Konten dari Pengguna

Bahaya Berobat ke Tukang Pijat ketika Patah Tulang

Adhistia Aprilisani

Adhistia Aprilisani

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adhistia Aprilisani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk berobat ke tukang pijat daripada ke dokter saat mengalami patah tulang. Akan tetapi, apakah kamu tahu kalau sebenarnya memijat area yang mengalami patah tulang itu berbahaya? Apa sajakah bahayanya?

Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui alasannya!

Ilustrasi patah tulang. Sumber : Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi patah tulang. Sumber : Pixabay

Patah tulang adalah kondisi ketika tulang kita terputus dan tidak terhubung satu sama lain. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya tekanan berlebihan terhadap tulang, seperti ketika kita mengalami cedera akibat terjatuh, tertabrak kendaraan, atau karena perkelahian. Selain itu, patah tulang juga dapat terjadi karena adanya kelainan pada tulang kita.

Bagaimana kita tahu bahwa kita mengalami patah tulang?

Kita bisa mengetahui bahwa kita mengalami patah tulang melalui beberapa gejala berikut.

  • Terdengar bunyi krek ketika kita mengalami cedera.

  • Daerah yang cedera mengalami bengkak, kemerahan, dan terasa nyeri.

  • Organ yang cedera mengalami penurunan fungsi. Contohnya jika cedera terjadi pada kaki, kita akan mengalami kesulitan dalam berjalan.

  • Terdapat kelainan bentuk dari daerah yang cedera, seperti terlihat bengkok, lebih pendek, atau terkulai.

Ilustrasi pijat. Sumber : Pixabay

Tukang Pijat Bukan Pilihan Tepat untuk Patah Tulang

Kebanyakan orang di Indonesia mendatangi tukang pijat ketika mengalami keluhan nyeri pada bagian tubuhnya. Memijat tubuh memang bisa memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan, contohnya seperti melancarkan aliran darah, mengurangi ketegangan otot, melepas stres, dan lain-lain.

Akan tetapi, meskipun memijat memiliki cukup banyak manfaat, ada beberapa kondisi ketika kita tidak boleh dipijat. Salah satunya adalah ketika kita mengalami patah tulang. Kenapa? Karena memijat bagian tubuh yang mengalami patah tulang dapat menimbulkan kondisi yang malah memperparah patah tulangnya.

Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan jika kita dipijat ketika patah tulang:

1. Nyeri semakin hebat

Memijat artinya memberikan penekanan. Patah tulang dapat terjadi karena adanya tekanan yang berlebihan, jika kita memijat area yang patah tulang artinya kita malah menambah tekanan pada area tersebut. Hal inilah yang justru dapat membuat patah tulang menjadi semakin parah sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri yang semakin hebat. Selain itu, area yang terluka juga bisa saja menjadi lebih bengkak dari sebelumnya.

2. Dislokasi tulang

Dislokasi tulang adalah keadaan di mana tulang kita bergeser dari tempat yang semestinya. Ketika kita memijat area yang patah tulang, kita memberikan penekanan pada tulang yang sudah terputus. Hal ini dapat mendorong tulang sehingga akhirnya dapat menyebabkan tulang pun bergeser dari tempat yang seharusnya.

3. Kelainan bentuk tulang

Tak sedikit pasien patah tulang yang telah berobat ke tukang pijat menjadi tampak bengkok saat dibawa ke dokter. Hal ini dapat terjadi karena adanya dislokasi atau penyembuhan tulang yang menjadi abnormal karena penempatan tulang yang tidak tepat.

4. Infeksi

Kasus ini banyak terjadi pada pasien yang mengalami patah tulang terbuka. Ketika terdapat luka terbuka, bagian dalam tubuh kita terekspos keluar sehingga memudahkan bakteri untuk masuk. Oleh karena itu, jika area luka tidak dibersihkan dengan benar dan tidak ditutup (dijahit) area tersebut dapat dengan mudah mengalami infeksi.

5. Memperlambat penyembuhan

Ketika patah tulang, pengobatan yang harus dilakukan adalah menghubungkan tulang yang terputus kemudian melakukan imobilisasi pada area tersebut. Tujuannya adalah agar bagian yang patah tulang tidak dapat bergerak bebas sehingga tulang tidak bergeser dan penyembuhan pun dapat berlangsung dengan baik.

Akan tetapi, jika kita hanya berobat ke tukang pijat, kita mungkin tidak bisa melakukan imobilisasi dengan benar. Selain itu, jika kita berobat ke dokter, kita akan diberikan obat untuk mengurangi rasa nyeri dan juga vitamin untuk mempercepat penyembuhan patah tulang. Hal ini tidak bisa kita dapatkan dari tukang pijat.

Ilustrasi pembedahan. Sumber : Pixabay

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan jika mengalami patah tulang?

Ketika mengalami patah tulang, lebih baik jika kita langsung membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa area yang cedera dan melakukan rontgen untuk memastikan keadaan patah tulang.

Dari hasil gambaran patah tulang tersebut, dokter akan menentukan pengobatan yang harus diberikan. Apakah akan dilakukan imobilisasi dengan menggunakan gips saja atau justru diperlukan tindakan pembedahan untuk menyambungkan kembali tulang yang patah tersebut.

Selain itu, dokter juga akan memberikan pengobatan untuk gejala yang kita rasakan, seperti mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Kemudian dokter juga akan memberikan terapi rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tubuh kita menjadi normal seperti semula.

Itulah bahaya mengobati patah tulang ke tukang pijat dan saran yang sebaiknya dilakukan ketika mengalami patah tulang. Semoga bermanfaat!