Konten dari Pengguna

FBD 25 Sananrejo Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adinda Hauro Salsabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok FBD 25 Sananrejo Edukasi dengan Karang Taruna Atmadipta Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Foto Bersama Kelompok FBD 25 dengan Karang Taruna Atmadipta Desa Sananrejo
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Kelompok FBD 25 dengan Karang Taruna Atmadipta Desa Sananrejo

Minyak jelantah sering kali dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak lagi memiliki manfaat. Padahal, jika dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Berangkat dari kondisi tersebut, Kelompok FBD 25 Desa Sananrejo Universitas Brawijaya mengadakan program edukasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah sebagai salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.

Dalam Pelaksanaan FISIP Bakti Desa Universitas Brawijaya 2026, Desa Sananrejo dipilih sebagai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Program kerja ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat Karang Taruna Desa Sananrejo secara langsung melalui kegiatan edukasi pembuatan lilin aromaterapi. Tidak hanya memberikan materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, tetapi juga mengajak Karang Taruna memahami bahwa limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan berpotensi menjadi peluang usaha rumahan.

Materi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aroma Terapi

Kegiatan ini di pandu oleh Thitania Hanum Fathina mahasiswa Psikologi dan Adinda Hauro Salsabila mahasiswi Sosiologi Universitas Brawijaya. Diawali dengan pemaparan mengenai karakteristik minyak jelantah, cara penyaringan yang benar, serta manfaat pengolahan kembali limbah minyak bekas. Setelah itu, audiens mengikuti sesi praktik mulai dari proses pencampuran bahan-bahan, penambahan pewarna dan aroma terapi, hingga pencetakan lilin menggunakan kaleng bekas hingga menjadi produk siap pakai.

Praktik dengan Audiens Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aroma Terapi

Antusiasme masyarakat terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Para Karang Taruna yang hadir aktif untuk berdiskusi, mengajukan beberapa pertanyaan, dan mencoba setiap tahapan pembuatan lilin secara mandiri. Hasil akhir dari edukasi ini berupa lilin aromaterapi yang berhasil dibuat oleh Karang Taruna Atmadipta bersama Kelompok FBD 25 Sananrejo, sekaligus menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Infografis Edukasi Berupa Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Selain itu, Kelompok FBD 25 Sananrejo juga memberikan media edukasi berupa infografis kepada peserta sebagai panduan dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Infografis tersebut dirancang dengan tampilan yang sederhana dan informatif sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Materi yang disajikan meliputi alat dan bahan yang dibutuhkan, tahapan pembuatan, hingga manfaat pemanfaatan minyak jelantah sebagai produk yang lebih bernilai.

Melalui pembagian infografis ini, diharapkan masyarakat dapat mengingat kembali setiap proses pembuatan lilin aromaterapi serta mempraktikkannya secara mandiri setelah pelatihan selesai. Selain itu, infografis juga memuat petunjuk penggunaan dan penyimpanan lilin aromaterapi agar produk yang dihasilkan tetap berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal, bahkan berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Foto Bersama Kelompok FBD 25 Desa Sananrejo

Kelompok FBD 25 Sananrejo berharap masyarakat tidak lagi memandang minyak jelantah sebagai limbah yang harus dibuang begitu saja. Sebaliknya, minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif yang ramah lingkungan dan memiliki potensi menambah nilai ekonomi bagi keluarga maupun pelaku usaha kecil.

Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Dengan langkah sederhana seperti mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Kelompok FBD 25 Sananrejo dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi masyarakat desa. Harapannya, keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sananrejo dalam jangka panjang.