Kabel Semrawut di Pejaten Akan Ditata dan Dipindah ke Bawah Tanah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Pejaten Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Pejaten Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Dinas Bina Marga DKI Jakarta buka suara soal kondisi kabel yang semrawut dan menjuntai di sejumlah kawasan Jakarta Selatan, termasuk Pejaten dan sekitarnya. Bina Marga menyebut penataan jaringan utilitas saat ini masih berlangsung secara bertahap bersama para pemilik jaringan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, kabel udara yang belum seluruhnya tertata merupakan bagian dari proses penataan utilitas secara bertahap.

Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Melalui Program 5M, penataan dilakukan dengan mengupayakan pemanfaatan SJUT, merelokasi kabel secara mandiri, mengikat kabel udara, memotong kabel yang sudah tidak berfungsi, serta meninggikan kabel yang menjuntai,” kata Siti kepada kumparan, Selasa (22/9).

Sebelumnya, kumparan menemukan sejumlah kabel semrawut di kawasan Pejaten dan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kabel terlihat melilit pohon, menggantung rendah hingga mendekati badan jalan, serta terdapat gulungan kabel di pinggir jalan.

Di Pejaten, sejumlah lilitan kabel juga terlihat berada di jalur kuning yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih berjalan di badan jalan.

Terkait kondisi kabel yang melilit pohon dan menjuntai hingga mendekati ruang pejalan kaki di Pejaten, Siti mengatakan kawasan tersebut saat ini sedang dalam proses penataan utilitas.

Menurutnya, jaringan kabel udara di lokasi tersebut tengah dipindahkan ke bawah tanah. Kabel yang terlihat semrawut merupakan sisa kabel yang masih dalam proses pemotongan dan perapihan.

Kabel menjuntai dan tiang listrik miring di kawasan Pejaten Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Untuk kabel yang melilit pada pohon maupun kabel yang menjuntai hingga mendekati ruang pejalan kaki, dapat kami sampaikan bahwa di lokasi tersebut, tepatnya di daerah Pejaten, Jakarta Selatan, saat ini sedang dalam proses penataan utilitas dengan memindahkan kabel udara ke bawah tanah,” ujarnya.

Sementara untuk kondisi kabel di sekitar Jalan Moh. Kahfi dan Jatipadang, dipastikan akan segera melakukan penanganan.

"Sementara itu, untuk kondisi di sekitar Jalan Moh. Kahfi dan Jatipadang, Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan akan segera melakukan penanganan dengan mengelompokkan dan mengikat serta meninggikan kabel-kabel yang menjuntai, sambil tetap berkoordinasi dengan para pemilik jaringan utilitas untuk penataan lebih lanjut,” kata Siti.

Siti mengatakan penataan kabel udara dilakukan secara bertahap di lima wilayah administrasi Jakarta. Di Jakarta Selatan, penataan antara lain berlangsung di Jalan Prof. DR. Soepomo melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), kawasan Taman Bendera Pusaka, Pejaten, serta sejumlah lokasi lainnya.

Pada ruas jalan yang telah tersedia SJUT, pemilik jaringan utilitas didorong untuk memindahkan jaringan kabel ke bawah tanah. Sedangkan di lokasi yang belum memungkinkan, penataan dilakukan melalui langkah-langkah dalam Program 5M.

Siti mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang publik.

Sebelumnya, pengguna jalan yang ditemui kumparan mengeluhkan kondisi kabel yang menjuntai di sejumlah ruas Jakarta Selatan. Albert (35), pengguna jalan asal Bekasi, khawatir kabel yang terlalu rendah dapat tersangkut kendaraan berukuran besar.

“Kalau mobil-mobil gede cepat kena, makanya kadang-kadang mereka pakai kayu-kayu gitu buat (menyangga kabel),” kata Albert.

Pengguna jalan lainnya, Rizki Faiq (22), juga menyoroti kabel yang terlilit pohon serta kabel dengan bagian lapisan yang terlepas.

"Itu cukup membahayakan ya, apalagi kan kita enggak tahu ya itu kabelnya nanti bisa nyetrum ke orang atau gimana kan ya enggak ada yang tahu juga,” ujar Faiq.

Siti menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses penataan utilitas berlangsung. Ia juga mengatakan Dinas Bina Marga terus memperkuat koordinasi dengan pemilik jaringan utilitas untuk menata jaringan agar tidak mengganggu ruang publik.