Kumparan Logo

Prancis Dipuji sebagai Tim Generasi Emas

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi Ousmane Dembele usai mencetak gol ketiga bagi Prancis kontra Norwegia pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026). Foto: Dylan Martinez/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi Ousmane Dembele usai mencetak gol ketiga bagi Prancis kontra Norwegia pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026). Foto: Dylan Martinez/REUTERS

Prancis memastikan diri sebagai tim pertama yang menembus babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Maroko dengan skor 2-0, Jumat (10/7). Kemenangan dominan di Boston ini semakin mempertegas status Les Bleus sebagai favorit juara.

Dua gol cepat yang dicetak oleh Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele dalam tempo enam menit di babak kedua menjadi pembeda dalam laga tersebut. Hingga babak perempat final, Prancis telah mengoleksi total 16 gol, menjadikannya tim paling produktif di turnamen.

Patrick Vieira, gelandang yang turut membawa Prancis menaklukkan Brasil 3-0 di final 1998, menilai skuad Prancis saat ini merupakan generasi emas yang solid di berbagai lini.

"Kita berbicara soal satu generasi pemain, dan kalau melihat skuad serta para pemain menyerangnya, ini mungkin salah satu yang terbaik karena begitu banyak pemain berkualitas," ujar Vieira kepada ITV Sport.

Kylian Mbappe dari Prancis merayakan gol ketiga mereka bersama Dayot Upamecano, Jules Kounde dan Rayan Cherki pada pertandingan Grup I Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis vs Senegal di Stadion New York/New Jersey, AS, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Foto: Dylan Martinez/REUTERS

Komposisi Skuad Prancis yang Komplet

Selain Mbappe dan Dembele, kedalaman skuad Prancis di lini serang juga ditopang nama-nama seperti Michael Olise (Bayern Munich), duo Paris Saint-Germain Bradley Barcola dan Desire Doue, Rayan Cherki (Manchester City), hingga Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace).

Di sisi lain lapangan, lini pertahanan Prancis juga tampil solid. Sejauh ini mereka baru kebobolan dua gol dalam enam laga, satu di penghujung laga saat mengalahkan Senegal 3-1, dan satu lagi ketika menang 4-1 atas Norwegia, meski Norwegia saat itu tampil dengan banyak pemain lapis kedua karena sudah memastikan lolos ke fase gugur.

Sebelum laga melawan Maroko, mantan striker Inggris, Ian Wright, juga menyebut skuad asuhan Deschamps sebagai "salah satu favorit juara paling jelas yang pernah saya lihat sepanjang sejarah Piala Dunia."

Prancis kini menanti calon lawan di semifinal antara Spanyol atau Belgia. Meski banyak pihak menjagokan Spanyol yang belum kebobolan di turnamen ini, Vieira tetap yakin dengan kedigdayaan tim asuhan Deschamps.

“Saya tidak melihat siapa pun yang bisa menghentikan tim Prancis melaju ke final,” tambah Vieira.