Merangkai Makna dari Pulau Panjang

Mahasiswa tingkat akhir di Biologi FMIPA Universitas Indonesia yang aktif berkegiatan sosial serta berorganisasi. Bermimpi untuk menjadi konservasionis, ekologis, serta pegiat sosial.
Tulisan dari adinda yusra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aksi Tumbuhkan Wawasan Kepulauan Bersama Tim Archipelagic Thinking dan Universitas Indonesia di Pulau Panjang, Banten

Sudah dua tahun terakhir, Universitas Indonesia berbagi kebaikan melalui Program Kepedulian kepada Masyarakat yang diikuti oleh 50 tim mahasiswa dan dosen pendamping lapangan pada tiap tim. Kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia (Dirmawa UI), khususnya Sub Direktorat Kerja Sama dan Pengabdian Masyarakat. Tiap tim yang mendapatkan dana hibah ini disebar ke berbagai daerah, seperti Banten, Jawa Tengah, Bali, NTT, Lampung, bahkan Sulawesi Utara. Tentunya kegiatan seperti ini hadir sebagai bentuk kesadaran Universitas Indonesia terhadap kemajuan bangsa pada berbagai aspek. Salah satunya pada aspek pengabdian masyarakat.
Our Fun Nature (OFN) adalah salah satu tim terpilih dalam program hibah ini. Dengan mengangkat tema Archipelagic Thinking untuk Anak-Anak di Pulau Panjang, tim ini melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan edukasi lingkungan dan wawasan kenusantaraan. Tim Archipelagic Thinking terdiri atas mahasiswa multidisiplin yang seluruhnya memiliki semangat dalam dunia pendidikan sebagai kunci untuk kehidupan yang lebih baik. Tim diketuai oleh Adam Abdullah dan beranggotakan Dian Anggraeni, Adinda Yusra, Marsha Putri Mahira, Shakila Sania Parsa, Raihan Ariqho Bani, Abiyyu Hanief, dan Rahmat Pakaya. Selain itu, dosen pendamping lapangan–Dr. Taqyuddin, S.Si., M.Hum.–juga ikut dalam aksi ini. “Tujuan OFN di Pulau Panjang adalah kita ingin mengenalkan mengenai indonesia kepada anak-anak pulau panjang, ingin menginspirasi anak anak untuk berani bercita-cita tinggi, serta mengajak anak anak untuk mencintai diri sendiri, teman, pulau, lingkungan, dan bumi,” ungkap Adam.
Pulau Panjang terletak tidak jauh dari Pulau Jawa. Namun, diperlukan transportasi berupa kapal angkot untuk menuju pulau ini via Pelabuhan Grenyang, Cilegon. Perjalanan menggunakan kapal memerlukan waktu 15 menit. Meskipun tidak begitu jauh dari Pulau Jawa, terdapat kekurangan dalam hal informasi dari daerah luar. Hal ini terlihat dari cita-cita anak Pulau Panjang yang tidak banyak jenisnya. Pengetahuan anak-anak terkait kebudayaan Indonesia pun masih sangat kurang. Terkait lingkungan, masyarakat serta anak-anak di Pulau Panjang masih kurang peduli. Pengelolaan sampah berkelanjutan di Pulau Panjang juga menjadi masalah krusial yang belum dapat ditangani oleh pemerintah setempat karena akses yang sulit untuk distribusi sampah.
Pulau Panjang hanya memiliki dua sekolah dasar dan salah satunya adalah SDN Kebalen, sekolah sasaran tim Our Fun Nature (OFN). Di SDN Kebalen terdapat 177 siswa dengan 6 rombongan belajar. Kegiatan Archipelagic Thinking dilaksanakan selama 4 hari dari pukul 7 pagi hingga 11 siang. Kegiatan yang dilakukan tim Archipelagic Thinking beragam, yaitu Kelas Nusantara, Kelas Inspirasi, pengenalan pola hidup bersih dan sehat, edukasi lingkungan, dan penanaman bibit mangrove. Archipelagic Thinking dilaksanakan guna menumbuhkan rasa cinta serta menambah ilmu anak-anak terkait Pulau Panjang. Harapannya, kami juga dapat mengulik potensi-potensi yang ada dalam anak-anak.
Seluruh kegiatan informal yang dibawakan tim Archipelagic Thinking mampu menghidupkan kembali semangat anak-anak SDN Kebalen dalam belajar sejak terjadinya pandemi COVID-19. Dalam menyampaikan materi, tim Archipelagic Thinking menggunakan metode kreatif, misalnya penggunaan lagu untuk penyampaian materi. Lagu-lagu tersebut mudah dihafal anak-anak dan dinyanyikan dalam kesehariannya. Antusiasme besar yang dimiliki anak-anak dapat dilihat dari keaktifan mereka dalam berpartisipasi dan juga pada sesi tanya-jawab. Ketika berada di luar kelas dan jam sekolah pun anak-anak selalu antusias untuk bermain sambil belajar bersama tim Archipelagic Thinking. “Kakak-kakak dari UI selalu mengajak belajar sambil bermain dan bernyanyi. (Kiki) suka banget kalau begitu,” ujar Kiki, siswa SD kelas 6.
Kegiatan yang dibawakan tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan penuh dari pihak pemerintah setempat, kepala sekolah, serta bapak dan ibu guru. “Anak dan guru sangat antusias atas kegiatan ini. Apa yang telah diajarkan oleh kakak-kakak dari Universitas Indonesia nanti dapat diajarkan kembali oleh bapak ibu guru SDN Kebalen,” ucap Ibu Siti, guru SDN Kebalen (29/10/2022). Setelah satu minggu merangkai warna dengan penuh semangat dan kasih untuk anak-anak SDN Kebalen, tim Our Fun Nature (OFN) pun pulang kembali dengan hati yang terisi kebahagiaan.
