rilis Lagu Bermuatan Politis

Olivia Rodrigo resmi merilis lagu terbarunya yang bermuatan politis, Serena Joy, di berbagai platform pemutar musik digital. Sebelum mendarat di layanan streaming, lagu ini awalnya diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu hanya 500 keping CD.
Rilisan fisik eksklusif tersebut dijual hanya di Analog Record Shop yang berlokasi di Tustin, California. Toko musik ini dipilih karena letaknya yang hanya berjarak beberapa menit dari lokasi festival musik Daisy Chain Fields garapan Rodrigo.
Tidak butuh waktu lama bagi para penggemar untuk menyerbu toko tersebut, hingga seluruh salinan CD ludes terjual pada hari pertama perilisan. Melihat antusiasme yang begitu besar, ia akhirnya memutuskan untuk meluncurkannya secara digital demi menjangkau pendengar yang lebih luas.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rodrigo membagikan kabar gembira tersebut secara mendadak kepada para pengikutnya. Ia menulis, “Kejutan!!! Serena Joy sudah rilis di platform streaming sekarang. Sebagian dari seluruh keuntungan bersih akan disalurkan ke Daisy Chain Fields Fund. Aku sangat menyukai lagu ini!!!!”
Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Serena Joy
Judul dari lagu ini diambil langsung dari nama karakter fiksi Serena Joy Waterford dalam novel distopia populer karya Margaret Atwood yang terbit pada tahun 1985, The Handmaid’s Tale. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok perempuan yang ikut membantu membangun rezim patriarki otoriter bernama Gilead, namun pada akhirnya ia justru kehilangan hak-hak dan kebebasannya sendiri akibat sistem yang ia dukung tersebut.
Melalui analogi ini, lagu tersebut menyuarakan kritik tajam terhadap sistem penindasan yang kejam serta orang-orang yang diuntungkan di dalamnya. Hal ini tercermin jelas dalam penggalan lirik yang dinyanyikan oleh Rodrigo: “Datanglah sedikit lebih dekat, bernyanyilah bersama, bernyanyilah bersama / Apa yang mereka perintahkan kepadamu / Datang dari sudut jalan / Jika mereka melakukannya pada mereka, mereka juga akan melakukannya padamu”.
Lagu ini sebenarnya direkam selama sesi produksi untuk album ketiganya yang bertajuk You Seem Pretty Sad For A Girl So In Love yang dirilis pada bulan Juni lalu. Namun, karena satu dan lain hal, lagu bernuansa politis ini tidak dimasukkan ke dalam daftar lagu akhir album tersebut.
Peluncuran lagu ini juga menjadi bagian dari rangkaian promosi festival musik Daisy Chain Fields yang digagas olehnya. Festival ini akan menampilkan deretan musisi perempuan dan non-biner ternama seperti Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, The Breeders, KATSEYE, hingga Santigold. Seluruh hasil penjualan tiket dari acara ini nantinya akan didonasikan untuk mendukung berbagai organisasi yang fokus memperjuangkan hak-hak perempuan.
Selain sibuk mempersiapkan festival tersebut, Rodrigo juga tengah bersiap untuk memulai tur dunia terbarunya yang bertajuk Unraveled. Tur ini dijadwalkan akan dimulai di kawasan Amerika Utara dalam waktu dekat sebelum nantinya berlanjut ke wilayah Inggris dan Eropa.
