Memahami Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound

Seorang profesional bidang Hukum Internasional dan Tata Kelola Global. Banyak menyelesaikan kursus online spesialis di Harvard Law School (Program tentang Hukum Internasional), University of Oxford, Stanford University, serta Leiden University.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Aditiya Widodo Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Anda memegang sebuah bola basket di luar angkasa. Kemudian Anda bertanya berapa banyak informasi, dalam satuan bit, yang bisa disembunyikan di dalam bola itu? Jawaban klasiknya tak terbatas, karena Anda bisa mengecilkan tulisan semakin kecil. Tapi alam semesta tidak mengizinkan itu. Sejak tahun 1970-an, fisikawan menemukan ada batas mutlak. Hal ini bisa terjadi karena hukum fisika melarang informasi terlalu padat. Batas itu sederhana, yaitu luas permukaan bola basket dibagi empat kali konstanta Planck. Lalu muncul masalah, apa jadinya jika ruang-waktu tidak rata? Jika ia melengkung akibat gravitasi bintang atau mengembang karena energi gelap? Di sinilah konsep Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound masuk. Mereka memaksa relativitas umum dan ketidakpastian kuantum berdamai dalam skala kosmologis. Lantas apa itu Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound? Daripada perasaan, yuk langsung kita masuk ke pembahasan-nya. Definisi Entropi Kovarian dan Light-Sheet – Jangan Bayangkan Volume Anda biasa mendengar entropi sebagai ukuran kekacauan. Dalam fisika lubang hitam, entropi diartikan sebagai ukuran informasi yang hilang di balik horizon peristiwa. Stephen Hawking dan Jacob Bekenstein mencoba membuktikan bahwa entropi lubang hitam sebanding dengan luas horizon, bukan volume interiornya. Prinsip ini kemudian digeneralisasi. Pada tahun 1995, fisikawan Ted Jacobson bahkan menunjukkan bahwa persamaan Einstein bisa diturunkan dari asumsi bahwa entropi setiap permukaan cahaya terbatas. Tapi bagaimana definisi tepatnya? Covariant Entropy Bound yang diformulasikan oleh Flanagan, Marolf, dan Wald pada tahun 2000 mengatakan: ambil sembarang permukaan berdimensi dua yang bersifat seperti ruang, misalnya kulit bola imajiner di alam semesta. Dari permukaan itu, pancarkan empat sinar cahaya: dua ke masa depan, dua ke masa lalu. Di antara keempatnya, hanya sinar yang merenggang atau menyusut secara tidak membesar (ekspansi non-positif) yang membentuk light-sheet. Batasnya tegas, total entropi semua materi dan radiasi yang melewati light-sheet itu tidak boleh lebih besar dari seperempat luas permukaan awal dalam satuan Planck. Light-sheet bisa sangat panjang, bahkan mencapai ujung alam semesta, tapi kapasitas informasinya tetap terbatas. Definisi ini kovarian, artinya ia tidak bergantung pada cara anda memotong ruang-waktu menjadi ruang dan waktu. Ini penting karena relativitas umum mengajarkan bahwa waktu bersifat relatif. Jadi, batas ini berlaku untuk semua pengamat, di mana pun, kapan pun. Tapi kenapa harus light-sheet? Karena cahaya adalah yang tercepat, sehingga informasi apapun harus mengikuti jalur cahaya. Dengan membatasi jalur cahaya, anda secara otomatis membatasi semua informasi yang mungkin lewat. Dari sini kita masuk ke kasus yang lebih spesifik yaitu alam semesta yang mengembang. Uji di Alam Semesta Mengembang – Mengapa Entropi Tak Mungkin Tak Terbatas Coba imajinasikan di pikiran anda, alam semesta kita yang terus mengembang. Jika anda mengambil permukaan bola raksasa di langit malam, lalu membuat light-sheet ke masa lalu, anda akan mendapatkan kerucut cahaya yang menelusuri sejarah kosmos hingga awal mula. Di dalam kerucut itu, ada miliaran galaksi, setiap galaksi punya miliaran bintang, setiap bintang menyimpan entropi dari reaksi nuklir dan radiasi termal. Jika tidak ada batas, maka total entropi itu bisa saja meledak tak terkendali. Tapi Bousso’s Holographic Bound mencoba membuktikan bahwa jumlahnya tetap terbatas oleh luas permukaan awal dan batas ini berlaku di semua ruang-waktu yang memenuhi null energy condition—sebuah kondisi standar dalam relativitas umum yang menyatakan bahwa energi tidak pernah negatif di sepanjang sinar cahaya. Dalam praktiknya, batas ini membatasi jumlah informasi total yang dapat diakses oleh seorang pengamat selama sejarah alam semesta. Hasilnya, jumlah bit maksimum yang mungkin teramati dari big bang hingga hari ini adalah sekitar 10¹²⁴ bit, sebuah angka raksasa namun tetap berhingga. Angka ini muncul dari luas horizon kosmologis saat ini. Tanpa batas entropi kovarian, tidak ada yang bisa menghentikan anda secara teoritis untuk menyimpan lebih banyak informasi dengan membuat materi semakin padat. Namun fisikawan tahu bahwa kerapatan energi tak terbatas akan membuat ruang-waktu runtuh menjadi singularitas sebelum informasi bisa tercatat. Jadi batas ini juga konsisten dengan gravitasi. Setelah memahami batas di ruang-waktu mengembang, kita perlu mengecek apakah batas ini juga bertahan di ruang-waktu paling ekstrem yaitu di dekat lubang hitam. Light-Sheet Menembus Horizon – Pertarungan Melawan Singularitas Uji paling ketat untuk Covariant Entropy Bound adalah di dekat lubang hitam supermasif. Misalkan permukaan B adalah bola tepat di luar horizon peristiwa. Light-sheet ke masa dalam diarahkan ke dalam lubang hitam. Sepanjang perjalanan cahaya ke dalam, ekspansinya negatif karena gravitasi meremas sinar. Menurut batas kovarian, entropi total dari semua materi yang jatuh ke dalam lubang hitam melalui light-sheet itu tidak boleh melebihi luas horizon peristiwa dibagi empat konstanta Planck. Dan memang, inilah yang disebut hukum kedua mekanika lubang hitam, yaitu luas horizon tidak pernah berkurang, dan entropi materi yang jatuh selalu menaikkan luas horizon. Bousso mencoba bahwa jika ada pelanggaran batas entropi, maka anda bisa membangun mesin abadi yang melanggar hukum termodinamika. Percobaan pemikiran terkenal oleh Bousso (2003) menunjukkan bahwa jika entropi dalam suatu light-sheet melebihi A/4, maka suatu lembar cahaya akan memfokus lebih awal dari yang diizinkan relativitas umum, menghasilkan keanehan kausalitas—dua titik berbeda dalam ruang-waktu bisa terhubung oleh dua jalur cahaya berbeda, sesuatu yang tidak mungkin dalam relativitas umum klasik. Jadi, batas ini diturunkan dari konsistensi logis relativitas umum dan termodinamika. Di sinilah tantangan terbesar muncul, bagaimana prinsip ketidakpastian kuantum ikut bermain? Dalam skala sangat kecil, dekat panjang Planck (10^−35 meter), ekspansi cahaya tidak bisa didefinisikan dengan pasti karena metrik ruang-waktu berfluktuasi secara kuantum. Namun batas entropi kovarian mengabaikan detail fluktuasi ini dan hanya mengandalkan geometri rata-rata. Apakah ini berarti batas tersebut hanya pendekatan klasik? Tidak. Justru sebaliknya, banyak fisikawan, termasuk Juan Maldacena dan Raphael Bousso, percaya bahwa batas entropi adalah prinsip mendasar yang akan bertahan dalam teori gravitasi kuantum apapun. Bukti paling kuat adalah korespondensi AdS/CFT, di mana gravitasi dalam ruang-waktu melengkung (misalnya ruang Anti-de Sitter) secara matematis setara dengan teori kuantum tanpa gravitasi di batasnya. Dalam kerangka itu, batas entropi kovarian muncul secara otomatis dari ketidakmampuan teori kuantum batas untuk menyimpan lebih banyak informasi daripada jumlah derajat kebebasan yang diberikan luas batas. Setelah melihat bukti-bukti ini, kita harus membahas aplikasi paling luas yaitu ke seluruh alam semesta yang teramati. Mengapa Ini Mengubah Cara Kita Memandang Ruang, Waktu, dan Informasi Apakah batas entropi kovarian hanya mainan matematis? Tidak. Ia memiliki konsekuensi langsung pada kosmologi. Prinsip holografik yang kemudian diperluas oleh Bousso menyatakan bahwa deskripsi paling fundamental dari alam semesta 4 dimensi dapat dituliskan pada permukaan 2 dimensi di batas kosmologis. Dalam prakteknya, berarti jumlah informasi total yang bisa diakses oleh pengamat mana pun di alam semesta kita berhingga. Ini mirip dengan resolusi piksel pada layar monitor alam semesta. Karena jumlah informasi berhingga, maka fluktuasi kuantum yang menghasilkan struktur galaksi tidak bisa sembarang. Untuk saat ini, Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound adalah satu-satunya prinsip yang konsisten dengan semua uji: lubang hitam, kosmologi, relativitas umum, dan termodinamika kuantum. Kesimpulan sederhananya, alam semesta tidak bisa menyembunyikan lebih banyak informasi daripada yang diizinkan oleh luas permukaan cahaya terakhir yang menyentuhnya. Dan kita baru mulai memahaminya. Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut, cari kata kunci "Bousso bound" di arXiv.org atau baca The Holographic Principle oleh Raphael Bousso.

