Konten dari Pengguna

Biaya Peluang: Kenapa Mahasiswa Harus Memilih Dengan Bijak

adinda giska putri anastasya

adinda giska putri anastasya

mahasiswa unpam

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari adinda giska putri anastasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar dari Chat GPT/AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar dari Chat GPT/AI

Sebagai mahasiswa, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memilih bagaimana menggunakan waktu, uang, tenaga, dan berbagai sumber daya yang kita miliki. Tidak semua keinginan dapat dipenuhi sekaligus karena sumber daya yang tersedia terbatas. Kondisi inilah yang dalam ilmu ekonomi disebut kelangkaan.

Kelangkaan bukan hanya berkaitan dengan barang atau uang, tetapi juga dapat terjadi pada waktu. Seorang mahasiswa memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari. Namun, dalam waktu tersebut mahasiswa harus membagi waktunya untuk kuliah, mengerjakan tugas, belajar, berorganisasi, bekerja, beristirahat, dan bersosialisasi. Karena waktu terbatas, mahasiswa harus menentukan kegiatan mana yang menjadi prioritas.

Contohnya, seorang mahasiswa memiliki uang Rp100.000. Uang tersebut dapat digunakan untuk membeli buku atau digunakan untuk makan dan transportasi selama beberapa hari. Jika mahasiswa memilih membeli buku, maka ia harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lainnya. Sebaliknya, jika uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kesempatan untuk membeli buku harus ditunda. Pilihan yang diambil selalu memiliki konsekuensi.

Hal tersebut berkaitan dengan biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang adalah nilai dari kesempatan terbaik yang harus dikorbankan karena kita memilih suatu pilihan. Misalnya, seorang mahasiswa memiliki waktu dua jam. Ia dapat menggunakan waktu tersebut untuk belajar menghadapi ujian atau bermain bersama teman. Jika ia memilih belajar, maka kesempatan terbaik yang dikorbankan adalah waktu bermain bersama teman. Sebaliknya, jika memilih bermain, kesempatan untuk belajar menjadi biaya peluangnya.

Menurut saya, memahami kelangkaan dan biaya peluang penting bagi mahasiswa karena dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak. Mahasiswa tidak hanya perlu mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi juga harus memikirkan apa yang harus dikorbankan dari pilihan tersebut. Dengan memahami konsep ini, mahasiswa dapat belajar menentukan prioritas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

Pada akhirnya, kehidupan mahasiswa memang tidak terlepas dari pilihan. Keterbatasan waktu, uang, dan tenaga membuat kita harus menentukan prioritas. Oleh karena itu, kelangkaan mengajarkan kita untuk memilih, sedangkan biaya peluang mengajarkan kita untuk memahami konsekuensi dari pilihan tersebut. Kemampuan menentukan pilihan secara tepat akan membantu mahasiswa menggunakan sumber daya yang terbatas dengan lebih efektif dan bertanggung jawab.