Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Integrated Farming System

Mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Diponegoro Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Adib Lazuar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temanggung, 12 Agustus 2024 -- Ketahanan pangan menjadi syarat utama untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan tercapai ketika kondisi dimana terpenuhinya pangan bagi seluruh individu baik dari segi jumlah maupun mutu. Ketahanan pangan dapat dicapai mulai dari level yang rendah yaitu keluarga.
Pertanian dalam arti luas merupakan penopang utama untuk mencapai ketahanan pangan. Pertanian akan selalu dituntut untuk berkembang agar memastikan ketahanan pangan terjaga. Kegiatan pertanian seringkali dilakukan di daerah pedesaan, termasuk dalam hal ini Desa Gedongsari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Masyarakat Desa Gedongsari sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak. Komoditas yang dibudidayakan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi suatu sistem yang saling terintegrasi.
Melihat hal tersebut, Adib mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memiliki ide untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada dalam suatu konsep integrated farming system. Bekerja sama dengan Dhian Farm, salah satu peternakan domba yang terletak di Dusun Janggar, Desa Gedongsari, Adib menyusun rancangan desain pengembangan peternakan tersebut berbasis integrated farming system - low external input sustainable agriculture. Pengembangan tersebut didasarkan pada pemanfaatan limbah dari setiap subsistem budidaya untuk dijadikan input pada subsistem budidaya yang lain.
Rancangan desain dibuat melalui diskusi dengan Mas Galih selaku pemilik Dhian Farm serta observasi potensi wilayah. Setelah itu, ditemukanlah rancangan desain yang memuat konsep, skema dan layout peterakan domba Dhian Farm. Rancangan desain tersebut kemudian dibukukan dalam bentuk booklet dan telah diserahkan. Harapannya, rancangan desain tersebut dapat menjadi pedoman pengembangan peternakan berbasis integrated farming system yang mampu mengefisiensi penggunaan input serta menunjang ketahanan pangan minimal dalam lingkup keluarga.
