Konten dari Pengguna

Membangun Komunikasi yang Baik antara Atasan dan Karyawan

Adinda Listya Septiani

Adinda Listya Septiani

Hay semua, saya Adinda Listya Septiani. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S1, Departmen Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas, Sumatera Barat Sangat menyukai ais cream vanilla

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adinda Listya Septiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : adinda listya septiani
zoom-in-whitePerbesar
sumber : adinda listya septiani

Komunikasi merupakan salah satu faktor penting untuk menjalin hubungan baik antara sesama manusia, terutama di dalam dunia pekerjaan. Apabila terjadi miss komunikasi dan berujung pada perkelahian di antara sesama karyawan, tentu akan menghasilkan dampak buruk dalam memproduksi barang tersebut. Sebagai, tidak harmonis nya di antara sesama karyawan di kantor akan membuat karyawan merasa malas bekerja karena tidak nyaman. Sebaliknya, suasana kerja yang baik akan menciptakan kinerja yang baik dan prima. Lalu, beberapa cara untuk membangun hubungan kerja tetap terjaga adalah :

1. Menghargai orang lain

Sebuah penghargaan baik pendapat atau tindakan dari diri kita kepada orang lain merupakan cara untuk memperkuat hubungan baik dengan rekan. Dan, sekecil apa pun bentuk pertolongan atau bantuan dari rekan hargailah untuk membangun perusahaan bersama – sama.

2. Menghindari politik kotor

Jangan sampai menghasut satu karyawan kepada karyawan lain untuk kepentingan pribadi sendiri dan tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Sebab, bermain politik kotor hanya akan membahayakan reputasi diri sendiri.

3. Tetaplah bersikap profesional

Kejadian – kejadian di luar dugaan yang datang dari urusan pribadi adalah hal biasa, yang perlu diingat adalah jangan mencampuri antara urusan pribadi dan urusan di tempat kerja. Hubungan kerja akan memburuk ketika orang mencampuri dua hal tersebut, dan pasti akan menghambat pekerjaan. Bicarakan hal pribadi di luar jam kerja.

Kemudian, apa saja yang menjadi pemicu konflik di dunia kerja? Mengetahui apa – apa saja faktor yang dapat menciptakan konflik ini dirasa penting agar dapat menghindari di mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Faktor – faktor tersebut adalah :

1. Berkelompok

Karyawan biasannya cenderung berkelompok dengan sesamanya, misalnya karyawan tua dengan karyawan yang tua, dan sebaliknya. Akibatnya hubungan sosial menjadi terkotak – kotak dan membuat kurang harmonis serta buruknya kedekatan emosional antar sesama karyawan. Oleh karena itu, berbaur dan bergaul lah tanpa memandang senior ataupun junior di dalam bekerja.

2. Superioritas

Adalah perasaan senioritas dari karyawan yang lebih tua atau lebih lama dibandingkan karyawan di bawah mereka. Padahal lama bekerja seseorang tidak bisa dijadikan tolak ukur kualitas kerja seseorang. Mengapa tidak sama-sama menciptakan kolaborasi antara pemikiran inovasi baru dan ide – ide lama yang tervalidasi selama ini.

3. Kesempatan

Dilihat dari sisi perusahaan juga harus bersikap adil dalam memberikan kesempatan terhadap para karyawan agar tidak menimbulkan konflik. Jangan kemudian peluang menyampaikan ide – ide hanya diberikan kepada karyawan yang sudah lama mengabdi terhadap perusahaan. Tetap dengarkanlah pendapat dari karyawan baru karena mungkin saja akan tercipta inovasi kreatif ataupun ide – ide baik bagi kemajuan perusahaan untuk tidak stuck di satu tempat.

Selanjutnya, antara karyawan dengan atasan juga harus saling memupuk rasa saling menghargai, mengapresiasi, namun tetap bekerja profesional. Jangan sampai menimbulkan ketidakadilan satu sama lain. Sebagai contoh ada sebuah pemberitaan di pertengahan bulan mei pada tahun 2022 yang di muat di media pemberitaan ternama dan terpecaya yaitu kekerasan pegawai di dunia kerja, seorang wanita mengaku terpaksa tetap bertahan bekerja meskipun menghadapi atasan yang melakukan kekerasan fisik kepada nya hingga membuatnya “depresi”. Kekerasan di awali hanya dengan membuang dokumen dan berkata – kata kasar di hadapan nya. Namun, tindakan itu masih dia terima. Lambat laun emosi atasan nya tersebut makin menggila dengan melakukan tindak kekerasan fisik dengan menoyor jidat diiringi kata – kata umpatan, lalu mendorong bahu korban ini hingga menyentuh dinding. Kejadian ini pun pasti tidak terjadi hanya satu kali karena melalui pengakuan nya terjadi gangguan baik kondisi fisik dan mentalnya.

Oleh karena itu, diharapkan kasus itu dapat menjadi pelajaran bersama untuk tidak mengulanginya kembali. Karena, sejatinya para karyawan dan atasan adalah sama – sama manusia yang butuh banyak evaluasi diri setiap harinya. Salah satunya adalah dengan memperbaiki komunikasi dan tindak perilaku dan bersosial di mana pun kita berinteraksi. Dan berkualitas nya komunikasi antara atasan dengan bawahan tentu saja menjadi kunci dalam membangun hubungan yang baik di dalam dunia kerja.