32 Titik CCTV Ungkap Jejak Terakhir Sutrimo

Polda Metro Jaya membeberkan 32 rekaman CCTV yang digunakan penyidik untuk menelusuri perjalanan Sutrimo sebelum ditemukan meninggal di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan.
Rekaman itu mencatat pergerakan Sutrimo sejak Rabu (22/7) malam hingga jenazahnya dibawa ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7) pagi.
Namun, ada rentang sekitar tiga jam yang tidak terekam CCTV, yakni sejak Sutrimo berhenti di depan Klinik Mordent pukul 05.30 WIB hingga ambulans tiba pukul 08.53 WIB.
"Untuk di klinik, CCTV memang tidak ter-cover CCTV. Jadi CCTV sampai yang tadi nomor 28," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/9).
Menurut Dewa, penyidik menganalisis CCTV dari sebelum, saat, hingga setelah kejadian.
"Ini merupakan rangkaian perjalanan CCTV untuk menguatkan fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan yang dilakukan," ujarnya.
Berikut rangkaian rekaman CCTV yang dipaparkan penyidik:
Rabu Malam: Motor Mogok
1. Motor mogok di depan klinik
Rabu (22/7) pukul 21.20.53 WIB, motor yang digunakan Sutrimo terpantau mogok di depan Klinik SAS.
2. Teman datang membantu
Pukul 21.29.56 WIB, seorang teman Sutrimo datang ke depan Klinik SAS untuk membantu mendorong motor.
3. Motor didorong melintas
Pukul 21.33.32 WIB, Sutrimo terpantau melintas di depan Klinik SAS dengan motor Mio bernomor polisi B 3285 EAL yang sedang didorong.
4. Menuju lokasi kejadian
Pukul 21.34.00 WIB, Sutrimo menuju lokasi kejadian dari arah Jalan Petogogan I bersama satu motor lain. Sutrimo mengenakan baju hitam panjang dan celana cokelat panjang. Orang yang bersamanya mengenakan baju hitam panjang, celana hitam panjang, dan topi hitam.
5. Masuk lokasi bersama teman
Pukul 21.35.11 WIB, Sutrimo masuk ke lokasi kejadian dibonceng teman yang membantu mendorong motor. Mereka menggunakan motor Honda Supra B 6978 SS dan melintas di Jalan Radio III.
6. Keluar dari lokasi
Pukul 21.40.16 WIB, Sutrimo keluar dari lokasi menggunakan Honda Supra B 6978 SS bersama orang yang sama, melintas di Jalan Radio III.
Kamis Dini Hari: Berganti Motor
7. Melintas dengan motor Jupiter
Kamis (23/7) pukul 00.35.49 WIB, Sutrimo melintas di Jalan Petogogan II menggunakan motor Jupiter merah B 3888 NDI.
8. Melewati Klinik Skinesio
Pukul 00.36.00 WIB, Sutrimo melintas di depan Klinik Skinesio dengan Jupiter merah B 3888 NDI.
9. Melewati Klinik SAS
Pukul 00.36.20 WIB, Sutrimo kembali melintas di depan Klinik SAS dengan motor yang sama.
10. Kembali menuju lokasi
Pukul 00.36.44 WIB, Sutrimo melintas dari arah Jalan Petogogan I menuju lokasi kejadian dengan Jupiter merah B 3888 NDI.
11. Tiba di Klinik Mordent
Pukul 00.37.46 WIB, Sutrimo tiba di Klinik Mordent dengan Jupiter merah B 3888 NDI.
12. Keluar dari Klinik Mordent
Pukul 00.39.44 WIB, Sutrimo keluar dari Klinik Mordent dengan Jupiter merah B 3888 NDI.
13. Diduga menuju Jalan Radio III
Pukul 00.40.01 WIB, Sutrimo diduga menuju Jalan Radio III dengan Jupiter merah. Kendaraan itu terekam kamera ETLE dengan pelat B 3388 NNA. Namun, penyidik menyebut ciri-ciri kendaraan sama dengan motor Jupiter Z B 3888 NDI.
14. Diduga keluar dari Jalan Radio I
Pukul 01.22.57 WIB, Sutrimo diduga keluar dari Jalan Radio I dengan motor NMAX B 4184 SJK.
15. Melintas di Jalan Petogogan I
Pukul 01.23.44 WIB, Sutrimo melintas di Jalan Petogogan I dengan NMAX B 4184 SJK.
16. Melintas di depan Klinik Skinesio
Pukul 01.24.38 WIB, Sutrimo kembali melintas di depan Klinik Skinesio dengan NMAX B 4184 SJK.
17. Kembali melintas di Klinik Skinesio
Pukul 01.45.57 WIB, Sutrimo kembali melintas di depan Klinik Skinesio dengan motor NMAX. Dalam catatan penyidik, nomor polisinya terbaca B 4184 B.
18. Melintas di depan Klinik SAS
Pukul 01.46.23 WIB, Sutrimo melintas di depan Klinik SAS dengan NMAX B 4184 SJK.
19. Melintas di Jalan Petogogan I
Pukul 01.46.43 WIB, Sutrimo melintas di Jalan Petogogan I dengan NMAX B 4184 SJK.
20. Melintas di Jalan Radio IV
Pukul 01.47.11 WIB, Sutrimo melintas di Jalan Radio IV dengan NMAX B 4184 SJK.
Mampir ke Warung Pecel Lele
21. Dibonceng keluar dari Jalan Radio I
Pukul 03.11.11 WIB, Sutrimo dibonceng keluar dari Jalan Radio I dengan NMAX B 4184 SJK. Motor lalu berputar balik ke arah perempatan Radio Dalam.
22. Menuju Jalan Radio Dalam Raya
Pukul 03.11.28 WIB, Sutrimo dan orang yang memboncengnya keluar dari Jalan Radio I menuju Jalan Kramat Pela. Keduanya berputar balik di perempatan lalu belok kiri ke Jalan Radio Dalam Raya.
23. Berhenti di warung pecel lele
Pukul 03.11.51 WIB, Sutrimo dan orang yang memboncengnya berhenti di warung Pecel Lele Sambal Setan di Jalan Radio Dalam Raya. Keduanya masih menggunakan NMAX B 4184 SJK.
24. Keluar dari warung
Pukul 03.38.49 WIB, Sutrimo dan temannya keluar dari warung menuju Jalan KH Ahmad Dahlan dengan NMAX B 4184 SJK.
25. Melintas di Jalan KH Ahmad Dahlan
Pukul 03.39.11 WIB, Sutrimo melintas di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kebayoran, berboncengan dengan NMAX B 4184 SJK.
Subuh: Rekaman Terakhir
26. Kembali keluar dari Jalan Radio I
Pukul 05.28.41 WIB, Sutrimo keluar dari Jalan Radio I dengan mengendarai NMAX B 4184 SJK.
27. Melintas di Jalan Kramat Pela
Pukul 05.29.44 WIB, Sutrimo melintas di Jalan Kramat Pela dengan NMAX B 4184 SJK.
28. Berhenti di depan lokasi kejadian
Pukul 05.30.00 WIB, Sutrimo mengendarai NMAX B 4184 SJK dan berhenti di depan lokasi kejadian. Setelah itu, tidak ada rekaman CCTV yang mencakup aktivitas di dalam area Klinik Mordent selama sekitar tiga jam.
Pagi: Ambulans Tiba
29. Ambulans tiba
Kamis (23/7) pukul 08.53.43 WIB, ambulans bernomor polisi B 1418 KIX tiba di lokasi kejadian. Saat itu, Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia.
30. Ambulans meninggalkan lokasi
Pukul 09.03.04 WIB, ambulans B 1418 KIX meninggalkan lokasi menuju RS Muhammadiyah Taman Puring dengan membawa Sutrimo.
31. Tiba di rumah sakit
Pukul 09.08.28 WIB, ambulans B 1418 KIX tiba di IGD RS Muhammadiyah Taman Puring.
32. Jenazah dikeluarkan dari ambulans
Pukul 09.09.08 WIB, Sutrimo dikeluarkan dari ambulans B 1418 KIX di rumah sakit.
Ekshumasi Jadi Kunci
Menurut Dewa, keterbatasan rekaman di area klinik menjadi salah satu alasan penyidik menempatkan hasil ekshumasi sebagai bagian penting untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
Hasil ekshumasi dan autopsi tidak menemukan luka atau jejas akibat kekerasan tajam maupun tumpul, serta tidak ada patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan.
Ketua Tim Ekshumasi sekaligus Ketua Tim Forensik PDFMI Universitas Airlangga, Ahmad Yudianto, menyatakan Sutrimo meninggal akibat penyakit jantung iskemik. Pemeriksaan juga menemukan penyempitan lumen arteri koroner hingga sekitar 75 persen.
Berdasarkan keseluruhan hasil penyidikan, Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan bukti adanya tindak pidana dalam kematian Sutrimo.
