Konten dari Pengguna

Pentingnya Komunikasi Interpersonal dalam Pelayanan Kesehatan

Adinda Listya Septiani

Adinda Listya Septiani

Hay semua, saya Adinda Listya Septiani. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S1, Departmen Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas, Sumatera Barat Sangat menyukai ais cream vanilla

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adinda Listya Septiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : adindalistyaseptiani
zoom-in-whitePerbesar
sumber : adindalistyaseptiani

Berbicara tentang komunikasi, terutama komunikasi untuk sistem pelayanan adalah hal yang dibutuhkan di setiap proses kehidupan seperti di sebuah rumah sakit. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat pengaduan bagi setiap kalangan masyarakat baik yang kaya, kurang mampu atau sistem mandiri sekalipun seharusnya juga mendapatkan pelayanan yang sama. Lalu, apa fungsi komunikasi interpersonal agar menciptakan pelayanan kesehatan yang baik?. Secara teori, komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dijalin antar pribadi. Dan diharapkan komunikasi tersebut mendapatkan umpan yang baik kembali. Sementara, menurut Mulyana komunikasi interpersonal atau antar pribadi adalah komunikasi antar orang secara tatap muka atau berhadapan langsung yang memungkinkan setiap pelakunya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal.

Perkembangan dunia kesehatan saat ini tidak bisa dilepaskan dari ilmu komunikasi, berbagai aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan, maupun perawat semua bersentuhan dengan ilmu komunikasi. Di era saat ini banyak rumah sakit tertentu yang mendapatkan nilai plus dari masyarakat karena memiliki pelayanan yang baik, tidak selalu soal fasilitas, pelayanan yang baik turut menentukan pilihan dan kenyamanan pasien. Dapat disimpulkan, bentuk komunikasi antar pribadi sangat penting untuk diterapkan oleh pelayanan tenaga kesehatan. Orang yang sedang sakit lalu berobat tidak hanya ingin diobati lalu di beri obat begitu saja. Mereka pasti juga menuntut pelayanan yang ramah dan baik.

Tetapi pada kenyataan nya, masih banyak tenaga kesehatan yang sangat minim untuk melayani seorang pasien dengan baik. Bahkan, ada sebuah kasus viral yang beredar di salah satu media pemberitaan di televisi akhir-akhir ini tentang seorang Ibu yang sedang melahirkan namun di marahi oleh suster yang sedang menangani nya dikarenakan Ibu tersebut berteriak hingga dianggap mengganggu pasien lainnya di rumah sakit tersebut saat melahirkan.

Lalu, bagaimana kah menurut kalian. Siapakah yang salah dari kejadian tersebut?. Baik, mari kita lihat dari sisi Ibu yang melahirkan, memang benar kita tidak boleh mengganggu ketertiban pasien lainnya di rumah sakit. Tetapi, apakah tindakan dari tenaga kesehatan yang memarahi tersebut merupakan perilaku yang sudah benar. Padahal berteriak di saat melahirkan bukan kah tindakan yang normal? Atau bukan kah ruangan melahirkan itu tidak di dekat dan bergabung dengan ruangan inap pasien lainnya?. Sungguh disayangkan dari kejadian tersebut. Oleh karena itu, komunikasi interpersonal dengan pasien itu juga perlu dibangun. Sebab komunikasi Interpersonal adalah sarana paling nyaman untuk tenaga kesehatan melakukan pendekatan dengan pasiennya. Sebagaimana yang ditegaskan di awal, kedekatan antara tenaga kesehatan dan pasien akan melahirkan kenyamanan bahkan semangat untuk sama-sama berjuang. Kedekatan ini pun berperan penting dalam hubungan antar keduanya sehingga dapat memperoleh istilah kata yang sering kita dengar yakni sama-sama enak.

Dan, dilihat dari sisi perawat tersebut mungkin dia hanya ingin menjalankan prosedur operasional di rumah sakit itu jadi didalam kasus ini perlu pengembangan lebih lanjut serta pembelajaran bagi tenaga kesehatan dalam melayani pasien. Walaupun dinilai memiliki pro dan kontra dilihat dari kasus ini mungkin pihak rumah sakit juga harus lebih di persiapkan lagi ruangan melahirkan dengan kedap suara atau ruangan yang jauh dari beberapa kamar inap pasien lainnya.

Tidak hanya kinerja secara operasional saja yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga bentuk lah komunikasi yang nyaman dengan pasien. Seperti bisa dengan mengucapkan salam, memperkenalkan diri, atau menanyakan kabar pasien terlebih dahulu. Perlakuan seperti itu dapat membuat pasien merasa nyaman dan percaya akan tindakan yang akan diberikan kepada diri nya. Kemudian, seorang tenaga kesehatan dapat menjelaskan tindakan apa yang akan dilakukan lalu menanyakan perasaan pasien setelah dilakukannya sebuah tindakan. Tindakan-tindakan tersebut lah yang seharusnya di punyai oleh seorang dokter, perawat atau pelayanan di Rumah Sakit sekalipun. Berperilaku ramah, sopan, dan mengayomi adalah bentuk terbaik dari sebuah pelayanan itu sendiri.

Menurut saya,membangun komunikasi yang baik antara pasien dengan pihak rumah sakit merupakan hal yang sangat di senangi oleh semua orang. Dalam komunikasi interpersonal inilah seseorang dapat belajar bahwa berkomunikasi yang baik kepada seseorang akan memperbesar peluang mendapatkan sebuah umpan yang baik pula. Tetapi, paling tidak citra dan integritas sebagai seseorang tenaga kesehatan tidak mendapatkan coreng merah dari seorang pasien. Komunikasi yang terjalin sukses antara tenaga kesehatan dengan pasien diharapkan juga melnjadi pokok penting yang harus diperhatikan dan selalu di evaluasi perkembangannya.