Konten dari Pengguna

Menguatkan Promosi Indonesia di Kunming, China

Adhita Sri Prabakusuma

Adhita Sri Prabakusuma

Pengajar di Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Ahmad Dahlan dan Peneliti Doktoral di Lab Biomolekuler Pangan, Yunnan Agricultural University, China

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adhita Sri Prabakusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PPIT Kunming berkolaborasi dengan Masyarakat Tionghoa Diaspora Indonesia mengadakan Perayaan Tahun Baru Imlek dan Promosi Budaya Indonesia di Kunming (12/1/2020). Dok: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
PPIT Kunming berkolaborasi dengan Masyarakat Tionghoa Diaspora Indonesia mengadakan Perayaan Tahun Baru Imlek dan Promosi Budaya Indonesia di Kunming (12/1/2020). Dok: Istimewa.

Pada tanggal 13 April kemarin, Kemenlu RI, KBRI Beijing, PT. Pos Indonesia, Kedutaan Besar China di Jakarta, dan China Post meluncurkan sampul dan perangko persahabatan kedua negara. Sudah genap 70 tahun kerja sama dan persahabatan Indonesia-China ini berlangsung.

Peluncurannya dilakukan secara online di tengah meluasnya wabah Covid-19 di Indonesia dengan tujuan untuk menyampaikan pesan semangat bahwa, Indonesia dan China akan saling membantu serta menguatkan khususnya pada saat krisis.

Sampul dan perangko tersebut didesain dengan ciri khas, filosofi, dan kebudayaan masing-masing negara. Dalam desainnya dicantumkan logo peringatan 70 tahun yang berupa garuda dan panda berwarna keemasan.

Kemudian, beberapa ciri khas budaya kedua negara juga dipresentasikan, seperti Barong Bali dan Barongsai China, Candi Borobudur, Great Wall di Beijing, panorama alam Raja Ampat di Papua Barat, serta Sungai Li di Guilin, Provinsi Guangxi.

Hubungan bilateral Indonesia dan China

China sendiri merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia. China juga tercatat sebagai salah satu investor terbesar kedua bagi pembangunan di Indonesia. Investasi China ini telah menggeser posisi Jepang yang pada tahun 2018 berada di posisi kedua dengan nilai US$4,95 miliar.

Di tahun 2019, nilai investasi Jepang menurun menjadi US$4,31 miliar. Sedangkan, merujuk pada data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada akhir Januari 2020, nilai investasi China naik secara signifikan dari angka US$2,4 miliar pada tahun 2018 menjadi US$4,7 miliar di tahun 2019.

Besarnya investasi China yang telah digandakan di Indonesia ini menyumbang 16,8% dari total investasi asing yang ada. Nilai investasi yang terbesar masih dipegang oleh Singapura yang berkontribusi 23,1% bagi pembangunan nasional di tanah air.

Bukan tidak mungkin, nilai investasi China ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia di tahun-tahun berikutnya jika hubungan baik kedua negara terjalin dengan harmonis.

Di sisi perdagangan, China masih menjadi negara yang mendominasi ekspor impor perdagangan di Indonesia hingga. Perdagangan Indonesia yang dimainkan dengan China ini khususnya pada sektor non-migas.

Menurut data Badan Pusat Statistis (BPS), pada periode hingga Januari-Februari 2020, nilai ekspor non-migas dari Indonesia ke China ke mencapai US$3,98 miliar. Nilai ekspor ini setara dengan 15,33% dari total ekspor Indonesia.

Jika dibandingkan, nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat masih berada di bawah China. Nilainya berada pada kisaran US$3,26 miliar atau menyumbangkan 12,58% untuk total ekspor nasional. Posisi ketiga diduduki oleh Jepang yang memberikan kontribusi ekspor sebesar 8,79% atau senilai US$2,28 miliar.

Indonesia sejauh ini masih mengandalkan penjualan produk ke China untuk mendapatkan devisa. Setelah adanya wabah Covid-19 ini, diprediksi ekspor Indonesia ke China juga akan melemah. Indonesia perlu mengantisipasi adanya penurunan nilai ekspor ini.

Dari sisi kinerja impor, di periode pembukuan yang sama, hubungan perdagangan dengan China juga berlangsung dengan sangat kuat. Indonesia mengimpor asal produk non-migas dari China senilai US$5,92 miliar atau setara dengan 26,76% terhadap total impor.

Nilai ini adalah yang terbesar dibandingkan nilai impor Indonesia dari negara-negara lainnya. Di posisi kedua ada Jepang, dimana Indonesia mengimpor produk non-migas dari negara tersebut sebesar US$2,38 miliar atau setara dengan 10,77% dari total impor.

Dari sisi pendidikan, pemerintah China juga memberikan ratusan beasiswa penuh untuk masyarakat Indonesia setiap tahunnya, khususnya melalui jalur Chinese Scholarship Council (CSC). CSC ini dibuka untuk jalur pendaftaran jenjang S1, S2, hingga S3.

Pemerintah China juga memberikan kesempatan untuk peneliti maupun Profesor dari Indonesia untuk melakukan join research, join degree, visiting lecturer, hingga kerja sama university to university.

Penguatan program promosi kebudayaan dan pariwisata

Kedekatan hubungan antar kedua negara ini juga semakin dikuatkan dengan adanya wisatawan China yang masuk ke Indonesia. Jumlah wisatawan asing ini juga memberikan tambahan pemasukan nasional yang besar.

Menurut data BPS, wisatwan China yang masuk ke Indonesia mencapai 181.281 kegiatan kunjungan selama Januari 2020. Jumlah ini tumbuh 17,58% jika dibandingkan dengan bulan Desember 2019 dan tumbuh 1,46% dibandingkan Januari 2019.

Pertumbuhan ini dikarenakan progresifnya promosi pariwisata dan kebudayaan yang dilakukan Kedutaan Besar RI Beijing dan Kementerian Pariwisata di seluruh wilayah China. Tingginya angka kunjungan tersebut juga dikarenakan belum mewabahnya Covid-19 ini. Promosi tersebut melibatkan para pelajar Indonesia di kota-kota setempat.

Seorang mahasiswi Yunnan University sedang menampilkan tarian tradisional Sumbawa.

PPIT Kunming mempelopori promosi Indonesia di Kunming

Pada bulan Oktober 2019, pemerintah Indonesia mengadakan pameran di kota Kunming, Provinsi Yunnan. Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Ranting Kunming aktif berpartisipasi sebagai penerjemah, pengisi acara, mensosialisasikan program, dan membantu memberikan penjelasan tentang berbagai produk maupun program pariwisata Indonesia.

Pada tanggal 12 Januari 2020, PPIT Kunming bersama Komunitas Masyarakat Tionghoa Diaspora Indonesia juga sukses menggelar promosi kebudayaan di hotel Jing Mao, Kunming.

Acara ini diikuti oleh sekitar 250 peserta, baik dari masyarakat lokal Kunming maupun seluruh pelajar Indonesia. Acara ini juga menjadi ajang perayaan Tahun Baru Imlek.

Acara tersebut diisi oleh berbagai penampilan seperti tarian tradisional Tiongkok, tarian tradional Indonesia yang dibawakan oleh beberapa orang ayi (bibi) dan shushu (paman), hingga permainan alat musik tradisional Tiongkok yang mempersembahkan lagu Bengawan Solo.

PPIT Kunming menampilkan tari Salam Samawa, paduan suara lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, dan “Mungkinkah” dari grup band legendaris Stinky.

Para anggota PPIT Kunming mempersembahkan Tari Salam Samawa untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Nusantara.

Pemilihan Tari Salam Samawa yang merupakan tarian penyambutan khas Sumbawa didasari atas alasan filosofis, yaitu spirit persahabatan, sinergi, dan semangat kolaborasi untuk menguatkan kerja sama antar kedua negara yang lebih kokoh, nyata, dan bermanfaat di segala bidang.

PPIT Kunming yang diketuai oleh Adhita Sri Prabakusuma yang menempuh pendidikan di Yunnan Agricultural Univeristy ini sangat aktif dalam mendukung program-program promosi pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan antar kedua negara.

Berbagai kolaborasi program dengan berbagai institusi dan komunitas yang dilakukan oleh PPIT Kunming ini sangat memberikan dampak positif terhadap kemajuan kerja sama bilateral Indonesia dan China.

Ditulis oleh:

Adhita Sri Prabakusuma

Ketua PPIT Kunming dan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok