Conscious Consumption: Berbelanja Secara Sadar

Seorang dosen muda di Universitas Amikom Purwokerto yang tertarik menulis tentang komunikasi, media, gender dan gaya hidup.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Adinna Islah Perwita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika kamu akan berbelanja sesuatu namun banyak yang dipertimbangkan, mungkin kamu termasuk penganut paham conscious consumption? Apa sih conscious consumption? Berikut ulasannya:
Conscious consumption merupakan pemahaman ketika seseorang yang akan melakukan kegiatan konsumsi kemudian mempertimbangkan keputusannya dengan berbagai aspek secara sadar. Aspek ini meliputi ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
Seseorang akan mempertimbangkan produk yang ia beli mulai dari aspek ekonominya, seperti pemilihan produk lokal, UMKM, dan sebagainya yang akan menguntungkan bagi masyarakat sekitar. Kemudian, dari aspek sosialnya, seseorang dapat mempertimbangkan produk yang ia pilih sampai mengulik ke sosial perusahaannya, seperti upah kerja karyawan, kesetaraan gender karyawan, dan hak-hak karyawan. Terakhir, aspek lingkungan biasanya akan mempertimbangkan dari segi ramah lingkungan, organik, hingga memilih yang tidak menimbulkan polusi.
Berikut langkah termudah bagi kamu yang tertarik untuk mencoba conscious consumption:
Konsumsi barang-barang yang memang sangat diperlukan, tidak hanya berdasarkan keinginan belaka.
Melakukan riset terlebih dulu terkait asal-usul produk yang akan dikonsumsi, seperti proses pembuatannya, sosial perusahaannya, serta dampak lingkungan dari mengkonsumsi produk tersebut.
Mengutamakan perbaikan terlebih dulu pada barang yang rusak sebelum memutuskan untuk membeli yang baru.
Seseorang disebut sadar dalam berbelanja ketika melalui pertimbangan aspek-aspek tersebut. Hal ini penting disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat membentuk budaya yang penuh kesadaran. Terlebih yang berhubungan dengan jangka panjang.
Hal ini juga menjadi catatan penting bagi perusahaan penyedia produk agar mulai mengutamakan aspek-aspek di atas karena masyarakat era kini mulai kritis dalam pemilihan produk dan tidak terpungkiri juga bahwa ini akan menjadi gaya hidup konsumen di masa depan.
