Opini & Cerita
·
3 September 2020 16:39

Seumpama Socrates Mempunyai Twitter

Konten ini diproduksi oleh Adien Tsaqif
Seumpama Socrates Mempunyai Twitter (39611)
Sumber gambar: vecteezy.com
Socrates namanya, seorang filosof yang hidup di Athena, Yunani, sekitar abad ke-4 SM. Ia merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filsafat. Socrates juga dikenal sebagai bapak filsafat Barat dan merupakan generasi pertama dari tiga filsuf Yunani–yaitu Socrates, Plato, dan Aristoteles.
ADVERTISEMENT
Saya pun membayangkan, seumpama sosok Socrates mempunyai Twitter, apa yang akan terjadi?
Socrates merupakan orang yang biasa-biasa saja, semua sepakat bahwa Socrates memiliki wajah yang kurang tampan. Hal inilah yang membuat Socrates kurang pede, ia menjadi seorang yang introvert dan malu untuk tampil di hadapan banyak orang.
Karena Socrates merupakan seorang yang gemar berpikir, hal apa saja selalu ia pikirkan–utamanya adalah masalah kebijaksanaan. Socrates ingin mempertanyakan masalah kebijaksanaan kepada orang-orang, tetapi karena kurang pede keinginannya itu tidak tercapai, hanya karena masalah sepele, ia kurang pede untuk mulai bertanya. Akhirnya Socrates mencari solusi agar bisa menyampaikan pertanyaanya ke banyak orang.
Teman-temanya menyarankan Socrates agar membuat akun Twitter, pasalnya Twitter adalah media yang cocok untuk menyampaikan uneg-uneg tanpa harus mengenal rasa malu. Akhirnya Socrates mengiyakan, ia segera membuat akun Twitter. Socrates membuat akun dengan nama pengguna yakni @socrates, serta nama profilnya juga sama yakni Socrates, tak lupa ia memasang ava dengan foto yang formal.
ADVERTISEMENT
Selesai membuat akun Socrates langsung ngetwit “Kenalilah dirimu!”. Oh iya, Socrates sama sekali belum mempunyai follower, hal ini yang membuat Socrates bingung, kenapa tidak ada orang yang mau menanggapi tweet-nya. Lantas ia bertanya ke temanya yang sudah menjadi selebtweet atau sesepuh Twitter. “Lur, kenapa gak ada orang yang menganggapi twitku ya?” tanya Socrates kepada temanya. “Makanya mutualan!” jawab temanya. Socrates aslinya tidak paham apa itu mutualan, ia enggan bertanya kepada temanya lagi, karena takut dianggap gaptek.
Akhirnya Socrates mencari jawaban tersebut lewat Google, dan akhirnya ketemu juga jawabanya, dalam sebuah situs dijelaskan bahwa mutualan ialah saling mengikuti satu sama lain agar bisa saling berteman. Akhirnya Socrates bisa tidur dengan nyenyak. Tanpa basa-basi, Socrates segera mengikuti akun-akun yang disarankan demi mendapat balasan folback.
ADVERTISEMENT
Ternyata tidak semudah itu mendapat pengikut, Socrates kira, apabila ia mengikuti orang lain, maka orang itu lantas membalas mengikuti dirinya. Ia tidak bisa tidur lagi, kemudian overthinking. Akhirnya Socrates membuka Twitter dan scroll timeline. Dalam timeline, ada sebuah akun yang nge-tweet “Mutualan yuk gaiss, like aja ya”, Socrates kegirangan bukan main, ia segera like tweet tersebut. Tetapi yang menjadi pertanyaan Socrates, kenapa akun tersebut bukan nama orang?, akun itu bernama @julidmenfess, dan dalam bionya tertulis “Auto Base Perjulidan Duniawi”. Akhirnya, Socrates mencari tahu apa itu akun Auto Base?. Singkat cerita, Socrates menemukan jawabanya, Auto base adalah sebuah akun yang mencuit berdasarkan apa yang dikirimkan lewat DM ke akun tersebut. Socrates pun paham, ternyata yang nge-tweet ngajak mutualan tadi adalah sender Auto Base.
ADVERTISEMENT
Tak lama kemudian, muncul notif di Twitter Socrates, ada pengguna yang mengikuti Socrates, nama akunya adalah @Plato. Ia kemudian nge-DM Socrates “Follback uy”. “Ok Siap” balas Socrates, Socrates segera mencet tombol follow di halaman profil akun Plato. Akhirnya mereka bedua pun sukses mutualan.
Dari sini Socrates menjadi paham, ternyata mendapatkan pengikut dengan cepat caranya cuma begitu. Tanpa berpikir panjang Socrates segera nge-DM di Auto Base “mutualan yuk, like aja”, dan benar saja, apa yang Socrates DM menjadi tweet Auto Base tersebut. Tweet tersebut akhirnya mendapatkan like banyak, Ia pun segera mengikuti akun-akun yang nge-like, tak lupa ia nge-DM untuk meminta follback.
Pengikut r Socrates pun bertambah banyak, karena kegigihanya dalam mutualan, ia berhasil mendapat 1200 pengikut hanya dalam waktu seminggu. Ia segera memulai misi berfilsafat dengan cara nge-tweet.
ADVERTISEMENT
Sudah ratusan tweet sudah dicuitkan Socrates, dari sekian banyak tweet-nya, yang paling sering mengomentari ialah Plato–mutualan pertama Socrates. Ia selalu setuju dengan apa saja yang dicuitkan Socrates.
Akhirnya Plato pun mencoba memberanikan diri nge-DM Socrates, “Bang, selama ini saya selalu menyukai tweet Anda, dan saya setuju apa yang Anda katakan, apakah Anda bersedia jika saya ingin menjadi murid virtual Anda?, Socrates menjawab dengan kembali bertanya, “Apakah kamu tidak mengetahui segala sesuatu?”, “Maksudnya, Bang? tanya Plato, “Apakah kamu mengetahui bahwa kamu tidak mengetahui segala sesuatu?” jawab Socrates. “Saya mengetahui apa yang saya tahu, Bang” tegas Plato, “Kamu belum bijaksana, orang bijaksana adalah orang yang tidak mengetahui segala hal” kata Socrates, “Ah, pusing lah, Bang, yang penting saya mau menjadi murid virtual Abang”. “Silahkan kamu like twitku dan jangan lupa re-tewit setiap cuitanku, itu adalah syarat utama menjadi muridku” tegas Socrates.
ADVERTISEMENT
Plato mengiyakan, ia segera me-retweet semua cuitan Socrates, tetapi tidak semua di-retwit, sebagian ia copas tweet Socrates kemudian ia dijadikan bahan cuitanya. Karena follower Plato lebih banyak dari Socrates, ia mendapat tanggapan dari mutualnya. Beberapa mutual Plato setuju dengan twit Plato, tweet hasil copas dari Socrates tadi berhasil mendapat banyak re-tweet bahkan Willy the kid juga ikut me-retweet cuitan Plato.
Dari sini, akhirnya Plato mendapat banyak mendapat banyak pengikut, ia juga membuat grup Telegram dengan nama Akademi Plato, grup yang membahas cuitan Plato. Ia akhirnya menjadi Filsuftwit yang masyhur dan juga mendapat banyak murid.
Murid-murid Plato banyak yang bertanya, kenapa ia menjadi Filsuftwit yang besar. Akhirnya Plato menjawad dengan membuat sebuah trid, dalam trid tersebut ia memperkenalkan sosok Socrates yang menjadi gurunya. Ia menyatakan juga bahwa seluruh twitnya berkiblat dari gurunya itu. Dalam akhir trid tersebut Plato mengatakan bahwa akun gurunya yakni @socrates suspended karena melanggar kebijakan Twitter.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white