Kumparan Logo

Riset: Disleksia pada Anak Ternyata Dipengaruhi Faktor Genetik dari Orang Tua

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak stress belajar Foto: BlurryMe/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak stress belajar Foto: BlurryMe/Shutterstock

Moms, anak sudah sering diajak membaca, tapi masih kesulitan mengenali huruf, mengeja, atau membaca kata? Jangan buru-buru menganggapnya malas belajar, ya. Kesulitan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda disleksia.

Disleksia adalah kesulitan belajar yang dapat membuat anak mengalami hambatan dalam membaca, mengeja, atau mengenali kata. Kondisi ini tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan anak. Lantas, apa yang menyebabkan disleksia?

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan dan genetik. Artinya, faktor genetik dari orang tua juga bisa berkaitan dengan kemampuan membaca anak.

Faktor Genetik Berperan dalam Kemampuan Membaca

Ilustrasi anak belajar baca, tulis, dan berhitung (Calistung). Foto: Odua Images/Shutterstock

Jurnal yang diterbitkan dalam Neuroscience & Biobehavioral Reviews dan terindeks di National Library of Medicine meninjau 13 penelitian longitudinal pada anak kembar dan saudara adopsi.

Hasilnya menunjukkan bahwa faktor genetik ikut berperan dalam perkembangan kemampuan membaca dan keterampilan kognitif yang berkaitan dengan membaca. Sementara itu, pengaruh genetik dan lingkungan dapat berubah seiring anak tumbuh.

Seberapa Besar Pengaruh Genetik pada Disleksia?

Ilustrasi Anak Menulis Foto: paulaphoto/Shutterstock

Studi mengenai genetika disleksia memperkirakan pengaruh faktor genetik pada disleksia sekitar 70 persen. Namun, angka tersebut bukan berarti seorang anak memiliki kemungkinan 70 persen mengalami disleksia, ya, Moms.

Angka ini menggambarkan seberapa besar perbedaan kemampuan membaca dalam suatu kelompok yang berkaitan dengan faktor genetik.

Jadi, genetik bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Lingkungan dan pengalaman belajar anak juga ikut berperan dalam perkembangan kemampuan membacanya.

Jangan Buru-buru Melabeli Anak Malas

Anak dengan disleksia dapat mengalami kesulitan membaca, mengeja, atau menghubungkan bunyi dengan huruf. Kondisi ini bukan berarti anak kurang cerdas atau tidak mau belajar.

Kalau kesulitan membaca terus terjadi meski anak sudah berusaha, orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan dukungan yang sesuai.

Dengan begitu, anak bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan tanpa harus merasa dirinya malas, kurang pintar, atau tertinggal dari teman-temannya.