Foto: Ukraina Kembangkan Robot Darat Bersenjata untuk Hadapi Pasukan Rusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Di sebuah bengkel militer dekat garis depan di wilayah Kharkiv, tim mekanik Ukraina tengah mempersiapkan kendaraan darat tanpa awak atau unmanned ground vehicle (UGV) untuk digunakan dalam pertempuran melawan pasukan Rusia.

Salah satu robot tersebut dijuluki "Hyena", kendaraan itu dirancang untuk bergerak menuju posisi pertahanan Rusia sambil membawa bahan peledak hingga sekitar 20 kilogram.

Robot tersebut dirancang agar bisa digunakan untuk menyerang bunker maupun menghentikan serangan musuh.

Dikutip dari Reuters, seorang mekanik militer dengan nama panggilan "Chimera" mengatakan, keberadaan UGV dengan muatan bahan peledak dalam jumlah besar dapat menjadi ancaman serius bagi pasukan di garis depan.

Lokakarya pengembangan robot seperti ini bermunculan di sepanjang garis depan Ukraina yang membentang sekitar 745 mil. Korps Angkatan Darat Ketiga Ukraina menjadi salah satu unit yang mengembangkan berbagai robot eksperimental untuk mendukung operasi militer.

Brigadir Jenderal Andrii Biletskyi, yang memimpin Korps Angkatan Darat Ketiga, bahkan menyebut penggunaan UGV untuk menggantikan sebagian tugas pasukan infanteri sebagai "revolusi" berikutnya dalam peperangan.

Meski demikian, UGV masih memiliki sejumlah keterbatasan. Robot tersebut kesulitan melewati berbagai rintangan fisik dan belum mampu membersihkan bangunan atau parit seperti yang dapat dilakukan pasukan infanteri.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut UGV telah menjalankan lebih dari 50.000 misi logistik dan evakuasi sepanjang 2026 hingga Juni.

Prajurit NC13 menyiapkan kendaraan darat tak berawak (UGV) untuk digunakan di medan perang di sebuah bengkel di wilayah Kharkiv, Ukraina, 22 Mei 2026. Foto: REUTERS/Thomas Peter