Moms, Ini Pentingnya Melatih Anak Laki-laki Kerjakan Pekerjaan Rumah Sejak Dini

Mengajari anak laki-laki memasak, mencuci piring, menyapu, atau membereskan rumah bukan sekadar membuat mereka bisa mengurus diri sendiri, Moms.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu anak memahami bahwa pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab bersama, bukan sesuatu yang otomatis menjadi tugas perempuan.
Hal ini sejalan dengan riset dari University of Tokyo yang menemukan adanya kaitan antara pengalaman anak laki-laki melakukan pekerjaan rumah dengan pandangan yang lebih setara terhadap pembagian peran di dalam rumah. Dengan kata lain, keterampilan sederhana yang dikenalkan sejak kecil bisa ikut membentuk cara anak melihat peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga.
Mulai dari Hal Sederhana
Anak tidak harus langsung diajari pekerjaan rumah yang berat. Orang tua bisa memberikan pekerjaan rumah ringan sesuai dengan usia dan kemampuan mereka. Mulai dari merapikan mainan, membereskan tempat tidur, menaruh pakaian kotor di tempatnya, atau membawa piring setelah makan.
Semakin besar usia anak, tanggung jawabnya bisa ditambah, seperti mencuci piring, menyapu, membantu memasak, hingga mencuci pakaian. Yang penting, anak tidak melihat pekerjaan tersebut sebagai sesuatu yang hanya dilakukan oleh perempuan.
Anak akan Belajar soal Tanggung Jawab
Bukan sekadar bisa memasak atau bersih-bersih, saat orang tua memberikan pekerjaan rumah, anak juga sedang belajar soal tanggung jawab.
Ia belajar bahwa ketika tinggal bersama orang lain, ada pekerjaan yang perlu dilakukan agar rumah tetap nyaman dan pekerjaan tersebut bisa dibagi bersama. Pemahaman seperti ini tentu akan berguna ketika anak tumbuh dewasa dan nantinya membangun keluarganya sendiri.
Sebab menjadi suami bukan hanya bertanggung jawab mencari nafkah. Mengurus rumah, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan merawat anak juga merupakan bagian dari kehidupan keluarga.
