Foto: Sidang Dakwaan Sara Duterte Ditunda, Berpotensi Pengaruhi Politik 2028
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte melambaikan tangan kepada para pendukungnya saat meninggalkan Pengadilan Negeri Quezon City, Filipina, Jumat (11/9/2026).
Tim kuasa hukum Sara Duterte menginformasikan kepada wartawan tentang penundaan sidang pembacaan dakwaan terhadap Sara atas tuduhan membuat ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara, dan Ketua DPR Martin Romualdez.
Dikutip dari Reuters, pengacara Sara Duterte, Paul Lim, mengatakan pihak pembela telah mengajukan mosi untuk menunda pembacaan dakwaan dalam persidangan yang digelar Jumat (11/9/2026).
"Kami mengajukan mosi untuk menunda pembacaan dakwaan," kata Lim kepada wartawan dan pendukung Duterte yang berkumpul di luar pengadilan.
Dalam konferensi pers daring pada 2024, Sara Duterte mengatakan telah memerintahkan seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr., istrinya, serta mantan Ketua DPR Martin Romualdez jika dirinya terbunuh.
Perseteruan hukum ini menjadi babak baru dalam hubungan politik Duterte dan Marcos. Keduanya sebelumnya merupakan pasangan politik (capres-cawapres) dalam pemilu 2022, tetapi hubungan mereka kemudian memburuk akibat perselisihan politik.
Perkembangan kasus tersebut juga berpotensi memengaruhi langkah politik Duterte, termasuk ambisinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden Filipina pada Pemilu 2028.
